Ramadhan: Dulu dan Sekarang

Beberapa tahun kami melewati bulan Ramadhan dengan tinggal di rumah sepetak. Bukan tipe 21 lhoo, tapi sangat kurang daripada itu. Sebuah keterpaksaan yang harus kami jalani karena keadaan. Yahhh..mungkin juga jalan hidup kami harus melalui fase itu. Tinggal di dalam satu rumah yang dibagi-bagi beberapa kamar, tiap satu kamar berisi satu keluarga. Nah loh… Dapur pun hanya ada satu, diisi beberapa kompor. Jadilah kalo mau memasak musti bergantian karena muatnya cuma 2 orang barengan sekali masak.

Setiap tiba waktu sahur saya berusaha bangun cepat supaya masih ada tempat untuk bisa menyiapkan masakan untuk sahur. Tapi dua tahun terakhir saya jadi agak malas memasak sendiri untuk sahur, hanya kadang-kadang saja. Selebihnya saya selalu membangunkan suami untuk membelikan nasi gudeg atau apapun di luar. Yaa.. terpaksalah kami sahur seadanya. Makan makanan yang bergizi justru hanya di saat buka puasa dan makan malam.

Kalau ingat itu semua, rasanya jadi sedih :-(. Apalagi ada anak kami satu-satunya yang harus turut merasakan semua itu. Namun kami selalu berusaha mensyukuri apapun keadaan saat itu :-).

Ramadhan tahun ini alhamdulillah kami sudah tinggal di sebuah rumah yang lega. Sebuah rumah yang cukup besar dan hanya kami tinggali bertiga. Sehingga kami bisa menikmati bulan Ramadhan dengan tenang dan nyaman.

Setiap sore suami siap bikin persiapan buka puasa dan makan malam. Suamiku jago masak lhooo… #eh promosi hehe.. Sedangkan waktu malam hari menjelang sahur, saya yang merajai dapur. Saya yang kebagian bikin persiapan untuk sahur. Jadi ga perlu membangunkan suami untuk beli makan di luar lagi :-). Dan anak kami bisa menikmati makan sahur dengan makanan yang lebih sehat daripada tahun-tahun lalu.

Beribadah pun sekarang menjadi lebih nyaman karena kami punya satu kamar khusus untuk musholla. Kran untuk wudhu juga sudah tersedia di depan rumah dan di belakang rumah, tinggal pilih :-). Kata suamiku,”Doa kita di tahun yang lalu sudah terkabul tahun ini, yukkk…kita berdoa lagi supaya tahun depan kondisinya lebih baik lagi ya..”

Benar-benar Ramadhan yang kami lalui tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya sungguh berbeda 180 derajat. Namun sekali lagi, kami selalu mensyukuri apapun yang kami alami, karena kami yakin bahwa memang perjalanan hidup kami harus sedemikian rupa. Doakan ya temen-temen, supaya tahun depan kami menjalani bulan Ramadhan dalam kondisi yang lebih baik lagi 🙂

GA ramadhan

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka Ramadhan Giveaway dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
just blogging

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*