Tumbuh Kembang Dimas: 9 Bulan yang Menakjubkan

Tidak terasa usia Dimas sudah 9 bulan tepat pada 1 Juli 2018 ini. Segala payah selama hamil dan menjelang lahiran, sirna sudah, tiada rasa yang tersisa. Hari-hari selalu diwarnai oleh keceriaan Dimas. Bahagia kami bisa berkumpul berempat. Dimas tinggal pilih mau main dengan siapa, tinggal pilih minta digendong siapa.

Hingga usia 9 bulan ini, alhamdulillah sudah 3 kali Dimas terserang pilek. Tentu saja awal-awal pilek disertai dengan sedikit demam yang hanya sekitar 37,5 derajat Celcius. Demam berat alhamdulillah selama 9 bulan ini tidak pernah dialami oleh Dimas.

Derita pilek yang pertama sudah pernah saya ceritakan di blog ini.

Pilek yang kedua dialami pada bulan Mei 2018 kemarin, di usianya yang ke-7 bulan. Payahnya, yang membuat saya khawatir, ketika itu pileknya disertai biduran. Di beberapa tempat di bagian tubuhnya bentol merah-merah, berpindah-pindah pula. Hebatnya, Dimas enggak pernah menggaruk-garuk itu biduran. Padahal saya tahu banget gimana gatalnya ketika biduran. Karena Saya tidak tahu penanganan untuk bayi biduran, terpaksalah saya bawa Dimas ke dokter spesialis anak di RS Hermina. Pulang-pulang dikasih obat, Cetirizine, yang harganya lumayan mahal hehehe.. Alhamdulillah obat tersebut hanya cukup saya berikan satu kali ke Dimas karena setelah itu bidurannya selesai.

Cetirizine

9 bulan yang menakjubkan

Tetap bermain meskipun pilek dan biduran

Pilek ketiga baru-baru ini terjadi, berawal bertepatan dengan libur nasional dalam rangka pilkada kemarin. Bersyukur Saya libur sehari sehingga bisa menemani Dimas yang kala itu pileknya baru mulai. Hehehe… Lumayan rewel sih.. tapi relatif aman. Alhamdulillah malamnya bisa tidur nyenyak hingga besoknya belum bangun sampai waktunya saya berangkat kerja. Saat ini pileknya masih sedikit, tapi sudah tidak mengganggu aktivitas Dan keceriaannya.

Berdasarkan tulisan bidan di buku KIA, harusnya 1 Juli ini adalah jadwalnya Dimas imunisasi MR. Iya, pagi-pagi Saya bawa Dimas ke tempat praktek bidan Dini Melani, sayangnya vaksin MR disana sedang kosong. Alhasil nunggu deh sampai tanggal 5 Agustus nanti. Akhirnya disana numpang nimbang badannya Dimas saja. Yeayyyy… Berat badan Dimas sekarang 10 kg! Pantesannnn berat banget sekarang 😀

Trus, kenapa saya tulis 9 bulan yang menakjubkan? Karena ada begitu banyak hal pada diri Dimas yang membuat saya takjub. Mungkin karena kali ini saya mengasuh sendiri atas bayi saya daripada ketika punya anak pertama. Sehingga sekarang saya melihat sendiri perkembangan-perkembangan yang dialami oleh Dimas.

Di mata saya, Dimas bukan bayi lagi. Tapi Dimas adalah seorang anak kecil yang lincah, hanya saja dia belum bisa berjalan dan berbicara :). Meskipun belum ada satu tahun, tapi Dimas bisa diajak bercanda, bisa diajak ngobrol, bisa diajak kerjasama, dan lain sebagainya.

Di usianya yang pada umumnya anak-anak masih senang merangkak kesana kemari, ternyata Dimas memilih untuk belajar berdiri (rambatan). Dimas sama sekali tidak mau merangkak. Kalau pun ditaruh di bawah, dia memilih merayap dan bergerak dengan sangat cepat untuk meraih sesuatu yang berada jauh dari badannya.

Saya tahu bahwa perkembangan tiap anak berbeda-beda. Oleh karena itu saya tidak pernah membandingkannya dengan dengan anak-anak lain. Namun yang pasti, saya sangat bersyukur bisa mengikuti perkembangan Dimas dari waktu ke waktu hingga 9 bulan yang menakjubkan.

 

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner "Pak Boss Catering" & "Kedai Pak Boss"
berita keluarga, parenting ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *