Ubahlah Nasibmu

tujuan-sayaAda seorang teman yang entah sejak berapa tahun yang lalu seringgggg banget pinjam uang. Tiap bulan saya pasti dapat SMS darinya. Ternyata oh ternyata… tidak cuma kepada saya request tersebut, tapi berputar diantara saya dan teman-teman saya yang lain. Sekali dua kali tiga kali sampai entah berapa kali kami masih enjoy aja ngasih pinjaman dalam jangka waktu tertentu, berdasar kesepakatan pembayaran kembali. Tapi lama-lama koq kami merasa risih ya… Justru kami yang merasakan empot-empotan, antara lain uang yang kami pinjamkan bukan uang mati artinya akan digunakan untuk keperluan yang sudah jelas pada waktu yang telah ditentukan (saat jatuh tempo).

Kami juga merasa bahwa kami malah semakin menjerumuskan dia dalam kubangan (gali lubang tutup lubang gali lagi), bukan mendidiknya untuk bisa keluar dari kubangan tersebut. Sebenarnya kasihan, tapi saya harus bisa bersikap juga. Mengingat satu hal yang pernah saya ingatkan padanya ditolaknya mentah-mentah !! Katanya,”Saya hanya menjalankan yang digariskan Tuhan…”. Andai apa yang pernah dirintisnya itu dilanjutkan meski belum bisa full 100%, tapi toh penghasilan ratusan ribu bahkan mungkin 1-2 juta masih bisa diterimanya tiap bulan. Apa ga ingat ya, bahwa nasib seseorang bisa berubah bila orang tersebut mau berusaha 🙂

Kemarin sore SMS-nya datang lagi, sama isinya yaitu request pinjam uang sekian ratus ribu. Setelah berdiskusi dengan suami, akhirnya kami putuskan untuk memberikan cash (bukan pinjaman) sebesar 50% dari pengajuannya dengan pesan bahwa selanjutnya kami tidak bisa memberikan pinjaman lagi karena sudah dipos-poskan untuk keperluan keluarga kami. Dengan berat hati hal tersebut harus saya sampaikan, dengan harapan dia tersadar dan mau bangkit untuk merubah nasibnya. Lagian.. sapa yang betah sih hidup gali lubang tutup lubang melulu… Saya pernah dalam posisi itu, malahan lebih berat yang saya rasakan karena pinjam uang kemana-mana yang tanpa agunan saya tidak pernah mendapatkannya.  Maka dari itu saya berusaha untuk bangkit memperbaiki nasib. Karena tidak pernah ada orang yang akan menolong saya tanpa saya berusaha menolong diri saya sendiri.

Puji syukur, tadi pagi dari Bank Mandiri (tanpa sengaja) saya mendapat ganti atas uang yang saya hibahkan kepada teman saya tersebut. Terimakasih ya Allah… Kata suami saya,“Ya.. kalau niat kita baik, toh akan selalu ada balasannya”.

Saat ini dan selanjutnya saya hanya bisa berdoa semoga teman saya tersebut mendapatkan jalan yang terbaik untuk memperbaiki nasibnya. Amien 🙂

Facebook Comments

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner “Pak Boss Catering” & “Kedai Pak Boss”

just blogging

2 comments


  1. wah seharusnya dia sadar diri ya, kalau dia itu masih tergantung dengan yang lainnya.

    • Yup, tergantung pada orang lain itu benar karena pada dasarnya semua manusia tidak bisa hidup sendirian; tapi kalo dalam memenuhi kebutuhan hidup harus selalu menggantungkan pada orang lain, itu yang saya kurang setuju 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *