Punya anak laki-laki itu belum lengkap rasanya jika belum sampai pada kewajiban mengkhitankan si anak tersebut. Fiuhhh.. sempat serasa dikejar-kejar sana sini ketika teman-teman Satria sudah pada sunat tetapi Satria belum hehehe.. Mbah Kung dan Mbah Utinya juga nanyain melulu :D. Tapi kami memang sudah punya planning koq bahwa kami akan mengkhitankan Satria ketika selesai semester ganjil kelas 5 ini.
Alhamdulillah tanpa kebanyakan perencanaan dan persiapan, begitu iseng-iseng suami saya survey ke Bogem, ehhh sahabat Satria (namanya Naufal Jabran) juga mau dikhitan barengan sama Satria. Lumayan dehhh.. sekalian kendaraannya kami bisa nunut hehe.. Tadinya udah mendaftarkan untuk khitan hari Minggu tanggal 15 Desember 2013, tapi diundur karena Satria dan Jabran harus menyelesaikan final pertandingan sepak bola dulu di sekolahnya. Kebetulan koq yaaaa.. kelas Satria melawan kelas Jabran hehehe…
Akhirnya tepat hari Selasa tanggal 17 Desember 2013, sekolah pun belum liburan, khitan benar-benar dilaksanakan. Khitan dilakukan di Juru Supit Bogem. Kami mengambil yang jam pagi. Sekitar jam 07:30 acara khitan sudah dimulai. Diawali dengan ganti pakaian dan mengenakan sarung. Serta difoto-foto sebentar oleh juru foto amatiran disana. Setelah itu langsung dipanggil masuk ruangan khitan sambil membawa kain mori selebar 1/4 meter.
Setelah acara khitan selesai, anak-anak dibaringkan di suatu ruangan. Nah saat itulah keluarga masing-masing boleh masuk sambil mendengarkan penjelasan dari pihak juru supit. Kami diberitahu cara-cara merawat si anak setelah berada di rumah, mulai dari membuka perban, mengobatinya, hingga si anak sembuh.
Alhamdulillah sekarang semua sudah selesai, Satria juga sudah sembuh, sudah bisa kemana-mana. Bahkan pas di rumah Mbah Kung hari Minggu kemarin udah bisa naik sepeda sendiri.
Melalui blog ini saya mengucapkan terimakasih atas support dan doa dari teman-teman semua, kerabat, saudara, dan semuanya yang tidak sanggup kami sebutkan satu per satu. Doakan anak kami menjadi anak yang sholeh, aamiin… 🙂
Memiliki nama lengkap Wiwin Pratiwanggini. Berprofesi sebagai ibu bekerja full-time, ibu rumah tangga (1 suami + 2 anak laki-laki), dan freelance blogger. Baginya blog adalah media menulis untuk bahagia (work-life balance). Blog ini juga terbuka untuk penawaran kerjasama. Pemilik blog bisa dihubungi melalui email atau WhatsApp. Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini.
lega rasanya kalau punya anak laki-laki udah dikhitan, ya
Bener, mba Myra…
Punya anak laki-laki itu rasanya lega ketika si anak sudah dikhitan 🙂