Rangking Penting?

Dalam sebuah kompetisi tentunya untuk menjadi juara yang harus diperhatikan adalah ranking jangan sampai turun, tetaplah nangkring di urutan pertama. Seperti kompetisi tingkat Asia yang sedang diikuti oleh salah satu tim bisnis saya. Tetapi dalam dunia pendidikan, rasanya ranking/peringkat kelas itu tidak penting. Seorang anak belajar di sekolah bukan semata mencari ranking, tetapi bener-bener mencari ilmu. Anak-anak dimasukkan ke sekolah adalah agar si anak mendapatkan ilmu dan pendidikan yang baik.

Sebagai orang tua, bukan berarti kita tidak bisa memberikan ilmu kepada anak. Bisa, pasti bisa, dan saya yakin bisa lebih baik. Tetapi, menurut saya, anak dimasukkan ke sekolah karena :

1. Sudah jelas bahwa sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu.

2. Cara mendidik anak sudah jelas ada metodenya, yang mana orang tua tidak memilikinya.

3. Guru-gurunya sudah terdidik agar menjadi pendidik yang baik.

4. Berbagi tugas antara peran orang tua dan guru.

Kembali ke pokok pembahasan yaa.. Jika tujuan bersekolah adalah untuk mendapatkan ilmu sebagai bekal si anak mengarungi samudera kehidupan, rasanya tidak perlu ada pembandingan kepandaian anak per anak. Sebagai orang tua kita pasti sudah mengerti apa kelebihan dan kekurangan anak kita. Sedangkan di sekolah, kemungkinan besar guru hanya melihat dari sisi akademis atau hanya melihat nilai-nilai dari setiap tes/ujian.

Saya pernah sekolah. Selama SD dan SMP saya selalu juara 1. Di SMA saya masih masuk tiga besar, tapi sempat drop satu kali di peringkat 25 ketika di kelas 2 hehehe…

Ketika jaman itu saya senang selalu bisa juara, tapi saya tidak sedih ketika drop ke ranking 25. Orang tua saya bangga karena saya selalu juara 1, tetapi mereka agak marah ketika saya drop ke ranking 25 tersebut.

Baru sekarang saya merasakan bahwa ternyata menjadi juara terus itu menjadi beban juga. Bagi diri sendiri rasanya tidak ada tuntutan, kecuali menuntut ilmu. Tetapi ternyata beban itu adalah untuk orang-orang di sekitar saya. Saya menjaga posisi peringkat saya agar orang-orang di sekitar saya senang dan bangga.

Sekarang saya punya anak satu, laki-laki. Bersekolah di sekolah yang bisa dibilang sekolah favorit. Sejak kelas satu ia tidak pernah masuk 3 besar, sudah bagus kadang-kadang bisa masuk di 10 besar. Mengaca dari pengalaman masa sekolah saya dulu, maka saya tidak pernah memaksa anak saya untuk masuk 3 besar. Saya dan suami tidak ingin membebani anak. Biar ia tumbuh menjadi anak yang ceria tanpa beban, sesuai dengan usianya. Kami cukup mengarahkan, membimbing, dan membekalinya agar menjadi anak yang tumbuh kuat menghadapi tantangan jaman.

Jadi, ranking itu penting atau tidak? Jika dalam sebuah kompetisi, iya itu penting sekali. Tapi jika dalam dunia pendidikan, tolonggg.. setiap anak punya kelebihan masing-masing yang tidak bisa diukur dengan angka nilai akademis. Sekolah kehidupanlah yang akan menjadikan seorang anak kelak menjadi apa 🙂

Selamat pagi !!!

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
aku & keluarga , ,

1 comment


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *