Wanita yang Tangguh

Hari Sabtu kemarin terpaksa lembur kerja. Rencananya mau kerja online dari rumah saja, ehh.. ternyata jam 10-an saya ditelpon si Boss untuk bantu finishing dokumen softcopy dan hardcopy. Karena beliau kirim sopir untuk antar jemput saya, ya okelah saya bersedia 🙂

Bukan soal kerjaan yang pengin saya sharing ya.. Tapi hasil sharing yang pengin saya sharing. Lah… malah bikin bingung ya hehehehe… Ceritanya saya sering diajak ngobrol oleh bu Boss, banyak hal yang saya petik dari setiap obrolan kami.

Terlahir sebagai sesama wanita yang ditakdirkan untuk menjadi wanita tangguh, saya pun banyak belajar dari beliau. Beliau bukan orang yang enak-enak ongkang-ongkang kaki karena sudah menjadi istri seorang boss dan sekaligus beliau sendiri adalah boss dari sebuah restoran besar. Beliau tetap menjadi seorang wanita yang tidak bisa tinggal diam. Harus bergerak, harus produktif. Walaupun segala kebutuhan bisa dicukupi oleh suami, namun beliau tetap mengisi hari-harinya dengan berbagai kesibukan.

Didikan sejak kecil membuatnya pantang menengadahkan tangan untuk meminta rupiah kepada suami. Mungkin untuk urusan rumah tangga dan kebutuhan sekolah sudah pasti dipenuhi oleh suami. Namun sebagai wanita, seorang ibu rumah tangga, kita pun butuh aktualisasi diri, disamping butuh pegang uang sendiri juga hehe.. Apalagi background sejak masih single adalah sudah terbiasa kerja keras.

Saya yang punya background mirip, seringkali merasa cocok ketika sudah ngobrol bareng. Beliau mungkin juga merasa nyaman ketika curhat ke saya. Semoga demikian ya..

Sekali lagi, kami sama-sama wanita mandiri sejak masih single. Kami sama-sama ga bisa diam. Segala hal pekerjaan yang diberikan, kami siap mengerjakan dengan tuntas; meskipun awalnya sulit, tapi itu adalah tantangan yang harus kami hadapi. Dan biasanya selalu berhasil.

Di dalam kehidupan berkeluarga pun, prinsip kami juga mirip. Kami tipe istri yang lebih banyak mengalah, lebih banyak diam. Kami tidak suka ribut. Bagi kami, suami adalah belahan jiwa. Kalo kami berantem dengan suami, itu artinya kami berantem dengan diri kami sendiri. Tapi, di dalam mengalahnya dan diamnya kami ada satu sisi yang kami tidak mau diusik, yaitu jangan pernah singgung perasaan kami, jangan pernah sakiti hati kami. Kalo sampai tersakiti, ada rasa ingin mengatakan “aku bisa hidup tanpamu”, tapiiii.. itu bukan solusi dan tidak akan memberikan ketenangan. Dalam keadaan tersakiti, dia akan tetap berpikir jernih, tidak akan mentang-mentang 🙂

Wanita yang tangguh tetap butuh kasih sayang dari suami dan anak-anaknya. Karena hidup ini saling melengkapi, bukan untuk mencari kesempurnaan. Karena kesempurnaan hanya milik Gusti Allah. Selamat pagiiii !!!

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
just blogging ,

1 comment


  1. betull mba win..
    bagi saya
    bekerjaa..beraktifitas bukan untuk gagah-gagahan..
    bukan lantas merasa lbh superior dari wanita lain yg tidak bekerja
    saya hanya ingin menerapkan ilmu saya
    menyerap ilmu -ilmu baru..
    berguna bagi banyak orang
    hal yg tidak bisa dinilai dng uang pastinya..
    :D:D:D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *