Saat Jatuh Sakit

Saat-saat paling tidak enak adalah saat jatuh sakit. Bagaimana bisa enak? Makan minum tidak enak, emosi tak teratur, tidak bisa beraktivitas dengan baik, dan lain-lain. Yang paling membuat saya menderita di saat jatuh sakit adalah tidak produktif.

Jujur saja saya memang jarang sekali sakit. Apalagi sejak tinggal di rumah yang kami tempati sekarang. Sudah 4 tahun kami menempatinya. Tidak hanya saya, tetapi suami dan anak juga senantiasa sehat.

Biasanya saya akan jatuh sakit ketika sudah benar-benar terlalu capek. Terlalu capeknya karena terforsir oleh beberapa pekerjaan yang semuanya minta cepat kelar. Sakitnya pun bukan sakit yang parah yang sampaj harus diopname di rumah sakit, bukan. Istilah awamnya sih masuk angin. Biarpun hanya masuk angin, namun itu lumayan mengganggu lhooo, bener-bener bikin kacau semuanya.

Sejak kelahiran anak kedua yang sekarang sudah berusia 4 bulan, baru sekali saya jatuh sakit. Sekali lagi sakitnya masih tergolong masuk angin. Rasanya jangan ditanya ya.. Semua badan terasa sakit, kepala bagian belakang juga rasanya nyut-nyutan, leher belakang rasanya tegang, ditambah demam. Sedih karena gak bisa ngapa-ngapain. Hanya berbaring di tempat tidur. Beruntung baby Dimas tidak rewel, masih banyak boboknya ketika itu.

Agar cepat sembuh, saya berusaha untuk banyak istirahat, menjauhkan diri dari gadget, juga makan yang banyak dan cukup bergizi. Memperbaiki pola makan. Mencoba untuk tidak menyentuh obat apapun.. hehehe… Sayangnya tetap tidak berkurang 🙁

Sebenarnya saya pengin dikerokin, tapi suami saya tidak bisa dan pas asisten rumah tangga sedang cuti. Saking gak kuatnya, saya minta ibu (neneknya anak-anak) untuk datang ke rumah ngerokin saya. Saya langsung membayangkan betapa ringannya badan saya nanti setelah dikerokin.

Sebelum datang ke rumah, ibu menelepon saya dan menanyakan bagaimana keadaan saya. Saya ceritakan semuanya. Lalu ibu menyarankan saya untuk minum Paracetamol dulu. Kebetulan di rumah adanya Panadol. Saya minum satu tablet saja. Beberapa saat kemudian langsung saya bisa berkeringat dan badan terasa ringan. Saya bisa turun dari tempat tidur sambil membawa baby Dimas duduk-duduk di teras depan rumah. Subhanallah.. beberapa saat kemudian bapak dan ibu saya datang.

Entah kenapa sejak masih remaja dulu, di saat-saat jatuh sakit, saya selalu menginginkan ibu ada di samping saya. Kebetulan memang sejak usia 12 tahun saya sudah hidup terpisah dari ibu, karena saya harus tinggal dengan keluarga paman sampai lulus SMA dan kemudian saya tinggal indekost sendiri setelah SMA sampai menikah karena saya bekerja di kota. Saya jadi membayangkan, jangan-jangan anak-anak saya pun nantinya demikian, yaitu pengin ada ibu disampingnya di saat sedang jatuh sakit. Kalo sudah begitu, saya hanya bisa berdoa semoga saya senantiasa diberi kesehatan sehingga bisa merawat anak-anak dengan baik serta bisa beraktivitas dan produktif. Juga, saya akan senantiasa berdoa agar anak-anak saya diberi kesehatan terutama ketika sedang berada jauh dari saya.

Ahhh… kalo ngomongin saat jatuh sakit ya gitu tadi, seolah-olah itu adalah bentuk kerinduan saya kepada ibu, rindu akan belaiannya 🙂

 

Facebook Comments

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner "Pak Boss Catering" & "Kedai Pak Boss"
tips sehat ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *