Review perjalanan hidup

Pagi tadi sebelum ke kantor dan abis mengantar Satria sekolah, aku sempat ngobrol dengan suami. Ngobrol kami lebih banyak mereview tentang perjalanan kehidupan kami. Ya kehidupan pribadi, ya kehidupan keluarga.

Jaman dulu, suamiku termasuk orang yang hidupnya mulus-mulus saja. Punya pacar juga selalu baik-baik saja. Nah… setelah hidup bersamaku, dia merasakan betapa banyak sekali kerikil-kerikil tajam dan juga goncangan-goncangan yang sempat mengombang-ambingkan kehidupannya. Betapa ketika hidup bersamaku, dia merasakan sesuatu kehidupan yang “luar biasa”. Bukan luar biasa enak dan nyaman serta mulus-mulus saja lho… tapi luar biasa beratnya perjalanan kehidupan ini.

Sedangkan aku, sejak dulu perjalanan hidupku penuh dengan godaan dan cobaan. Berkali-kali pula aku terhempas, tidak bisa menghindar dari godaan. Ketika sudah berkeluarga pun hidupku diwarnai dengan berbagai macam cobaan. Bahkan cobaan yang sangat berat pun pernah aku alami. Alhamdulillah aku tidak pernah punya pikiran untuk mengakhiri hidupku sendiri. Alhamdulillah aku selalu bisa bangkit kembali.

Dari pengalaman-pengalaman hidup yang sepertinya banyak pahitnya itu, aku dan suamiku menelaah satu demi satu. Ternyata bahwa semua itu adalah ujian atau pelajaran bagi kami untuk melangkah lebih baik. Terbukti bahwa semakin banyak kerikil-kerikil yang harus kami singkirkan, ternyata kami justru semakin bisa memahami satu sama lain. Semakin banyak cobaan-cobaan, kami justru bisa belajar lebih bijaksana.

Insyaallah.. dan ini juga menjadi harapanku, semoga benar-benar usia kepala 3 ini menjadi titik balik kehidupan kami. Benar-benar mulai dari nol lagi, dan pelan-pelan kami meniti satu demi satu tangga-tangga kehidupan.

Aku pribadi tidak pernah menuntut suamiku harus begini harus begitu, harus punya segala-galanya untuk memenuhi kebutuhanku. Tidak ! Justru aku bahagia ketika aku bisa menyalurkan hobby-ku dan kesibukan pekerjaanku (yang 2 macam), dan dia mensupport aku dari sisi lain. Anak kami juga bisa mendapat perhatian langsung dari orang tuanya, serta aku bisa kemana-mana bersama anak dan suami.

Aku tidak tahu musti seperti apa lagi aku memaknai hidupku !!

Only God knows !!!

Related Post
Rajin Membaca

Dasar ibunya sok sibuk hehehe.. akhirnya anak musti dikursusin. Seperti yang pernah aku posting beberapa waktu yang lalu tentang Satria Read more

Pendidikan untuk Satria

Hari ini hari ke-3 Satria duduk di TK B. Hmm... senang karena teman-teman dari TK A masih sekelas. Terus.. hari Read more

Desaku

Gak sengaja aku pas baca koran Seputar Indonesia edisi Kamis 5 Juni 2008, ternyata ada berita tentang desa tempat kelahiranku. Read more

Bulan penuh cobaan, Alhamdulillah !

Mungkin Allah ingin aku dan keluargaku istirahat dulu. Mungkin Allah memperingatkan kami akan sesuatu hal. Hanya Allah yang tahu keterbatasan Read more

2 thoughts on “Review perjalanan hidup”

  1. namanya hidup mba, pasti ada pasang surutnya…pasti deh ada aja masalah yang menghadang, semakin banyak masalah semakin dewasa kita menyikapinya..
    oya salam kenal juga ya..

    1. salam kenal kembali mba astien..
      iya bener banget.. semakin banyak ujian yang diberikan Allah Swt, jadinya insyaallah semakin dewasa dan semakin kuat 🙂
      Kuncinya, apapun yang terjadi, harus disyukuri dan diambil hikmahnya 🙂

Comments are closed.