Interlac Probiotics: Cegah Gangguan Saluran Cerna Sejak Dini

Bertepatan dengan Hari Ibu 22 Desember 2018 kemarin saya dan beberapa teman dari Moms Blogger Community mendapatkan kesempatan menghadiri talkshow di Vinolia Baby & Kids Jalan Urip Sumoharjo Yogyakarta. Saat itu ada 2 sesi talkshow. Talkshow sesi pertama sudah saya bahas di artikel lain. Sedangkan talkshow kedua adalah membahas tentang tips menjaga kesehatan pada saluran cerna.

Talkshow sesi kedua ini disponsori oleh INTERLAC, menghadirkan narasumber dokter Intan Diana Sari dan Bapak Hadi (Brand Manager Interbat). Talkshow berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam. Dari acara talkshow ini saya mendapatkan banyak ilmu seputar saluran cerna dan hubungannya dengan kesehatan bayi dan anak. Insyaallah nih, kalo sejak bayi sudah dijaga kesehatannya, maka ketika tumbuh menuju dewasa tidak akan mudah sakit.

Sistem Saluran Cerna

Di acara talkshow ini dokter Intan menjelaskan bahwa saluran cerna yang sehat itu mampu menjaga sistem imun kita. Bagaimana bisa demikian? Mungkin selama ini kita tidak pernah tahu bahwa sebenarnya 80% dari sistem imun kita terletak di saluran cerna. Karena itulah para ahli medis sepakat bahwa saluran cerna berperan sangat penting bagi kesehatan manusia, mulai dari bayi baru lahir sampai dengan orang dewasa.

Saluran cerna yang sehat memiliki kandungan bakteri baik (probiotik) yang turut mendukung sistem imun. Kesehatan saluran cerna dapat terganggu dengan berkembangnya bakteri jahat yang diakibatkan oleh kebiasaan makan yang buruk, hygiene yang buruk, stress, diare, maupun pemakaian obat yang berlebihan. Saluran cerna yang sehat terbukti bermanfaat meningkatkan sistem imunitas kita dalam mencegah masuknya virus dan bakteri ke dalam tubuh kita.

Jadi, gak salah ‘kan kalo seringkali saya bilang bahwa segala macam penyakit itu datangnya dari perut..? Hehehe…

Saluran cerna manusia adalah saluran yang mengelola makanan dan minuman dimulai dari proses masuk, mencerna, mengabsorbsi dan melewatkan makanan serta membuang sisa makanan. Saluran cerna tersebut terdiri dari:
(1) mulut,
(2) tenggorokan,
(3) kerongkongan,
(4) lambung,
(5) usus (usus halus dan usus besar), dan
(6) anus.

Nah, fungsi dari saluran cerna itu ternyata dibantu oleh bakteri-bakteri lho, yaitu bakteri baik di dalam usus halus yang berfungsi sebagai barier pertahanan tubuh atau menjaga sistem imun, serta bakteri baik di dalam usus besar yang berfungsi dalam pembusukan makanan.

Jika bakteri jahat lebih banyak daripada bakteri baik, maka akan terjadi “dysbiosis” yaitu ketidakseimbangan mikrobiota di saluran cerna. Gejala-gejalanya adalah diare, konstipasi, kembung, bersendawa, nyeri perut, bau mulut, tinja berbau busuk, makanan tidak tercerna sempurna, mual, dan penurunan berat badan.

Gangguan Saluran Cerna pada Bayi dan Anak

Sebagai ibu yang mempunyai bayi dan anak kecil itu ternyata harus selalu waspada lho, Moms, khususnya jika ada gangguan dengan saluran pencernaan pada anak. Gangguan pencernaan yang biasanya muncul adalah:
(1) diare dimana frekuensi BAB meningkat dibanding biasanya dan feses lebih lunak dan cair,
(2) konstipasi (sembelit) dimana frekuensi BAB berkurang daripada biasanya dan feses lebih keras dan besar,
(3) gumoh pada bayi (regurgitasi) yaitu muntah ringan pada bayi yang mengeluarkan sedikit isi lambung, dan
(4) kolik pada bayi (tangisan bayi yang berlebihan).

Dalam talkshow ini dokter Intan menyebutkan bahwa ternyata rata-rata bayi berusia 0-2 tahun terserang diare 3.2 kali per tahun. Diare pada bayi ini dapat menyebabkan dehidrasi kronis, gangguan pencernaan dan malnutrisi. Asosiasi Dokter Anak (ESPGHAN) merekomendasikan penggunaan INTERLAC (L. reuteri Protectis) untuk terapi diare pada bayi dan anak. Pemberian INTERLAC terbukti klinis mempercepat penyembuhan diare (19-32 jam lebih cepat).

Nah, yang baru-baru ini saya alami adalah diare pada Dimas anak saya (ketika itu berusia 14 bulan 9 hari) hingga sampai terdiagnosa dehidrasi akut/kronis. Ya, gimana sih, Moms,  rasanya ketika si kecil tiba-tiba seharian diare? BAB encer hingga 20x lebih dalam sehari (pagi sampai sore saja), itu sungguh bikin hati saya sebagai moms rasanya remuk redam. Finally, si kecil dehidrasi, opname di rumah sakit dan tangannya tersandera oleh selang infus selama 4 hari full. Alhamdulillah sekarang sudah sehat dan sudah ceria lagi.

Bagi Moms yang memiliki bayi usia 2 minggu – 4 bulan juga musti waspada dengan gangguan saluran cerna yang disebut kolik infantil. Di Indonesia, pengertian mengenai kolik infantil masih sangat sedikit, padahal diketahui angka kejadiannya mencapai 40% bayi. Karena biasanya terjadi pada bayi usia 2 minggu hingga 4 bulan maka disebut sindrom 4 bulan. Tanda-tanda terjadinya kolik infantil adalah tangisan keras yang berlebihan dan berlangsung terus menerus. Selama keluhan berlangsung bayi terlihat kesakitan, rewel, menarik kedua tungkainya, muka merah, mengerutkan dahinya dan bising usus meningkat. Lamanya menangis 3 jam atau lebih dalam sehari, minimal 3 hari dalam seminggu, dan berlangsung setidaknya dalam satu minggu, terjadinya pada sore hari hingga tengah malam dan seringkali membuat orang tua sedih, kesal dan frustrasi. Seringkali kejadian seperti ini pada dikira bahwa bayi diganggu oleh yang tidak kelihatan. Kolik infantil ini antara lain disebabkan oleh paparan asam lambung ke kerongkongan bayi, alergi susu dan intoleransi laktosa.

Tips Menjaga Saluran Cerna

Dalam talkshow ini dokter Indira memberikan tips menjaga saluran cerna, yaitu antara lain:
(1) Cukup asupan cairan,
(2) Gizi seimbang dengan banyak konsumsi makanan berserat,
(3) Banyak bergerak,
(4) Batasi makanan berlemak,
(5) Konsumsi probiotik.

Untuk poin 1 sampai dengan 4 mungkin sudah banyak kita ketahui dan kita lakukan, tapi bagaimana dengan poin 5? Apa itu probiotik? Koq bisa dikonsumsi?

Mengenal Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat memberikan manfaat kesehatan bagi penggunanya. Menurut WHO (2002), bakteri yang memenuhi syarat Probiotik adalah Lactobacillus (disingkat L) dan Bifidobacterium (disingkat B). Contoh probiotik dari spesies Lactobacillus adalah L. reuteri, L. acidophilus, L. plantarum, L. casei subspecies rhamnosus, L. brevis, L. delbreuckii subspecies bulgaricus. Contoh probiotik dari spesies Bifidobacterium adalah B. adolescentis, B. bifidum, B. longum, B. infantis, B. breve.

Probiotik yang akan digunakan dikonsumsi oleh manusia harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Nah, syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah:
1. Bakteri yang digunakan berasal dari manusia.
2. Tidak bersifat patogen.
3. Tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu.
4. Mampu menempel pada dinding usus.
5. Menghasilkan zat antimikroba, dan meningkatkan sistem imunitas tubuh.
6. Tahan terhadap proses produksi dalam pembuatan sediaan.
7. Secara genetik stabil.

Probiotik, Prebiotik, Sinbiotik, Bakteri Baik, Bakteri Patogen

Apa bedanya Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik? Probiotik sudah saya jelaskan diatas tadi ya… Sedangkan Prebiotik adalah berbagai jenis nutrisi yang diperlukan oleh bakteri baik di dalam tubuh untuk kehidupannya. Contohnya FOS/GOS (frukto/galakto Oligosakarida) yang masuk golongan Bifidobacteria, lactulose (masuk golongan Lactobacilli). Dan Sinbiotik adalah kombinasi probiotik dan prebiotik.

Di atas tadi saya juga menyebutkan tentang bakteri baik dan bakteri jahat, apakah itu? Bakteri baik (friendly bacteria) adalah bakteri komensal. Ia berfungsi memberikan manfaat kesehatan, menstimulasi produksi antibodi, meningkatkan sistem imun, melawan toxin, alergen dan mikroorganisme berbahaya, dan membantu proses pencernaan. Bakteri patogen (unfriendly bacteria) menyebabkan kerusakan usus, menghasilkan toxin, berisiko sebabkan efek karsinogenik dan menyebabkan sakit/gangguan saluran cerna.

Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk menjaga saluran cerna kita butuh asupan dari luar untuk memenuhi kebutuhan bakteri baik bagi tubuh kita dimana asupan tersebut terdapat pada probiotik. Di Indonesia, probiotik yang terbaik terdapat pada INTERLAC.

Bagaimana dengan yoghurt? Apakah tidak cukup mengkonsumsi yoghurt saja yang kebetulan sangat mudah ditemukan di pasaran? Mungkin Moms ada pertanyaan demikian ya..

Ternyata tidak cukup lho, Moms, memenuhi kebutuhan bakteri baik hanya dengan mengkonsumsi yoghurt. Kenapa?

Karena:
1. Yoghurt mengandung macam-macam probiotik dengan jumlah yang tidak menentu, seringkali juga tidak diketahui strain probiotik apa yang terkandung di dalam yoghurt. Selain itu, yoghurt juga mempunyai kadar gula, lemak dan kalori yang cukup tinggi.
2. Tidak diketahui probiotik apa yang dikandung yoghurt, sehingga klaim kesehatan yoghurt tidak dapat divalidasi.
3. Selain tidak diketahui probiotik di dalam yoghurt, dosis efektif yang memberikan manfaat kesehatan tentunya juga tidak diketahui.
4. Probiotik di dalam yoghurt tidak memenuhi syarat sebagai Live and True Probiotic menurut WHO.

INTERLAC Probiotics

INTERLAC adalah produk lisensi dari BioGaia, Swedia, yang merupakan salah satu pelopor probiotik di dunia. INTERLAC mengandung strain probiotik Lactobacillus reuteri Protectis yang dipatenkan BioGaia, dan merupakan salah satu probiotik yang paling banyak diteliti di dunia dengan efikasi dan keamanan yang terbukti klinis.

Memilih INTERLAC berarti memilih probiotik yang teruji klinis aman dan efektif sesuai rekomendasi dokter di lebih dari 90 negara.

Produk INTERLAC sama sekali tidak mengandung bahan-bahan seperti telur, kacang, laktosa, seafood atau soya yang dapat menimbulkan reaksi alergi. INTERLAC sama sekali tidak mengandung laktosa sehingga aman dikonsumsi bagi yang lactose-intolerant.

L.reuteri adalah satu-satunya jenis Lactobacillus yang dapat ditemukan pada seluruh saluran pencernaan.

Kelebihan dan Keamanan INTERLAC

Moms mungkin sudah hafal dengan produk yoghurt yang hadir dengan berbagai macam merk ‘kan ya? Bisa jadi hanya semacam itu probiotik yang selama ini kita kenal. Padahal sebenarnya ada yang sebenar-benarnya probiotik dan itu sangat baik untuk kita yaitu INTERLAC. Nah, sekarang saya mo kasih tahu bedanya INTERLAC dengan probiotik yang beredar di pasar.

INTERLAC adalah satu-satunya probiotik dari BioGaia di Indonesia, yang merupakan pelopor probiotik di dunia. INTERLAC mengandung Lactobacillus reuteri, yang merupakan probiotik yang berasal dari tubuh manusia. Secara umum, L. reuteri bisa didapatkan bayi saat proses kelahiran normal dan dari ASI ibu. Namun, keadaan dunia modern membuat sangat sedikit populasi yang mempunyai koloni L. reuteri secara organik. Karena itu, L. reuteri Protectis di dalam INTERLAC diambil dan dikultur dari ASI ibu di suku Andes, Peru yang tidak terpapar polusi. Karena berasal dari manusia, INTERLAC sangat aman dan mudah ditolerir untuk bayi sejak lahir.

Banyak probiotik lain juga dipasarkan sebagai sinbiotik, yang mencampurkan probiotik dengan prebiotik untuk membantu pertumbuhan probiotik di dalam tubuh. INTERLAC tidak mengandung prebiotik karena L. reuteri mampu bertumbuh dan berkoloni dengan baik di dalam tubuh tanpa bantuan prebiotik. Strain L. reuteri Protectis juga adalah salah satu strain probiotik yang paling banyak diteliti di dunia, dengan keamanan dan efikasi yang terbukti klinis untuk bermacam-macam indikasi.

INTERLAC terbukti aman tanpa efek samping untuk segala usia, termasuk bayi prematur, bayi baru lahir, bayi dan anak-anak, remaja, dewasa, lansia, ibu hamil, juga untuk pasien dengan gangguan imun (contohnya pasien HIV, pasien immunocompromise, pasien kanker).

Jadi bisa disimpulkan bahwa mengkonsumsi INTERLAC itu penting ya? Benar sekali. Kenapa? Karena INTERLAC sangat baik untuk digunakan setiap hari untuk mencukupi kebutuhan probiotik L. reuteri. Bila tidak dikonsumsi selama 2 minggu, jumlah probiotik L. reuteri dalam tubuh akan mulai berkurang drastis, terutama bagi orang yang tidak terpapar probiotik L. reuteri sejak lahir. Karena itu, penggunaan INTERLAC dari lahir juga sangat direkomendasikan agar berkolonisasi di usus bayi sejak awal kelahiran. Bila dikonsumsi setiap hari, INTERLAC juga memberikan manfaat yang terbukti klinis untuk meningkatkan sistem imun dan memperbaiki kesehatan saluran cerna.

INTERLAC dan Imunitas Bayi

Manfaat pemberian ASI untuk imunitas sudah banyak diketahui, namun manfaat pemberian probiotik untuk imunitas bayi masih belum banyak dibicarakan. Bayi yang lahir secara normal, dalam ususnya mengandung bakteri baik dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan pada usus bayi yang lahir melalui operasi caesar. Hal ini terjadi karena saat bayi melewati vagina ibu, bayi tersebut terpapar bakteri baik yang tumbuh di area vagina ibu. Penemuan medis terbaru mengungkapkan bahwa bayi yang lahir melalui operasi caesar lebih beresiko terkena alergi dan asma. Benar sekaliiii.. ini terbukti pada kedua anak saya yang terlahir secara caesar. Dan ternyata pemberian probiotik dapat menurunkan resiko alergi pada bayi yang lahir melalui operasi caesar ini memperkuat bukti medis bahwa kandungan bakteri baik dalam usus dapat memperkuat imunitas bayi.

Salah satu alergi yang banyak diderita adalah Dermatitis Atopik atau eczema pada kulit bayi, dimana angka kejadiannya mencapai 20%. Kondisi kulit bayi yang mengalami Dermatitis Atopik adalah kulit menjadi kering, berwarna kemerahan, pecah-pecah serta gatal. Pemberian probiotik INTERLAC pada bayi baru lahir direkomendasikan karena sudah terbukti efektivitas dan keamanannya untuk bayi sejak hari pertama kelahiran. Pemberian INTERLAC pada bayi baru lahir ini terbukti klinis dapat:
(1) menurunkan angka kejadian Dermatitis Atopik,
(2) membantu mencegah infeksi (demam, influenza, diare), dan
(2) menaikkan imunitas bayi terhadap alergi.

Jadi, gimana Moms, sudah siap ya memberikan INTERLAC probiotics pada si buah hati?

Produk INTERLAC

Setelah acara talkshow selesai, kami para peserta dikasih goodie bag yang berisi 3 macam produk INTERLAC sebagaimana yang tercantum di dalam gambar di bawah ini. Seneng bangetttt donkkk…. karena langsung bisa diberikan kepada Dimas di rumah 🙂

sumber: Interlac

INTERLAC diproduksi dalam 4 sediaan disesuaikan dengan kemampuan , yaitu :

1. INTERLAC Oral Drops (untuk bayi 0-1 tahun). Diberikan kepada bayi dengan dosis 1 x 5 tetes per hari. Tiap 5 tetes mengandung 100 juta L.reuteri Protectis. Kemasan 1 botol berisi 5 ml atau 125 tetes per botol. Dengan No.Reg POM SI.114 602 931. Sebaiknya disimpan dalam suhu dibawah 25 derajat C (sebelum dibuka stabil selama 18 bulan, setelah dibuka stabil selama 3 bulan).

2. INTERLAC Sachet (untuk bayi dan anak 0-3 tahun). Diberikan dengan dosis 1 x sehari. Tiap sachet mengandung 100 juta L.reuteri Protectis. Kemasan 1 kotak berisi 30 sachet. Dengan No.Reg POM SI.154 205 601. Sebaiknya disimpan dalam suhu dibawah 25 derajat C.

3. INTERLAC Strawberry Chewable Tablets (untuk anak-anak dan remaja). Diberikan dengan dosis 1 x sehari. Tiap tablet mengandung 100 juta L.reuteri Protectis. Kemasan 1 kotak berisi 3 strip masing-masing berisi 10 tablet kunyah. Dengan No.Reg POM SI.154 506 071. Sebaiknya disimpan dalam suhu dibawah 25 derajat C.

4. INTERLAC Lemon Chewable Tablets (untuk dewasa). Diberikan dengan dosis 1 x sehari. Tiap tablet mengandung 100 juta L.reuteri Protectis. Kemasan 1 kotak berisi 3 strip masing-masing berisi 10 tablet kunyah. Dengan No.Reg POM SI.154 506 641. Sebaiknya disimpan dalam suhu dibawah 25 derajat C.

Pemberian pada bayi durasi pemakaiannya berbeda-beda untuk setiap kasus. Untuk diare durasinya adalah 5 hari pemakaian. Untuk konstipasi durasinya 2 minggu pemakaian. Untuk gumoh durasinya 4 minggu pemakaian. Dan untuk kolik durasinya 3 minggu pemakaian.

Dimas & Interlac (foto koleksi pribadi)

Dimas & Interlac (foto koleksi pribadi)

Untuk Dimas, karena sudah suka ngemut dan ngunyah makanan, dia coba makan INTERLAC Strawberry Chewable Tablets. Gak pernah dilepeh lhooo.. So, alhamdulilah dapat manfaatnya donkkk…

Cara Mendapatkan INTERLAC

Kalo Moms membutuhkan produk INTERLAC, enggak sulit koq mendapatkannya. Produk-produk tersebut bisa dibeli secara langsung di Guardian, Viva Health, atau di baby shops terdekat. Bisa juga dibeli secara online melalui mothercare.co.id, JD.ID, dan Orami.

Untuk informasi lebih lanjut, yukkk Moms, lihat di websitenya www.interlac-probiotics.com dan follow akun-akun social media INTERLAC berikut:
Instagram: @interlacprobiotics
Facebook: interlacprobiotics

interlac probiotics
Mom Blogger Community Yogyakarta with INTERLAC

Yuk Moms, jaga kesehatan anak-anak kita sejak dini sebagai tabungan kesehatan untuk masa depan mereka 🙂

Referensi: 
– www.interlac-probiotics.com
– flyer Interlac

107 Views

Author: Wiwin Pratiwanggini

Ibu dari 2 anak laki-laki (Satria & Dimas). Tinggal di Yogyakarta. Suka jalan-jalan. Suka membaca. Suka menulis. Ngeblog untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

70 thoughts on “Interlac Probiotics: Cegah Gangguan Saluran Cerna Sejak Dini

  1. Wah keren sharingnya, saya biasanya biasanya selalu rajin konsumsi yogurt atau yakult. Ya, emang buat menjaga pencernaan aja sih. Tapi ternyata ada interlac, saya baru tau loh, norak ya, wkwk. Siap bun, nanti di coba ah pakai ini, makasih banyak infonya.

  2. Baca ini jadi inget waktu anak sulungku bayi kena kolik infantil. Duh..jejeritan enggak karuan. Waktu itu aku lagi pulkam ke rumah ortu. Sama mbahnya dipanggillin dukun bayi yang biasa ngasih air anak itu hihihi
    Dikira kena apa-apa.
    Akhirnya kubawa ke UGD juga dan kena 3 hari rawat inap.
    Memang musti hati-hati dengan gangguan pencernaan ini.

  3. Aku belum pernah coba Interlac ini, sih. Tapi dari beberapa review pengguna, kayaknya emang recommended banget. Bersyukur anak-anak jarang mengalami masalah pencernaan, tapi perlu juga punya stok di rumah.

  4. Enak kalau ada rasanya, anak jadi mau minum obat. Ah semoga tidak diare lagi, kasiihan… Anak kan gak bisa cerita sakitnya gimana. Pokoknya sakit dan nangis. Hiks. Untung deh ada interlac

  5. Wah detail dan lengkap sekali penjelesannya, bun. Anak saya seringkali konstipasi. Kalau sudah susah BAB kasian banget dia sampai nangis kesakitan. Selama ini saya cuma usahakan dengan buah dan air putih. Baru tahu tentang Interlac. Makasih sharingnya bun.

  6. Memang harus hati-hati kalau ada masalah pencernaan yah. Enggak boleh sembarangan ngasih obat anti diare. Interlac cocok nih, karena yang bekerja kan bakteri baik, jadi natural aja. Cek-cek ah untuk persediaan di rumah.
    Trims sharingnya…

  7. aku juga sedia interlac mba di rumah, bulan lalu si sulung alami sembelit kasih interlac langsung lancar jaya bahkan pak suami juga jadi andalan banget buat keluarga

  8. Saya juga sekarang di rumah sedia interlac juga bun. Aku juga baru tahu kalau interlac itu bukan obat tapi lebih ke suplemen makanan ya yang di dalamnya mengandung probiotik

  9. Interlac memang kebukti ampuh buat anakku juga. Pernah diare, sampai lemes badannya. Aku kasih Interlac Drop, besoknya udah sembuh

  10. Oalah… Baru tahu kalau mengonsumsi yogurt saja ternyata enggak cukup ya mbak? Aku biasanya rutin kasih anakku yogurt untuk jaga pencernaannya. Pernah anakku kena diare, sedih banget ngelihatnya. Biasanya ceria, pas diare lemes dan lesu banget… 🙁

  11. Problem yang sering di hadapi anak yah bunda, mengatasi sembelit susah-susah gampang katanya, untung ada Interlac yang mengatasi masalah pencernaan yah, boleh direkomendasikan nih di keluarga

  12. Anak kedua ku pas diare pun di resepin interlac sama DSA nya katanya bagus pas aku coba memang bagus ya mbak. Akhirnya aku stok untuk suplemen tambahan anak-anak dirumah

  13. Wah lengkap banget nih infonya. Jadi makin tahu soal probiotik. Banyak banget ya manfaatnya buat tubuh kita ternyata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *