Rumah Tanpa Jendela

Sabtu dan Minggu kemarin adalah hari Merdeka buat Satria. Seneng karena liburnya barengan dengan saya. Tapi karena siangnya saya kecapekan bersih-bersih rumah akhirnya kami tidak kemana-mana. Barulah sore harinya kami memutuskan untuk jalan.

Tujuan awal adalah mau cari buku paket PKN buat Satria, karena bukunya hilang :-(. Kami menuju Gramedia Ambarrukmo Plaza. Olala ternyata 5 Maret kemarin bertepatan dengan ulang tahun Ambarrukmo Plaza sehingga disana cukup meriah. Dan juga ada LATE NITE SALE yang dimulai pukul 22:00 malam.

rumah-tanpa-jendelaNah…. supaya belanjanya dapat diskon, maka kami memutuskan untuk nonton film dulu di Studio 21 hehe… Tadinya ga kepikiran mau nonton film apa. Sampai di kasir ternyata film yang akan main adalah “Rumah Tanpa Jendela”.

Biasanya nih… ayah Satria paling malas diajak nonton film Indonesia, tapi entah kenapa kali ini dia menyerah hehehe… Alhasil mulai jam 19:20 kami nonton film tersebut.

Ternyataaa…. filmnya OK banget lhooo.. diangkat dari bukunya Asma Nadia, lalu difilmkan oleh Aditya Gumay. Sarat makna di dalam film tersebut. Bahkan Satria sampai 3 kali menangis hehe.. terharu ceritanya 🙂

Udah ahhh.. mending nonton aja kalo mau tahu cerita lengkapnya 🙂 🙂 🙂

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
just blogging , ,

8 comments


  1. wah, mbak, daerah jogja juga? nontonnya ini di mana? amplas? pengen nonton juga, makasih review filmnya. hehe.

  2. ceritanya banyak menginspirasi….

  3. Thx atas dukungannya terhadap film Rumah Tanpa Jendela ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *