Dedikasi & Konsekuensi

“Wahhhh… enak yaaa gajinya dobel, jam kerjanya fleksibel.”

“Iyaaa… alhamdulillah.”

Semua orang juga pasti pengin merasakan seperti itu. Kerja tidak terikat jam kerja, gaji lumayan. Bisa kerja di beberapa tempat pula.

Tapi orang hanya tahu hasil. Mereka tidak pernah tahu apa saja proses yang pernah saya jalani. Mulai dari job training, kemudian naik level jadi asisten, kemudian naik level jadi pemegang salah satu jabatan kunci.

Jadi, buah yang saya petik sekarang adalah hasil dari merawat apa yang sudah saya tanam. Menjadi seorang karyawan, saya hanya bisa melakukan yang terbaik yang saya mampu. Selagi tenaga dan pikiran saya masih bermanfaat disitu maka saya akan mendedikasikan segala kemampuan saya.

Alhamdulillah saya bukan tipe kutu loncat alias gonta-ganti pekerjaan karena mau gaji lebih gede. Saya tipe yang setia dengan satu hal, jika sudah cocok, gak akan tergoda ke lainnya. Daripada loncat sana loncat sini, saya memilih tetap mendedikasikan kapabilitas saya disini sambil mengerjakan bisnis sendiri (bukan bisnisnya big boss). Hidup menjadi lebih hidup 🙂

Nahhh.. selain karena dedikasi tadi, ada konsekuensi yang harus saya tanggung. Yaitu harus ready 24 jam! Maksudnya, pekerjaan bisa datang secara remote (by email/SMS/WA/telpon) setiap saat hehehhe… sehingga HP gak boleh mati. It’s OK, I can accept it as long as I have time for my own business 🙂

Jadi, kerja di 3 kantor bisa jalan dengan baik, bisnis juga jalan :). Gaji dobel eh tripel? Alhamdulillah 😉

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
just blogging

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *