Memilih Kosmetik Aman (Bukan Abal-Abal)

Jaman sekarang mencari kosmetik yang aman itu tidak mudah. Apalagi jika tidak mengetahui informasi tentang kosmetik, bisa-bisa menjadi makanan empuk iklan-iklan kosmetik. Kalau belum terlanjur beli-beli kosmetik, saran saya sih cari informasi dulu yang benar mengenai cara memilih kosmetik aman (bukan abal-abal). Informasi bisa didapatkan di belantara internet, dari buku-buku, atau bisa juga bertanya kepada para konsultan kosmetik (beauty consultant) bukan penjual kosmetik.

Flashback pengalaman saya sendiri aja dehhh.. Jaman dulu, sebelum tahu ilmu tentang perkosmetikan, saya termasuk konsumen yang mudah termakan iklan. Tapi alhamdulillah saya terselamatkan oleh kondisi keuangan yang belum pantas untuk beli-beli kosmetik mahal hehehe.. Jadi dulu kalo beli kosmetik biasanya yang murah meriah saja, yang banyak dipajang di etalase supermarket. Ada kalanya beli karena butuh, tapi pernah juga beli karena tergoda setelah melihat iklannya di televisi. Gegara ga ngerti kosmetik, dulu selalu asal pakai. Asal kemasannya bagus atau asal harum, padahal sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan kulit wajah dan kulit tubuh.

Sejak sekitar akhir April 2007, saya mulai belajar tentang kosmetik. Kosmetik itu tidak hanya seputar poles-poles wajah semacam make-up. Tetapi kosmetik itu meliputi seluruh tubuh, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Shampoo, sabun mandi, pasta gigi, facial wash, toner, krim kaki, dan lain sebagainya, itu adalah kosmetik. Jadi, menurut saya, kosmetik itu terdiri dari produk yang dipakai untuk menjaga kesehatan kulit dan mempercantik pemakainya.

Menurut Peraturan Kepala BPOM RI No. Nomor 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, bahwa kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar), atau gigi dan membran mukosa mulut, terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

Setelah tahu ilmu berkosmetik, saya jadi tahu produk macam apa yang cocok untuk jenis kulit wajah saya, produk pelembab tubuh yang mana cocok untuk kulit tubuh saya, make-up seperti apa yang bisa nempel di wajah saya, dan sebagainya. Sehingga tidak salah produk lagi. Dengan demikian kulit wajah dan tubuh jadi sehat terawat karena menggunakan produk kosmetik yang aman dan tepat.

Sekarang setiap jalan-jalan ke supermarket atau ke mall, ketika melewati counter-counter kosmetik, saya tidak tergoda lagi. Lewat ya lewat saja hehehe.. maaf yaaaa, mba-mba pramuniaga..

Yang dijual di counter-counter supermarket dan mall-mall rata-rata adalah kosmetik yang bermerk atau bisa dibilang bukan kosmetik abal-abal, walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa bisa jadi ada juga terselip produk-produk abal-abal. Tetapi bagaimana dengan yang di jual di toko kosmetik atau di toko-toko online atau bahkan di klinik-klinik kecantikan?

Banyak produk kosmetik beredar tanpa ijin BPOM dan mereka mengandung merkuri, hidrokinon, asam retinoat, dan resorsinol. Merkuri adalah bahan terlarang dalam kosmetik. Tingkat radiasinya yang tinggi menjadikan bahan ini sebagai salah satu faktor pemicu kanker. Sedangkan hidrokuinon memang digunakan untuk pemutih kulit namun penggunaannya harus dengan resep dokter. Penggunaan berlebihan akan memicu iritasi kulit. Sementara itu penggunaan asam retinoat dikhawatirkan akan mengikis permukaan kulit. Penggunaan bahan ini harus dengan resep dokter, bahkan bahan ini tidak boleh dipakai dalam obat karena bisa menimbulkan cacat janin.

Nah.. dengan mengetahui efek negatif dari beberapa bahan berbahaya yang ternyata banyak digunakan untuk membuat kosmetik tanpa ijin BPOM, alangkah bijak jika kita mempelajari dulu apa saja kosmetik yang kita butuhkan. Misalnya merknya apa, bahannya apa, dan sebagainya.

Kosmetik dikatakan aman jika memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 18 Tahun 2015  tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika ini bisa menjadi acuan/referensi.

Nah, berikut ini beberapa cara agar dapat memilah dan memilih kosmetik yang terjamin keamanan dan kualitasnya.

1. Utamakan produk kosmetik yang berlabel halal. Di negara yang mayoritas muslim, biasanya label halal ini sangat penting.

2. Lihat sertifikasi produk, apakah produk tersebut terdaftar di BPOM, biasanya ada di setiap kemasan. Kosmetik produk lokal label awalnya adalah CD, sedangkan kosmetik impor label awalnya adalah CL.

3. Lihat apakah ada tanggal kadaluwarsa (expire date) dari produk tersebut. Ini penting karena berhubungan dengan umur efektif dan kualitas produk tersebut.

4. Lihat apakah mencantumkan nama dan alamat produksi. Ada juga yang lengkap dengan mencantumkan nomor telepon jika ada komplain atau pengaduan dari konsumen.

5. Lihat apakah mencantumkan cara atau langkah-langkah pemakaian produk kosmetik tersebut.

6. Lihat komposisi bahan yang terkandung di dalamnya, apakah menggunakan bahan yang berbahaya, misalnya merkuri (Hg), hidroquinon, pewarna sintetis yang biasa dipakai untuk tekstil, dan lain-lain.

Jadi, sebelum memutuskan membeli kosmetik, ada baiknya mempelajari dulu apakah kosmetik tersebut benar-benar aman dan berkualitas. Kita menggunakan kosmetik adalah untuk merawat tubuh, bukan untuk merusaknya. Jangan sampai keawaman kita terhadap kosmetik menjadi sasaran empuk produsen kosmetik yang tidak bertanggung jawab.

Semoga sharing saya tentang memilih kosmetik aman (bukan abal-abal) kali ini bermanfaat.

 

Facebook Comments

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner "Pak Boss Catering" & "Kedai Pak Boss"
beauty, tips cantik

1 comment


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *