Penutupan O2SN 2018 di Sasana Among Raga Yogyakarta

Anak pertama saya atlet pencak silat, sayangnya hingga kelas 3 SMP belum pernah sekali pun maju tanding di event O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional). Mungkin karena memang belum rejekinya atau mungkin juga belum layak tanding di O2SN. Ahh.. entahlah… hehehe.. Yang pasti, dulu saya sebagai ibunya belum paham tentang O2SN, ditambah lagi ayahnya juga tak paham. Akibatnya, ketika anak saya menyebut-nyebut tentang O2SN, respon kami tidak bisa menandingi semangatnya, jadilah dia pengin tapi miskin support. Ya sudahlah.. Sudah berlalu, tak perlu disesali.

Sekarang saya sudah mengenal lebih dekat tentang O2SN. Jadi, kalo nanti Dimas sudah besar dan O2SN ini masih ada, kami pasti siap mendukungnya. Lewat apa saya mengenal O2SN lebih dekat?

penutupan O2SN 2018

Penutupan O2SN. (Foto koleksi pribadi)

Bersyukur sekali hari Jum’at tanggal 21 September 2018 kemarin, mulai jam 17:30 hingga selesai, saya mendapat kesempatan menghadiri dan menyaksikan acara penutupan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) XI yang tahun 2018 ini diselenggarakan di kota Yogyakarta.

O2SN yang merupakan kependekan dari Olimpiade Olahraga Siswa Nasional adalah salah satu program dari Direktorat Pendidikan Dasar & Menengah Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Direktorat Dikdasmen Kemendikbud) yang pelaksanaannya dimulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, dan tingkat nasional. Adapun tujuan dilaksanakannya Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) ini adalah untuk memfasilitasi dan memotivasi para siswa yang mempunyai bakat di cabang olahraga, sehingga para siswa dapat meningkatkan skill dan kemampuan mereka sesuai dengan bidang yang dimiliki. Kegiatan ini sekaligus dalam upaya pembentukan sikap, mental, sportivitas, kejujuran dan rasa solidaritas yang tinggi antar sesama siswa yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan mutu pendidikan.

O2SN XI tahun 2018 ini bertema “Aktualisasi Potensi, Bakat dan Prestasi Siswa”, mempertandingkan 6 cabang olahraga, dan diikuti oleh 1938 siswa atlet dari 34 provinsi meliputi jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan PKLK.

Acara penutupan O2SN XI tahun 2018 secara resminya dimulai jam 8 malam, namun sejak jam 6 sore sudah banyak yang hadir di venue. Oiya tempat acara penutupan O2SN 2018 kali ini adalah di Sasana Among Raga di kota Yogyakarta. Nah, sebelum acara resmi dimulai, disuguhi beberapa hiburan yaitu pertunjukan musik oleh Jasmine Akustik yang menyuguhkan lagu-lagu yang lumayan bagus-bagus, dilanjutkan dengan performance dari atlet-atlet Wushu yang memang asli keren luar biasa.

Anak-anak menyanyi dan menari bersama Jasmine Akustik. (Picture by Salman Faris)

Yang seru namun membuat saya terharu adalah ketika vokalis Jasmine Akustik memanggil anak-anak maju ke atas panggung untuk menyanyi dan menari bersama. Langsung dehhhh dari semua penjuru anak-anak berlarian naik ke panggung. Kemudian mereka menyanyi dan menari dengan gembira dan penuh semangat. Ahhh.. saya bisa merasakan, betapa bahagianya mereka setelah seminggu full bertanding.

Jam 8 malam Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta Dirjen Dikdasmen Kemendikbud tiba di tempat acara. Kehadiran beliau-beliau ini diiringi oleh paduan suara siswa-siswi SD Muhammadiyah Sukonandi. Selanjutnya acara penutupan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.

Paduan Suara SD Muhammadiyah Sukonandi. (Picture by Salman Faris)

Sebelum penutupan resmi, diawali dulu dengan 2 (dua) sambutan. Sambutan yang pertama dari Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji (Kepala Dinas Dikpora Provinsi DIY) yang berisi laporan kegiatan dan diakhiri dengan menyerahkan cinderamata kepada perwakilan dari 33 provinsi. Dalam ajang O2SN tahun ini, Provinsi Bali keluar sebagai Juara Umum dengan perolehan medali 17 emas, 4 perak dan 11 perunggu. Berikut peringkat 5 besar O2SN 2018 :

  1. Bali (17 emas, 4 perak, 11 perunggu)
  2. Jawa Timur (16 emas,11 perak, 13 perunggu)
  3. Jawa Tengah (16 emas, 7 perak, 9 perunggu)
  4. Jawa Barat (14 emas, 15 perak, 16 perunggu)
  5. Daerah Istimewa Yogyakarta (11, 10 perak, 19 perunggu)

Berikutnya adalah sambutan dari Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D. (Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI). Dalam sambutannya Dirjen Dikdasmen menyampaikan bahwa ada salah satu cabang olahraga O2SN yang sampai ke tingkat internasional yaitu karate. “Tahun ini para pemenang karate mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA, akan bertanding di kejuaraan karate internasional, di Belgia, rencananya pada minggu ketiga bulan November,” jelasnya.

Akhirnya dengan mengucap syukur alhamdulillah maka O2SN XI tahun 2018 resmi ditutup oleh Gubernur DIY Sri Hamengku Buwono X pada malam hari tersebut, Jum’at 21 September 2018. Dalam sambutan penutupannya, beliau menyampaikan pesan: “Selamat untuk para atlet yang memperoleh juara, terus tingkatkan prestasi-prestasi yang telah dicapai hingga tingkat internasional. Bagi atlet yang kalah tetap semangat, jadikan perlombaan ini sebagai cambuk untuk terus bangkit dan janganlah kalian berputus asa. Selamat jalan untuk para atlet sampai ke kampung halaman masing-masing.” Selanjutnya Gubernur DIY menyerahkan piala kepada peraih juara umum yaitu Provinsi Bali.

Setelah penyerahan piala kepada Juara Umum. (Picture by Salman Faris)

Sebagai acara puncak, kami semua dihibur dengan Tari Bekakak yang dipersembahkan oleh para Duta Seni Pelajar DIY. Ingat Ambarketawang Gamping, ingat Saparan, pasti ingat Bekakak 🙂 . Saparan bekakak merupakan sebuah upacara adat yang digelar oleh masyarakat Ambarketawang, Gamping, Sleman, pada setiap tahun di bulan Sapar dalam kalender Jawa, guna mengenang jasa seorang abdi ndalem kesayangan Sri Sultan HB I, yakni Ki Wirosuto. Ki Wirosuto meninggal setelah tertimpa reruntuhan batu gamping. Setelah kejadian meninggalnya Ki Wirosuto tersebut, Sri Sultan HB I memberikan titah kepada rakyat Ambarketawang, agar masyarakat menggelar saparan bekakak. Bekakak merupakan bentuk wujud sepasang manusia yang terbuat dari nasi ketan, berisi gula jawa, sebagai perwujudan Ki Wirosuto dan istrinya.

Usai perform Tari Bekakak. (foto koleksi pribadi)

Rasanya ini tidak seperti acara penutupan sebuah event karena Tari Bekakak tidak membuat hadirin ngantuk, justru membuat kami seperti tidak ingin beranjak dari tribun meskipun acara sudah resmi ditutup.

Usai sudah #SUKSESKANO2SN2018. Sampai jumpa di O2SN 2019! Dan semoga anak lanang bisa masuk atlet pencak silat O2SN jenjang SMK. Aamiin… 🙂

Referensi:
– http://dikpora.jogjaprov.go.id/o2sn/
– http://pendidikan-diy.go.id

 

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner "Pak Boss Catering" & "Kedai Pak Boss"
reportase , , , , , ,

2 comments


  1. Wah, baru tahu sejarah tentang tari Bekakak. Tapi emang keren tariannya ya, mba.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *