Keracunan Kripik Gadung

keracunan gadung

Seperti biasa sepulang kerja, saya usahakan untuk bersih-bersih badan dulu sebelum ngapa-ngapain dan memegang Dimas. Setelah selesai Maghrib, mulai fokus ke Dimas, karena seharian sudah saya tinggal kerja di luar rumah.

Sambil menemani Dimas makan, saya ngemil makanan yang ada di meja. Waktu itu ada dua bungkus kripik gadung diatas meja. Yang satu masih utuh, satunya lagi sudah dibuka. Saya cemili itu kripik gadung yang sudah tinggal sepertiga. Kebetulan koq si Dimas juga mau, jadi dia juga nyemil beberapa potong kecil.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Wiwin Pratiwanggini (@pratiwanggini) on

Selesai mengurusi makan malamnya Dimas, gantian saya pengin makan malam. Ceritanya suami sudah menyiapkan sop daging, sop iga, dan lain-lain. Komplit deh pokoknya malam itu dengan menu yang enak-enak.

Baru saja saya menyendok nasi untuk saya taruh ke dalam mangkok, tiba-tiba perut saya terasa mual. Suami saya sempat mengira saya enggak doyan dengan menu malam itu.  Sampai-sampai dia bilang,”Udahhh, kalo ga mau makan itu ya order go food aja sana…” Padahal sungguh saya doyan banget menu malam itu. Namun ya itu tadi, tiba-tiba perut mual.

Lama kelamaan mualnya luar biasa mengganggu. Lalu saya lari ke kamar mandi. Jadilah sedikit demi sedikit isi perut saya pada keluar. Maksudnya, apa-apa yang saya makan sejak makan siang itu keluar semua. Sampai dua ronde saya nongkrong di kamar mandi. Ronde pertama sekitar 15 menit. Saya merasa sudah tidak akan ada yang keluar lagi maka saya keluar dari kamar mandi. Saat itu saya sudah mulai lemas. Balik ke ruang tengah, saya sambil minum air putih.

Tak berapa lama kemudian, saya mual lagi, lalu balik ke kamar mandi. Kali ini ronde kedua. Sekitar 30 menitan ini saya berada di kamar mandi. Lagi-lagi nguras isi perut. Benar-benar semuanya keluar. Saya makin lemas dan serasa mau kram. Tapi saya berusaha untuk jangan sampai kram karena di rumah hanya ada kami bertiga (saya, suami dan Dimas).

Saat itu suami saya menyarankan untuk bikin minum susu panas. Katanya bisa menetralisir. Tapi saya tidak mau karena susu mengandung laktosa dan itu akan bikin pencernaan saya makin gak nyaman. Nah, begitu keluar dari kamar mandi ronde kedua, saya putuskan untuk bikin teh manis panas. Yesss.. akhirnya saya minum teh manis panas. Setelah perut enakan meskipun kosong, lalu saya minum Antangin cair. Lalu saya lanjutkan tidur, alhamdulillah Dimas juga sudah bobok.

Bersyukur setelah perjuangan mengeluarkan semua isi perut, malam itu saya bisa tidur dengan nyenyak sehingga besoknya saya merasa fresh. Tapi saya baru makan lagi ketika waktu makan siang.

Jadi kesimpulannya malam itu saya keracunan kripik gadung. Koq saya yakin demikian? Iya, karena sejak pagi makanan yang masuk ke perut saya adalah makanan yang biasa-biasa saja, tidak aneh-aneh. Hanya kripik gadung itu saja makanan aneh yang masuk ke perut saya. Pun sudah banyak yang tahu bahwa kripik gadung sering meminta korban keracunan. Padahal malam itu tidak banyak lho yang saya makan, tidak sebanyak yang dihabiskan suami saya. Alhamdulillah Dimas tidak mengalami seperti saya padahal dia sempat makan beberapa potong kecil.

Menurut artikel yang pernah saya baca nih, akibat pengolahan gadung yang tidak tepat dapat mengakibatkan keracunan pada manusia dengan gejala diantaranya pusing, mual, muntah, diare dan sesak napas. Nahhh.. bisa jadi nih kripik gadung yang saya makan itu pengolahannya tidak tepat. Bagi orang-orang tertentu mungkin tidak memberikan efek apa-apa selain jadi kenyang hehehe.. tapi ternyata kepada saya memberikan efek mual luar biasa.

Gadung dengan nama Latinnya Discorea spp. adalah termasuk tanaman umbi-umbian. Tanaman ini merambat dan tumbuh secara liar. Racun yang terdapat di dalamnya adalah:
1. Dioscorin dan Dihidroscorin. Dioscorin adalah protein yang merupakan senyawa alkaloid yang memiliki rasa sangat pahit. Dihidroscorin adalah alkaloid turunan dihidro dari dioscorin. Dihidroscorin (dioscin) memiliki efek toksik yang sama dengan dioscorin namun dioscorin lebih toksik dibandingkan dihidroscorin.
2. Asam Sianida (HCN). Keracunan bisa terjadi jika seseorang mengkonsumsi gadung segar atau gadung yang diproses secara kurang tepat.

Keracunan gadung itu ternyata ada yang bersifat ringan, sedang, dan parah. Alhamdulillah saya masih masuk kategori keracunan ringan, ditunjukkan dengan gejala mual dan muntah saja.

Trus gimana cara penanganannya jika terjadi keracunan gadung ini? Minimal gimana pertolongan pertamanya? Di dalam artikel yang saya baca, disebutkan bahwa:

Korban dengan gejala keracunan ringan dapat dirawat dirumah dengan pertolongan pertama yaitu diberikan banyak minum air putih untuk membantu mempercepat pengeluaran racun dari dalam tubuh secara alami. Namun bila keadaan tidak membaik  atau bila jumlah tertelan besar dan terjadi gejala keracunan yang lebih parah segera bawa  korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Berarti apa yang saya lakukan sudah benar. Meskipun saya enggak minum air putih banyak-banyak, namun saya berhasil mengeluarkan seluruh isi perut saya. Dengan demikian racun keluar secara alami dari dalam tubuh saya melalui proses muntah. Selama racun belum habis, rasa mual itu adaaaa terus, enggak hilang-bilang. Setelah racun habis, baru deh enggak mual lagi, enggak ada godaan untuk muntah, perut kembali tenang, nyaman dan aman.

Itu tadi pengalaman saya keracunan kripik gadung. Sepertinya saya tidak akan tertarik untuk makan makanan yang berbahan gadung lagi. Semoga sharing saya bisa diambil pelajarannya ya..

Related Posts: