Kata Iklan: Berbukalah dengan yang Manis

Mutiara Ramadhan oleh Intisari di koran Kompas edisi Selasa 9 Juli 2013 ini isinya sangat menarik buat saya. Yang intinya jangan asal manis ketika berbuka puasa :-).. Yukk… kita simak.

“Berbukalah dengan yang manis,” kata iklan. Kita pun langsung ikut-ikutan, menyantap segala yang manis ketika buka puasa. Karena biasanya iklan memang sudah membuat sesuatu yang akan terus menancap di otak para pemirsanya hehe… Sehingga konsumen ingatttt terus dan tergerak untuk mengikutinya.

Berbuka dengan yang manis memang merupakan sunnah yang wajib kita lakukan. Secara ilmiah pun hal ini dapat dijelaskan karena gula dapat membantu mengembalikan energi kita dengan cepat setelah seharian berpuasa. Namun, bukan berarti kita lantas mengonsumsi gula secara berlebihan karena dapat berdampak buruk untuk kesehatan tubuh. Kita tetap harus mengontrol asupan gula saat berbuka puasa agar tetap sehat selama menjalankan ibadah. Demikian penjelasan dari dr. Diana Suganda, M.Kes. dalam sebuah temu media di Jakarta.

Nah, agar gula darah yang turun drastis tidak langsung naik dengan cepat, tetapi secara perlahan-lahan, mungkin bisa diikuti saran berbuka yang sehat berikut ini:

> Minum air putih, tujuannya untuk mengembalikan cairan tubuh yang berkurang.

> Makan yang manis-manis alami, misalnya kurma atau buah-buahan segar. Ehhh jangan kurma yang berbentuk manisan lho yaa.. sama aja donkkk kalo makan yang itu yaa..

> Bila memilih makanan pembuka puasa, pilihan harus cermat dan sehat.

Untuk makanan utama, pilihlah karbohidrat kompleks, bukan karbohidrat simpleks. Juga makanan tinggi serat yang dapat membantu proses pencernaan. Karbohidrat kompleks biasanya dapat ditemukan dalam roti, sayuran, dan sereal. Contoh makanan yang mengandung karbohidrat kompleks termasuk bayam, ubi jalar, brokoli, buncis, zucchini, lentil, susu skim, biji-bijian dan banyak tanaman polongan dan sayuran lainnya.

Kita bisa membuat berbagai kreasi makanan yang manis, tetapi tetap sehat, misalnya dengan memilih bahan yang memiliki rasa manis alami seperti buah-buahan karena kandungan gula buah atau fruktosa lebih sehat dibandingkan gula pasir. Ketika membuat es buah, lebih baik gunakan air jeruk manis daripada gula pasir. Lalu, tambahkan sedikit perasan jeruk nipis atau air kelapa.

Begitu pula ketika membuat puding. Rasa manis asli dari buah-buahan yang akan membuat kita tetap sehat. Puding juga kaya serat yang akan menjaga saluran pencernaan yang seringkali terganggu saat kita berpuasa. Tanpa menambahkan gula pasir, puding bisa menggunakan cairan dari perasan jeruk manis, jus sari tomat, atau air kelapa.

Kolak, yang biasanya kita maniskan dengan gula kelapa, bisa diganti dengan bahan yang memiliki rasa manis alami seperti labu kuning, ubi jalar, atau pisang sebagai bahan isinya. Untuk mendapatkan rasa manis yang lebih, bisa saja labu kuning diblender sehingga mendapatkan kuah manis. Kalau masih kurang manis, tambahkan sedikit saja gula, tidak perlu berlebihan.

Note: Tulisan italic adalah komentar/tambahan saya sendiri.

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
just blogging

1 comment


  1. hehe, kalo aku kebiasaan pake teh manis, mak. bisa langsung kerasa segernya. kalo kurma kadang2 aja 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *