Shooting Acara Sentuhan Qolbu di TVRI Yogyakarta

Ceritanya ‘kan saya menjadi bagian dari komunitas Muslimah In Circle (tepatnya Koordinator Bidang Online). Sayangnya setiap kali ada pengajian rutin, saya gak pernah bisa ikut, karena: (1) tempatnya lumayan jauh dari tempat tinggal saya, dan (2) waktunya selalu bertepatan dengan hari dan jam kerja.

Suatu hari, salah satu pengurus bilang bahwa komunitas MiC bisa ikutan shooting acara Sentuhan Qolbu di TVRI Yogyakarta. Nahhh… mumpung acaranya pagi dan tempatnya sangat dekat dari tempat kerja saya, saya putuskan untuk ikutan.

Alhamdulillah saya bisa on time datang ke TVRI Yogyakarta pada hari Selasa tanggal 6 November 2018.

Untuk acara shooting ini, dresscodenya adalah gamis hitam dengan khimar abu-abu dan ungu. Khimar abu-abu dikenakan pada sesi pertama, khimar ungu dikenakan pada sesi kedua. Karena enggak punya khimar, saya beli sekalian pada pengurus, dan dibawakan pas hari H. Sedangkan untuk gamis, saya harus berusaha cari sendiri.

Berfoto bersama sebelum masuk studio

Jujur, ini adalah pertama kali saya mengenakan gamis. Pertama kali pengalaman beli gamis. Selama ini saya memang terbiasa mengenakan pakaian kasual baik di rumah, di luar rumah, maupun di tempat kerja.

Nahhhh.. pengalaman pertama kali beli gamis ini ada dramanya. Beberapa hari sebelum hari H saya beli secara online pada seseorang yang menawarkan karena melihat status Facebook saya. Karena saya tipe ga suka bertele-tele apalagi pake acara bandingin harga dari satu penjual ke penjual yang lain, maka saya langsung deal beli pada penjual tersebut. Saya transfer hari itu juga dengan garansi barang akan sampai ke alamat saya paling lambat hari Senin 5 November 2018. Oiya gamis dikirim dari Jakarta.

Sampai hari Senin sore ternyata barangnya belum datang-datang juga. Lalu saya jalankan plan B yaitu pulang kantor ke Pand’s untuk beli gamis. Beneran, pulang kantor saya bawa Satria dan Dimas ke Pand’s. Alhamdulillah dapat satu item. Dah, saya ga nanya-nanya lagi yang model lain. Sayangnya kepanjangan, tapi untunglah di Pand’s ada tukang jahit yang disediakan untuk mempermak pakaian yang dibeli disitu. Servis ini gratis lhooo…

Disela-sela saya ngurus beli gamis ini, dapat kabar bahwa ternyata orderan saya yang dari Jakarta tersebut belum dikirim sama sekali. Saya hanya bisa diam. Mau marah, untuk apa. Ga akan menyelesaikan masalah saya saat itu. Biar saja menjadi pelajaran bagi supplier dan resellernya.

Alhamdulillah akhirnya saya siap ikutan shooting Sentuhan Qolbu berkat gamis dari Pand’s. Pas hari H tiba di stasiun TVRI Yogyakarta sudah banyak teman-teman yang stand by. Hmm.. sudah pada cantik-cantik dengan balutan gamis hitam dan khimar abu-abu.

Dari jadwal sebelumnya yang saya tahu shooting dimulai jam 8 pagi, ternyata molor dan baru mulai jam 9-an. Malahan sempat diwarnai mati listrik beberapa saat hehehe.. Setelah listrik menyala, shooting segera dimulai dan alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak ada istilah take ulang. Lancar dari awal hingga akhir.

Narasumber dan host di stage

Audiens dari Muslimah in Circle Community

Hari itu ada 2 materi kajian dengan 2 narasumber yang berbeda. Satu narasumber diberikan waktu 30 menit. Dalam 30 menit tersebut ada 2 kali jeda (break).

Kajian pada sesi pertama dengan tema “Kepedulian Terhadap Ruang Publik” disampaikan oleh Prof.Dr.H.M. Machasim, Dosen Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Yogyakarta. Ruang publik disini bukan berarti hanya terbatas pada fasilitas-fasilitas untuk publik/umum. Namun ruang publik disini diartikan dengan segala hal yang berhubungan dengan orang lain, agar supaya apa yang kita lakukan atau yang kita bicarakan tidak mengganggu dan tidak merugikan orang lain. Sebagai contoh, di saat-saat sekarang dimana-mana sedang sensitif tentang pemilihan calon presiden. Nah, sebagai seorang muslimah kita harus bisa menempatkan diri ketika membicarakan hal tersebut, jangan sampai menyinggung orang lain sehingga hubungan baik menjadi retak. Secara lebih luasnya, sebagai muslimah kita musti bisa menjaga ruang publik menjadi nyaman bagi semuanya, jangan sampai pula menjadikan sebuah kebiasaan bagi sesuatu yang sebenarnya tidak tepat tetapi secara umum dibiarkan saja.

Sedangkan kajian pada sesi kedua dengan tema “Iman itu Menyehatkan, Mencerdaskan dan Membahagiakan” disampaikan oleh Dr.H. Muhammad Anis, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sebagai seorang muslimah yang beriman, biasakan untuk berbicara dengan baik, biasakan berbicara dengan memuliakan lawan bicara, berbicara pada waktu yang tepat, dan biasakan berbicara tentang hal-hal yang baik.

Bagi saya ini adalah pengalaman pertama saya shooting di studio televisi. Norak yaaa..? Biarinnn hehehe.. Sekali-sekali masuk tipi qiqiqiqi.. Beruntung di sesi pertama saya dapat tempat duduk di bagian paling depan, di tengah pula, sehingga bakalan sering-sering kesorot kamera hahaha.. Beruntung juga pas pake khimar yang abu-abu. Jujur, saya nyaman dengan khimar yang ini baik dari modelnya maupun warnanya. Sedangkan dengan khimar yang kedua, saya merasa aneh. Warnanya sih OK, tapi modelnya enggak bikin saya nyaman 😀

Ini salah satu kamera yang akan dipake untuk mensyut

Stage dan kursi audiens yang sudah disiapkan oleh crew TVRI

Kesibukan para crew TVRI

Dari pengalaman shooting tersebut, saya baru tahu bahwa ternyata studio untuk shooting tersebut tidaklah luas. Dalam satu ruangan tersebut dibuat panggung-panggung. Ada panggung untuk membaca berita. Ada panggung untuk talkshow. Ada juga panggung berisi kursi-kursi untuk tempat duduk para audiens. Sedangkan di tengah-tengah ada beberapa kamera yang siap menyorot. Dan di atas kita, ada banyak lampu-lampu sorot.

Alhamdulillah acara shooting berakhir tepat waktu sehingga saya bisa sampai ke kantor tepat jam 11 siang. Sebelum meninggalkan TVRI, saya sempat berfoto dulu, terutama dengan jeng Tutun. Hehehe.. dialah founder Muslimah In Circle, yang mengajak saya bergabung dengan menempatkan saya untuk berkontribusi dari balik layar, tepatnya saya kebagian urusan per-online-an.

Oiyaaa… program Sentuhan Qolbu yang shooting itu tadi baru akan tayang di televisi sekitar bulan Januari – Februari 2019. Jadi, harap sabar yaaa…

Berfoto bersama narasumber kajian sesi pertama

Berfoto bersama narasumber kajian sesi kedua

 

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner "Pak Boss Catering" & "Kedai Pak Boss"
lifestyle , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *