Penutupan Kartu Kredit

Dulu saya pernah posting tentang gunting kartu kredit dan kembali ke titik nol. Ketika itu, belum semua kartu kredit saya (3 buah) 100% ditutup, karena masih menyelesaikan sisa-sisa cicilan. Alhamdulillah setelah saya niatkan untuk menyelesaikan semua urusan, satu per satu mulai 100% ditutup.

Lega saya ketika terima email dari bank penerbit yang subyeknya: “Penutupan Kartu Kredit”. Satu kata terucap: “Alhamdulillah.” Akhirnya beres juga. Tinggal nunggu yang lainnya, insyaallah sebentar lagi 🙂

Dulu pas awal-awal kartu kredit diblokir, ada sedikit merasa kesulitan untuk urusan pembayaran online jika sedang membutuhkan booking hotel, tiket dan lain-lain. Tapi lama-lama saya menjadi terbiasa. Kalo pun butuh banget pembayaran dengan kartu kredit, saya pinjam milik si boss atau teman sekantor. Karena memang tidak semua merchant bisa menerima pembayaran melalui ATM atau transfer, apalagi merchant-merchant yang berada di luar negeri.

Punya kartu kredit itu enak, tapi ternyata hidup tanpa kartu kredit itu memang lebih enakkkkk! Enggak tergoda untuk memudahkan segala urusan dengan menggunakan kartu kredit. Enggak terbebani oleh iuran bulanan atau tahunan. Enggak terbebani oleh beban bunga jika pembayaran tidak full. Pokoknya enggak kepikiran utang dehhhhh..

 

0 View

Author: Wiwin Pratiwanggini

Ibu dari 2 anak laki-laki (Satria & Dimas). Tinggal di Yogyakarta. Suka jalan-jalan. Suka membaca. Suka menulis. Ngeblog untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *