Berani Sukses Berani Gagal

Tadi pagi pas berangkat ke kantor tiba-tiba saya pengin beli tabloid atau majalah jika ada. Alhamdulillah dapat tabloid Nova dan majalah Bisnis Muslim. Nahhh.. di dalam majalah ini saya menemukan artikel yang keren banget. Judulnya adalah “Jangan Takut Gagal: Jadikan Kegagalan Awal dari Keberhasilan”. Supaya bisa bermanfaat buat kita semua, saya kutip intisarinya dan mari kita baca bersama ya… 🙂

Seringkali kan kita baca buku-buku yang menceritakan tentang kesuksesan dan cara mencapai kesuksesan, bagaimana bisa menjadi orang sukses dan membangun usaha yang sukses. Namun bila diteliti akan terdapat satu persamaan pada diri mereka. Tidak ada satu orang atau satu perusahaan pun yang tidak pernah mengalami kegagalan.

Kegagalan itu sangat penting jika kita memiliki persepsi (cara pandang) dan sikap yang tepat mengenai kegagalan tersebut. Sebaliknya kegagalan sangat berbahaya bila seorang pengusaha hanya memiliki persepsi buruk tentangnya. Kekeliruan terbesar yang membuat orang sulit bangkit dari kegagalan karena memiliki pandangan (mindset) yang salah. Banyak orang berpikir bahwa para pengusaha sukses adalah mereka yang selalu berhasil alias tidak pernah gagal. Dan sebaliknya yang sering mengalami kegagalan tidak mungkin berhasil.

“Pemenang bukanlah seorang yang tidak pernah gagal, tetapi yang tidak pernah menyerah.”

Seseorang yang mengalami banyak kegagalan belum bisa dikatakan gagal sebelum ia berhenti berusaha. Bahkan bila ia memutuskan untuk berhenti berwirausaha untuk sementara, tetapi kemudian kembali melakukan tindakan nyata untuk mencapai cita-cita usahanya, ia masih mungkin bahkan sangat mungkin untuk berhasil. Jadi.. mari kita perbaiki terlebih dahulu persepsi kita tentang kegagalan sebelum berwirausaha.

Bagaimana sebaiknya memandang kegagalan tersebut? Pandang kegagalan sebagai paket kesuksesan. Paket kesuksesan terdiri atas beberapa menu, antara lain tantangan, proses, kegagalan, dan penghargaan/prestasi. Tidak mungkin kita menginginkan paket kesuksesan dengan hanya mengambil keuntungan berupa penghargaan saja, namun harus melewati yang namanya proses yang penuh tantangan dan pasti terdapat kegagalan.

“Orang yang berani sukses dia harus berani gagal.”

Artinya adalah orang yang bertekad ingin meraih paket kesuksesan, maka harus bertekad pula untuk siap menghadapi kegagalan. Untuk itu setelah memperbaiki persepsi, maka perkuatlan mentalitas kita untuuk siap menghadapi kegagalann dalam bisnis.

Mari kita belajar dari kegagalan seorang anak kecil atau dari masa kecil kita masing-masing. Siapa yang dahulu semasa bayi belajar berdiri atau berjalan tidak pernah mengalami jatuh? Semua pernah jatuh, yang berarti semua pernah gagal. Namun, mari kita perhatikan “keuletan” seorang anak kecil. Walau banyak kegagalan yang dihadapi, dia terus mencoba dan mencoba sampai akhirnya berhasil. Perbedaannya hanya soal waktu bukan? Mungkin ada yang bisa cepat dalam hitungan minggu, namun ada yang berbulan-bulan. Begitu pun bisnis, ada yang lancar dalam 1-2 bulan, namun ada pula yang sampai 1-2 tahun. Nikmati saja tantangan dan prosesnya sebagai paket kesuksesan.

Mari kita berpikir positif, dimana setelah sukses berwirausaha, kita punya banyak cerita dan faedah yang bisa dibagikan kepada keluarga, sahabat atau orang lain tentang berbagai proses, tantangan, dan banyak kegagalan yang kita alami. Tentu berbeda dengan pengusaha yang sukses secara “instant” atau bahkan dengan cara-cara yang menyimpang dari agama. Orang yang tidak pernah gagal tidak mampu memahami makna keberhasilan. Pengusaha sukses yang memulai usahanya dari bawah, mereka sangat menghargai hasil jerih payahnya. Amat berbeda dengan anak-anak, generasi kedua dan ketiga, yang lahir dalam situasi serba berkecukupan dan mungkin tidak dilatih mengikuti keuletan pendahulunya, maka pada umumnya tidak mampu mempertahankan keberhasilan. Ada sebuah ungkapan: “Generasi pertama mendirikan, generasi kedua menghabiskan, generasi ketiga meruntuhkan”.

Sungguh pelajaran terbaik dalam bisnis adalah KEGAGALAN. Kita bisa belajar dari kegagalan diri kita atau pengusaha lain. Kegagalan adalah hal yang tidak pernah kita pelajari di sekolah. Jadi satu-satunya jalan hanya dengan segera memPRAKTEKkan bisnis dengan mentalitas SIAP GAGAL sambil TERUS BELAJAR dari kegagalan bisnis yang lain. Sungguh kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
just blogging , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*