Bukan ATM Hidup

Maaf ya pengin curhat nih…

Pasti di sekitar Anda juga ada yang merasakan seperti ini.

Saya cuma pengin bilang bahwa saya bukan ATM hidup yang bisa setiap saat diminta pinjam uang otomatis langsung bisa menyediakan, detik itu juga. Mungkin kalo yang pinjam itu hanya sekali dua kali, saya masih bisa maklum ya.. Tapi ini, aduuhhh…, hampir setiap bulan dan sudah berjalan sekian tahun. Pindah-pindah, kalo engga ke saya ya ke teman saya yang satunya lagi, lalu ke teman yang lainnya lagi.

Sekali lagi, saya dan teman-teman bisa maklum dan pasti akan menolong siapa pun yang memang benar-benar membutuhkan. Nah.. biasanya ‘kan kalo orang punya kebutuhan mendadak dan mendesak itu paling-paling cuma sekali-sekali saja.

Jadi.. kami bisa ngerasain mana yang benar-benar butuh dan mana yang kemudian menjadi kebiasaan. Kami sangat tidak senang dengan yang awalnya butuh lalu kami bantu eh selanjutnya koq menjadi kebiasaan. Dengan kata lain selalu menjadi “jujugan”. Mana mintanya kadang-kadang dengan cara memaksa pula hehehe.. Kalo engga segera dijawab eh sms-nya datang bertubi-tubi.

Padahallll… saya dan teman-teman sudah mencoba memberikan solusi untuk masalah finansialnya lhoo.. Tapi entah mengapa, kalo dibilangin sepertinya engga didengerin apalagi dilaksanakan.

Kami juga kadang-kadang punya masalah finansial, tapi sebisa mungkin sesekali aja minta bantuan orang lain dan berusaha tidak merepotkan.

Sekali lagi kami ini bukan ATM hidup. Kami juga punya kebutuhan dan punya prioritas-prioritas lain. Yahhh…kami hanya bisa berdoa dan berharap semoga dia segera mendapatkan solusi 🙂

 

Facebook Comments

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner “Pak Boss Catering” & “Kedai Pak Boss”

just blogging

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *