Mata Lelah (Asthenophia)

asthenophiaDua bulan yang lalu saya sempat posting tentang mata saya disini. Nah berikut ini informasi yang saya dapatkan dari RS YAP sehubungan dengan keluhan yang pernah saya alami tersebut. Semoga bermanfaat!

Mata lelah (asthenophia) adalah kondisi mata yang tidak nyaman. Sedangkan definisi  Asthenophia adalah sekumpulan gejala yang menyebabkan terjadinya KELELAHAN MATA. Keluhan ini umumnya diakibatkan karena penggunaan mata untuk penglihatan dekat berlebihan, yang mengakibatkan ketegangan otot cylliaris atau otot penggerak mata (otot ekstra okuler).

Kumpulan gejala Asthenophia antara lain:
1. Rasa lelah dan perasaan tidak nyaman di sekitar mata.
2. Terkadang ada rasa sakit di sekitar mata dan sekitarnya bahkan sampai ada rasa sakit kepala.
3. Dapat disertai penglihatan kabur, penglihatan redup, mata berair, silau, terkadang ada mata merah, mata menjadi lebih sensitif seperti gatal di kelopak mata atau ada rasa panas atau terbakar.
4. Keadaan tambah buruk di waktu malam dengan kondisi penderita lelah dan pencahayaan yang kurang.
5. Beberapa pasien mengeluh adanya rasa pusing, gejala vertigo bahkan sampai ke penglihatan ganda/double atau diplopia.
6. Ada pula gejala kelainan syaraf seperti mual, muntah, dahi sering berkerut atau mata sering berkedip bahkan sampai migrain.

Ada 3 macam Asthenophia:
1. Asthenophia akomodative: Adanya kelelahan otot ciliaris karena adanya gangguan tajam penglihatan mata atau Ametropia, misalnya Astigmatism, himermetrop, miop dan presbiop.
2. Asthenophia muscularis: Tidak seimbangnya gerakan otot-otot sekitar bola mata, misalnya pada pasien emetrop dengan heterophorie.
3. Asthenophia neurasthenic: Adanya gangguan syaraf, terdapat pada pasien emetrop atau ametropia yang terkoreksi baik atau bahkan sudah diterapi keadaan heteroporinya, atau convalensent.

Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan orthoptik dan opthalmology, yaitu mulai dari:
1. Pemeriksaan tajam bola mata dan dilakukan koreksi maksimal.
2. Pemeriksaan keseimbangan otot penggerak mata atau pemeriksaan mata juling.
3. Pemeriksaan segment anterior dan posterior.
4. Pemeriksaan tekanan bola mata.

Diagnosa:
1. Akomodative insufisiency
2. Cenvergency insufisiency
3. Refraktif error, misalnya Astigmatism, Hipermetrop, Myopia dan Presbiopia
4. Latent strabismus

Terapi:
1. Pemberian kacamata baca akan mengurangi 98% gangguan akomodasi, dan 94% mengurangi kelainan karena kelainan refraksi, dan heteroporie diberikan koreksi kacamata sferis, cylindris atau prisma.
2. Latihan konvergency (melatih gerakan otot mata untuk melihat dekat yaitu dengan mata pasien diminta untuk mengikuti gerakan jari dari depan mata jarak +/- 30 cm digerakkan mendekati arah pangkal hidung pasien.
3. Diatur lama waktu melihat dekat, setiap 2 jam diistirahatkan selama 20-30 menit untuk melihat jauh.
4. Pemberian tetesmata penyegar.
5. Pemberian vitamin untuk syaraf dan otot mata (mengandung vitamin Neurotopik).

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
just blogging , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *