Bu, Aku tu Mengurangi Makan..

Pada suatu hari, suami saya bilang: “Itu Satria seharian gak makan. Kalo ga disuruh gak makan.” Hmmm… PR deh untuk ibunya Satria yaitu nanya dan ngingetin supaya makan teratur seperti biasanya. Pun jangan jajan, tapi makan apa yang dimasak ayah. Hehehe.. jangan kaget yaaa.. emang tukang masaknya suami saya. He’s a chef 🙂

Trusss… malam harinya pas mau tidur Satria cerita,”Bu, aku tu memang mengurangi makan karena aku ‘kan mau tanding silat, nah beratku gak boleh lebih dari 47 kilo.” Ooooo… baru deh ibunya ini ngeh masalahnya. Sayangnya, Satria gak mau bilang ke ayahnya, karena kadang jadi serba salah hehehehe.. Setelah tahu, baru deh saya jelaskan ke suami. Dan kemudian kami mendukung program Satria. Mendukung dalam arti bukan membiarkan dia lantas gak makan, tapi mengarahkan musti gimana-gimananya supaya berat badan stabil di bawah 47 kg tapi tetep sehat.

Iyaaa… akhir bulan ini Satria maju tanding silat Tapak Suci di Sleman. Kalo tidak salah sih Bupati Cup. Satria masuk kelompok BB 47 kg, kalo kurang atau lebih akan didiskualifikasi. Menurunkan ke bawah 47 kg itu bukan hal yang mudah, tapi menaikkannya itu mudah banget.

Menjelang tanding kemarin saya makin paham tentang Satria. Dia itu kalo sudah sampai pada titik poinnya, ternyata melakukan persiapan sendiri dengan penuh tanggung jawab. Mengurangi makan menurut saya adalah perjuangan bagi seorang Satria. Kenapa? Karena sebenarnya Satria ini makannya banyak. Sekali makan bisa 2-3 porsi, ludes! Maklumlah usianya sekitar 14 tahun, saatnya “semego” alias makan banyak, apalagi dia gak suka ngemil.

Karena itulah, setelah tahu tujuannya mengurangi makan, maka sekali lagi kami hanya bisa mendukungnya. Oiyaaa… sampai hari kemarin Satria lolos masuk ke final. Doakan yaaa hari ini Satria jadi juara 🙂

About Wiwin Pratiwanggini

Independent Oriflame Consultant | A Working Mom | A Blogger | Owner PakBossCatering | Training Consultant
just blogging

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*