Manfaat Game

Hari ini di Klasika Kompas ada artikel mengenai manfaat video game. Selama ini dimana-mana cenderung menganggap bahwa video game itu membuat anak menjadi bodoh. Sehingga banyak orangtua yang menjauhkan anak dari video game. Namun disini, Kompas membahas video game untuk anak dari sisi yang berbeda. Saya dan suami termasuk ortu yang tidak mensterilkan anak dari video game. Jaman sekarang kalo anak disterilkan justru bahaya, karena bisa-bisa si anak mencari tahu di belakang kita alias tanpa sepengetahuan kita. Nah… tugas ortu nih mendampingi dan mengarahkan supaya video game tidak mengganggu kewajibannya sebagai siswa dan anak. Bukankah demikian?

Sebagai arsip, saya pengin menulis ulang apa yang Kompas tuliskan tersebut (sebelum korannya dikilokan hehe..). Anda ga punya Kompas? Yukkk..baca disini ya.. 🙂

Anda sebagai orang tua perlu cerdas mengalokasikan waktu bagi anak untuk memainkan video game. Alasannya sederhana, ada beberapa manfaat yang bisa ditarik dari permainan video game. Menurut Samuel Henry dalam buku Cerdas dengan Game, manfaat permainan video game di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Memainkan video game membuat anak mengenal teknologi komputer. Saat memainkan video game, anak harus mengoperasikan sistem dalam komputer. Anak pun perlu mengenal istilah-istilah bahasa Inggris yang digunakan dalam pengoperasian game. Secara tidak langsung, hal ini membuat anak terdorong untuk menguasai bahasa Inggris.

2. Game dapat memberikan pelajaran dalam hal mengikuti pengarahan dan aturan. Sebelum memainkan game, seseorang perlu melalui sejumlah proses. Misalnya, memilih opsi suara, bahasa, dan efek-efek lainnya.

20131231_1033323. Sejumlah game dapat melatih kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah dan logika. Beberapa game bahkan mengasah kemampuan daya ingat seseorang. Misalnya, dalam game adventure, seseorang harus memainkan karakter agar kembali ke lokasi pertama kali menemukan harta karun.

4. Game menyediakan latihan penggunaan saraf motorik dan kemampuan spasial. Saat memainkan game duel antara dua karakter, seseorang harus mempunyai kecepatan dalam menggerakkan atau memencet tombol untuk menghasilkan gerakan-gerakan yang dapat merubuhkan lawan. Jika kalah cepat, ia sendiri akan dijatuhkan lawan. Inilah yang disebut dengan mengasah kemampuan motorik.

5. Game menjadi sarana keakraban dan interaksi antara orangtua dan anak ketika bermain bersama. Dengan bermain video game bersama anak, orangtua juga bisa sekalian mengawasi permainan anak. Tidak hanya dengan orangtua, anak pun bisa memainkan video game dengan saudara dan teman-temannya. Dari sinilah terjalin keakraban dan proses sosialisasi.

20140301_2105416. Game memperkenalkan teknologi dan fitur-fiturnya. Ya, game memberikan salah satu jejak teknologi. Saat ini, kita tidak lagi mengenal Sega Mega Drive dan Nintendo 64. Namun, Sono Playstation 5 atau XboX justru lebih populer. Ini adalah beberapa contohnya. Permainan teknologi lawas telah ditinggalkan dan diganti dengan teknologi terbaru.

7. Game menghibur dan menyenangkan. Permainan ini bisa dilakukan di sela-sela jam belajar untuk mengurangi kejenuhan dan ketegangan. Game memang bisa menyegarkan otak yang sibuk dan lelah.

20140413_110836Meskipun permainan video game mempunyai sisi positif, orangtua tidak selayaknya lepas tangan. Pengawasan pun tidak hanya berkisar pada pembuatan jadwal bermain game dan belajar atau menemani anak bermain game. Orangtua bisa menjalin komitmen dari awal agar anak memainkan video game setelah belajar. Jenis game yang diunduh dari internet atau yang dibeli melalui situs tertentu pun sebaiknya disesuaikan dengan usia tumbuh kembang anak.

Demikian…semoga bermanfaat !! 🙂

:: Foto-foto koleksi pribadi

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
aku & keluarga , , ,

2 comments


  1. game bisa bermanfaat asal jangan kebablasan pemakaiannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*