Bisnis “Dua Kaki”

Saya baru tahu istilah ini kemarin siang setelah tidak sengaja beli majalah Sekar. Mungkin feeling so good ya saya pas di Indomaret tiba-tiba beli majalah ini, karena ada sesuatu yang akan ditunjukkan kepada saya :-). Dan memang tentang bisnis “dua kaki” ini koq sepertinya gue bangettt…

Emang apa sih bisnis “dua kaki” itu? Saya coba googling pun ga nemu istilah tersebut. Bisnis “dua kaki” adalah bisnis sampingan yang dilakukan oleh seseorang yang masih berstatus orang gajian (baca: karyawan). Satu kaki berada di kantor, satu kaki lagi untuk bekerja di perusahaan sendiri/lain. Yang tentunya dengan menjalankan bisnis sampingan ini membuat kita memiliki dua sumber penghasilan. Jika kelak pensiun dari pekerjaan kantoran, usaha yang sudah ada dapat diwariskan kepada anak kita. Sehingga ketika sudah pensiun, kita tetap mempunya passive income. Nah gue banget ‘kan..

Seorang karyawan melakukan bisnis sampingan ini bisa karena beberapa alasan. Antara lain:
1. alasan faktor ekonomi (ini biasanya berhubungan dengan masalah kebutuhan hidup yang tidak sebanding dengan gaji yang didapatkan),
2. alasan hobi berbisnis (biasanya pekerja kantoran ini sebenarnya sudah memiliki gaji besar),
3. alasan keinginan berprestasi (ini berhubungan dengan aktualisasi diri).

Biasanya nih seseorang suka bingung mau usaha sampingan seperti apa. Sebenarnya begitu banyak pilihan di luar sana ya.. Menurut saya sih, supaya bisa berjalan tanpa mengganggu pekerjaan utama, usahakan berbisnis dimana kita punya passion atau setidaknya kita punya hobby yang bisa dikembangkan disitu. Dari sekian banyak bentuk bisnis sampingan di luar sana, buat saya saat ini yang paling cocok adalah bisnis online. Bisnis online ialah bisnis yang dijalankan menggunakan teknologi internet serta memanfaatkan fasilitas gadget yang ada.

Kenapa saya merasa cocok dengan bisnis online? Karena saya sukaaa banget bekerja dengan menggunakan komputer dan internet serta memanfaatkan fitur-fitur gadget. Selain itu, waktu yang dibutuhkan pun fleksibel. Dengan memanfaatkan internet pula, jangkauan penjualan kita akan sangat tak terbatas (luar pulau, dalam negeri, luar negeri, dsb). Sehubungan dengan modal, pun tidak butuh modal besar-besar amat. Modal pun bisa diperoleh dengan menyisihkan dari gaji yang saya terima tiap bulan.

Dua hal penting yang harus diperhatikan jika melakukan bisnis “dua kaki” adalah:
1. harus pandai mengatur keuangan,
2. harus pandai mengatur waktu dengan baik.

Karakter orang yang cocok untuk bisnis “dua kaki” adalah mereka yang memiliki keinginan berprestasi dan mau bekerja keras.

Orang yang memiliki keinginan untuk berprestasi yang kuat biasanya menunjukkan satu perilaku yang tidak mudah puas dengan apa yang dicapainya saat ini, sehingga cenderung untuk mencari cara untuk menyalurkan apa yang dapat memberinya kepuasan. Kepuasan dalam hal ini biasanya berkaitan dengan keberhasilan untuk beraktualisasi.

Orang yang pekerja keras cenderung menunjukkan ketekunan dalam menyelesaikan apa yang sudah dimulainya. Orang-orang seperti ini tekun dan memiliki kemampuan antisipasi yang bagus termasuk dalam manajemen waktu.

Ini dulu yaaa.. sekilas tentang bisnis “dua kaki”. Ntar di postingan yang lain saya mau berbagi tips berbisnis “dua kaki” dan apa-apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
aku & bisnis online , , ,

4 comments


  1. harus telaten juga ya, mak. selain bisa disiplin soal waktu dan juga keuangan. 🙂

  2. saya juga pengen kayag gini tuh mah, tapi harus nunggu lulus dulu, hehe

    • Masih mahasiswa ya? Buruan gih dilulusin..hehe.. udah sejak 2008 ‘kan :-). Btw jadi mahasiswa paling seru kalo berani merintis bisnis sejak masih di bangku kuliah. Udah pernah nyobain atau belum?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*