Tips Menulis Review

Gabung dengan komunitas menulis dimana di dalamnya ada mentor blogging yang kece, membuat saya selalu semangat untuk belajar menjadi blogger yang lebih baik dari hari ke hari. Kalau dulu otodidak banget sehingga tidak tahu pakem-pakemnya jika mendapat suatu job, dengan adanya mentor blogging membuat saya belajar banyak mengenai pakem-pakem serta rambu-rambu yang musti ditaati.

Beberapa hari kemarin di komunitas menulis yang saya ikuti, mba Widyanti Yuliandari, mentor blogging tersebut, membagikan ilmu yang berupa tips menulis review. Beliau mah sudah pakarnya, sudah dapat banyak job hanya dari ngeblog.

Oiyaa.. saya ini kalo belajar bisa memahaminya sambil merangkum, jadi apa yang mba Wid share di komunitas tersebut akan saya share disini juga. Selain bermanfaat untuk saya, siapa tahu bermanfaat juga untuk Anda 🙂

tips menulis review

Nahhh.. berikut ini ada 8 tips menulis review ala mba Widyanti Yuliandari, kita simak bareng yukkk… Kalo ada pertanyaan, boleh diposting di komentar yaaa, nanti saya carikan jawabannya.. halahhh…

1. Kejujuran

Tiap penulis tentu boleh banget punya ramuan yang berbeda. Ilmu yang saya dapat dari mba Wid, yang pertama dan utama dalam menulis review adalah kejujuran.

Contoh:
Udah lama banget saya pengin nyobain skincare yang berupa essence. Maklum, usia udah mendekati usia cantik, sepertinya harus lebih perhatian ke skincare daripada make-up. Eh… Pas jalan di mall, ternyata brand blablabla lagi diskon. Ya udah, beli aja sekalian.

Padahal…. padahal nih, skincare yang diceritakan itu ternyata boleh dikasih oleh klien. Nah…!

2. Positif dan Santun

Sebaiknya selalu berusaha membuat review positif. Lho, apa enggak boleh mengemukakan kekurangan produk? Boleh dong. Tapi sebaiknya dikemas dalam bentuk saran atau harapan. Pokoknya hindari banget kritik apalagi caci maki. Ini berlaku buat semua review, baik berbayar maupun dibuat secara sukarela.

Coba bandingkan:

Contoh 1:
Aku enggak suka banget kemasannya. Udah ringkih, terlihat norak pula.

Contoh 2:
Aku suka bedak ini, coveragenya bagus. Selain itu pilihan warnanya sangat banyak. Tapi rasanya akan jauh lebih baik jika packagingnya dibuat lebih cantik dengan bahan lebih kuat. Jadi, bakal lebih cinta untuk membawanya kemana-mana.

Nah, kalau Anda jadi pihak brand, mana yang Anda pilih?

3. Tidak Menulis Kekurangan Produk Tidak Sama Dengan Bohong

Ini kadang menjadi dilema. Kalau ranahnya udah job dan di dalam kontrak disebutkan bahwa blogger harus membuat review positif, maka sebaiknya kita fokus pada kelebihan produk saja. Semua produk pasti ada kekurangannya, iya ‘kan? Nah kalau memang di dalam kontrak tersebut kita tidak diperkenankan memuat itu, ya fokus pada yang positif aja.

Walau ini sih sebenarnya pilihan. Ada juga blogger yang memilih tetap selalu membahas plus dan minusnya. Jika ini job dan Anda dibayar, pastikan sudah disetujui klien. Rumus utamanya adalah, selalu kemas dengan santun.

4. Foto Terbaik

Jika kita berada pada posisi sebagai brand, tentu lebih senang jika produk kita tampil cantik. Siapa sih yang suka melihat produknya terfoto remang-remang dalam blogpost?

Anda tentu tak harus memaksakan punya peralatan tempur tercanggih. Pakai saja yang ada dengan optimal. Kamera digital biasa, atau kamera HP juga bisa menghasilkan foto lumayan kok. Asal tahu caranya.

5. Sentuhan Personal

Jangan lupa, review adalah berdasar pengalaman kita. Jadi sah-sah aja kalau berbeda dengan milik blogger lain. Jangan takut berbeda. Sampaikan saja dengan santun. Bagaimana kalau ternyata hasilnya kurang memuaskan? Sampaikan berdasar kondisi Anda. Jika memungkinkan, beri tips mengantisipasi pengalaman yang kurang bagus tersebut.

Misal begini:
Di bibir saya, lipstick matte ini kurang bagus nempelnya, mungkin karena kondisi bibir yang cenderung kering. Jika Anda memiliki tipe bibir yang sama dengan saya, bisa coba cara ini: mulailah selalu dengan menggunakan lipbalm, segera setelah mandi.

6. Ingat, Kita Turut Bertanggung Jawab

Ini sih pilihan pribadi, tetapi memilih produk yang akan kita review juga penting banget. Misalnya tak akan mereview produk yang sekiranya tak akan dipakai. Contoh: susu formula, produk asuransi, dan cukup banyak deretan produk yang biasanya pada dihindari.

Sebaiknya juga berhati-hati dalam mengecek legalitas produk. Untuk skincare salah satunya perlu bernomor registrasi BPOM. Sah-sah saja koq menolak review produk suplemen yang tanpa registrasi BPOM. Bagi seorang blogger, penting menjaga keselamatan pembaca, jauh lebih berarti daripada fee review. Hati-hati juga terhadap produk abal-abal, semacam pemutih, dan lain-lain.

7. Informatif

Jangan lupa mencantumkan informasi seperti: dimana bisa dibeli, berapa harganya, seberapa besar kemasannya, dan lain-lain.

8. Closing Yang Manis

Ini juga selera pribadi, semua terserah pada Anda. Ada yang lebih nyaman membuat closing yang tidak “hard”, yaitu closing yang mengajak untuk mencoba, tetapi tidak mendikte.

Contoh 1:
Ini gadget top banget, Anda harus coba.

Contoh 2:
Jika Anda sedang mencari gadget 1 jutaan dengan kamera cukup mumpuni, Zen****G* ini rasanya patut diperhitungkan.

Yang mana gaya Anda?

Nahhh.. demikian tadi 8 tips menulis review ala mba Widyanti Yuliandari. Selanjutnya makin pede nihhh jika dapat job untuk mereview produk karena sudah punya ilmunya. Tinggal dipraktekkan.

 

Facebook Comments

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner "Pak Boss Catering" & "Kedai Pak Boss"
tips blog , , , , , ,

2 comments


  1. Hastira

    makasih sharingnya ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *