Kreativitas Pengrajin Tas Selempang Wanita Menghadapi Tantangan Zaman

tas selempang wanita

Tas Selempang Oval Punduk (sumber: qlapa.com)

Tas selempang wanita handmade lokal punya beragam desain kreatif di pasaran loh. Salah satunya tas selempang oval punduk.

Model tas selempang kekinian dari bahan dan bentuk yang unik

Produk kerajinan yang satu ini berbentuk oval dan ada tali panjangnya. Tas selempang ini dibuat dari rumput gunung yang dianyam oleh pengrajin di Lombok. Sekilas sling bag ini kelihatan seperti kotak bekal. Kalau Anda padukan dengan dress, hasilnya bakal manis banget.

Ada juga kerajinan sling bag yang terbuat dari rotan. Bentuknya bundar dan mempunyai tiga warna yaitu hijau, kuning, dan oranye. Sama seperti produk sebelumnya, tas selempang tersebut dianyam oleh pengrajin Lombok.

Kalau Anda punya ide kreatif lain, kenapa enggak produksi tas selempang wanita sendiri? Contoh aja nih, Wahyu Adjisetiawan, seorang pengusaha kerajinan sukses. Ia awalnya cuma bermodal 5 juta rupiah hingga labelnya beromzet miliaran rupiah.

Menggerakkan roda perekonomian keluarga melalui produk kerajinan 

Wahyu, yang fokus pada tas, mulai berbisnis sejak bangku kuliah. Awalnya, dia hanya ingin mendapat uang tambahan. Sebelumnya, dia sempat melamar untuk kerja sambilan tetapi ditolak terus sebelum akhirnya memilih berwirausaha. Dia memilih berjualan tas karena tidak ada ukuran pas menurutnya.

Usahanya terus berkembang. Tahun 2007, seorang dosen menantang Wahyu membuat proyek pengadaan 400 item yang harus dipenuhi dalam hitungan hari. Tanpa banyak berpikir ia menyanggupinya. Karena belum ada pengalaman memproduksi skala besar, Wahyu memutar otak. Dia menghubungi produsen yang mampu memenuhi permintaan tersebut. Sejak saat itu, ia mulai serius memulai bisnis.

Meskipun mengalami banyak tantangan dalam berbisnis, sekarang Wahyu berhasil membangun label yang sukses. Ia banyak memenuhi permintaan ekspor karena kualitas produknya yang dinilai baik.

Tantangan utama yang sering dihadapi para perajin tas selempang wanita

Meski punya potensi yang luar biasa besar, bukan berarti tidak ada masalah dalam industri kerajinan. Kenyataan di lapangan, banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih menggunakan produk impor daripada lokal. Ada beberapa anggapan mereka tentang produk lokal, diantaranya:

  • Produk berkualitas rendah. Banyak konsumen yang beralasan bahwa produk lokal kualitasnya rendah tetapi mahal. Jadi, mereka memilih produk luar.
  • Kemasan kurang menarik. Kemasan bisa sangat menentukan keputusan konsumen. Kebanyakan produk luar negeri rela menganggarkan modal untuk kemasan yang menarik. Sementara itu, produk Indonesia cenderung mengesampingkan hal ini dengan alasan untuk menekan harga.
  • Kurang inovasi produk. Label luar negeri seringkali memberikan pelanggannya dengan banyak inovasi. Produk lokal sendiri jarang berinovasi, malah cenderung meniru inovasi dari luar. Biasanya hal ini terjadi di industri fashion.
  • Lokasi kurang memadai. Biasanya produk luar suka membuka gerai di tempat yang strategis.

Kondisi pasar kerajinan tanah air semakin memburuk gara-gara hal ini

Preferensi pembeli Indonesia ini diperparah dengan ekspansi produk China ke Indonesia. Hal ini terjadi setelah China ASEAN Free Trade Area (CAFTA) diberlakukan. Sekarang, China bisa memasukkan produknya dengan biaya masuk 0 persen ke Indonesia.

Perjanjian ini tentu berdampak pada industri tas selempang wanita lokal. Seorang penjual Tanah Abang mengaku kalau ia lebih memilih menjual barang China daripada lokal. Alasannya adalah harga yang murah. Sekarang, 80 persen barang di Pasar Tanah Abang didominasi barang China.

Seorang pedagang mainan anak juga mengatakan hal yang sama. Ia merasa mainan anak dari China lebih awet dan tahan lama. Kini, tokonya dibanjiri mainan China. Gara-gara ini, produsen mainan lokal menurunkan 5 sampai 10 persen harga jual.

Selain motivasi, diperlukan wadah yang tepat

Orang-orang banyak yang belum sadar bahwa sebenarnya kerajinan lokal punya potensi besar. Faktanya, sektor ini sudah berkontribusi banyak untuk ekonomi nasional.

Nilai ekspor industri kerajinan tangan Indonesia naik dari tahun ke tahun. Tahun 2010, nilainya mencapai 15,5 triliun rupiah. Pada tahun 2013, naik menjadi 21,7 triliun rupiah. Kontribusi tersebut adalah yang terbesar ketiga dari sektor industri kreatif Indonesia.

Hal itu menandakan bahwa industri kerajinan lokal punya standar internasional. Produknya juga bisa bersaing di pasar internasional.

Gak cuma pasar dunia, kerajinan lokal juga populer di dalam negeri. Konsumsi berbasis rumah tangga untuk kerajinan tangan juga meningkat tiap tahun. Pada tahun 2010, besarnya hanya 110,4 triliun rupiah. Pada tahun 2013 naik menjadi 145,2 triliun rupiah.

Selain itu, minat masyarakat akan produk lokal bisa dilihat juga dari ramainya pengunjung Inacraft. Inacraft adalah pameran produk kerajinan tangan terbesar di Indonesia. Pada tahun 2014, event ini berhasil menarik 154.363 pengguna dengan total penjualan 115,7 miliar rupiah. Tahun 2015, pengunjungnya naik menjadi 166.635 orang dengan total penjualan 121,6 miliar rupiah.

Ruang online bagi perajin asli nusantara

Meskipun sudah terlihat minat masyarakat terhadap kerajinan lokal, masih ada ruang untuk terus berkembang. Salah satu cara untuk mengembangkannya adalah lewat teknologi internet. Qlapa adalah marketplace online yang menghubungkan pengrajin dan pembeli lewat internet. Jadi, hasil kerajinan di daerah bisa dipasarkan ke konsumen tanpa batasan ruang dan waktu.

Benny Fajarai dan Fransiskus Xaverius, pendiri Qlapa, melihat prospek industri kerajinan tangan. Mereka punya niat untuk membantu mengembangkannya.

sumber: qlapa.com

Saat ini, situs tersebut sudah membantu ratusan pengrajin tas selempang wanita untuk memasarkan produk. Para pengrajin tersebut pun mendapatkan peningkatan omzet yang signifikan setelah membuka lapak di sana.

Kalau penasaran, Anda bisa mengunjungi situs tersebut. Di dalamnya ada beragam jenis kerajinan tangan, mulai dari tas selempang wanita hingga perabot.

 

Facebook Comments

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner "Pak Boss Catering" & "Kedai Pak Boss"
fashion , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *