Puasa Ramadhan dan Puasa Syawal Tahun Ini

Anak saya, Satria, sejak kelas 1 SD sudah full sebulan puasa Ramadhan dan sejak kelas 3 SD sudah tambah full 6 hari puasa Syawal. Kami tidak pernah memaksa Satria untuk puasa full. Selama ini kami hanya memberi contoh dan memberi pengertian, apa, mengapa, dan bagaimana puasa itu. Alhamdulillah Satria menjalankan ibadah puasa tanpa pernah mengeluh, bahkan tetap selalu ceria :-).

Teringat ketika saya kecil dulu, jaman saya masih SD, terkadang masih bolong-bolong puasanya. Saya sadar bahwa ketika saya kecil dulu, di dalam keluarga saya tidak ada yang memberitahukan pengertian dan makna puasa. Seingat saya, semua hanya saya dapatkan dari guru agama di sekolah, serta sesekali dari guru ngaji di masjid.

Bersyukur saya tidak buta tentang agama yang saya anut, serta punya suami yang pengetahuan agamanya jauh lebih baik daripada saya. Sehingga Satria bisa mendapatkan pencerahan dari orang tuanya sendiri, disamping dapat dari guru-gurunya di sekolah (SD Muhammadiyah Condongcatur Pusat).

Mengajarkan anak berpuasa untuk pertama kalinya itu ada ilmunya juga lhoo.. Anda bisa dapatkan dari mana saja, bisa dari internet, majalah, dan sebagainya. Alhamdulillah nihh.. apa yang kami ajarkan kepada Satria tidak beda dengan ilmu yang saya baca dari Frisian Flag, antara lain sebagai berikut:

1. Menjelaskan makna puasa. Untuk mengajarkan anak berpuasa, berikan pemahaman tentang makna puasa tersebut. Hal ini agar anak mengerti kenapa dirinya harus berpuasa. Caranya bisa melalui cerita, dongeng, atau media lain. Intinya berikan pengetahuan dengan bahasa anak dan menyenangkan.

2. Latih puasa secara bertahap. Tentu tidak mudah jika anak langsung diminta puasa penuh. Agar anak mampu berpuasa penuh, latihlah secara bertahap. Misalnya satu minggu pertama anak berpuasa sampai Dhuhur, hari berikutnya ditingkatkan sampai Ashar, lalu dicoba sampai Maghrib. Bersyukur saya karena Satria sudah puasa penuh sejak kelas 1 SD. Kalau tidak salah, dia belajar bertahapnya dulu ketika masih di TK.

3. Biasakan sahur bersama. Mengajari anak dapat dimulai dari makan sahur. Anak dibiasakan makan sahur bersama. Pancing dengan menu atau makanan favorit. Suasana makan sahur yang menyenangkan akan membuat anak nyaman dan senang ikut berpuasa. Bersyukur saya karena Satria sangat mudah dibangunkan untuk makan sahur. Jadi, begitu saya selesai mempersiapkan makanannya, langsung bangunin Satria.

4. Berikan motivasi dan semangat. Dengan motivasi atau semangat dari orang tuanya, anak akan merasa dihargai. Jika anak tidak kuat jangan dimarahi, biarkan mereka makan. Setelah itu lanjutkan untuk berpuasa. Berikan penghargaan jika anak bisa menyelesaikan puasanya. Penghargaan tak harus barang, bisa pujian, pelukan dan ungkapan rasa senang. Tahun ini sengaja saya membeli meja belajar untuk Satria. Kebetulan memang belum punya, jadi sekaligus jadi hadiah hehe… Tahun-tahun sebelumnya sih tidak pernah ada hadiah walau full puasa. Tapi motivasi dan semangat selalu kami berikan :-). Minimal, kami sebagai orang tua harus memberi contoh yang baik dalam menjalankan ibadah puasa.

20130726_214650

Sampai sekarang Satria masih merasa puasa lho hehehe.. Masih suka lupa waktu makan 🙂

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
aku & keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *