Mengatasi Kekurangan Zat Besi di 1000 Hari Pertama Kehidupan (Golden Age)

Booth Maltofer (foto koleksi pribadi)

Pada saat saya menulis ini, usia Dimas (anak kedua saya) sudah memasuki 18 bulan 3 hari. Sebentar lagi akan berusia 2 tahun. Horeee… Gak terasa yaaa.. Artinya masa 1000 Hari Pertama Kehidupannya sudah tinggal sedikit lagi. Mungkin banyak yang belum tahu yang dimaksud dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan ya? Jujur, saya pun tadinya gak paham.

Pada saat kehamilan, Anda memasuki masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (Golden Period) yang merupakan masa terpenting dalam daur kehidupan manusia. Fase 1000 HPK terjadi pada 270 hari selama kehamilan dan 730 hari dari lahir sampai berusia 2 tahun. (sumber: flyer Maltofer)

Jadi, 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) adalah masa sejak anak dalam kandungan hingga seorang anak berusia 2 tahun (24 bulan). Nah ‘kannn… tinggal 6 bulan lagi masa 1000 HPK-nya Dimas. Masa 1000 HPK ini disebut periode emas karena pada periode ini terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat, yang mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna. Konon, kurang gizi pada 1000 HPK, tidak dapat diperbaiki di masa kehidupan selanjutnya. Hiks… Jadi, nutrisi ibu sejak anak dalam kandungan itu berperan penting banget.

kekurangan zat besi
Cek darah (HB). (foto koleksi pribadi)

Bersyukur selama kehamilan Dimas, saya tidak mengalami kurang gizi. Setiap kali ke dokter kandungan, setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya baik-baik saja. Saya pun hanya sekali dua kali dikasih suplemen penambah darah, tidak ada tambahan-tambahan yang lain. Itu berarti nutrisi yang lain sudah tercukupi, sedangkan yang harus diperhatikan adalah jangan sampai saya mengalami anemia atau kurang darah. Oiya, gangguan kurang darah atau anemia, khususnya pada ibu hamil, dapat ditangani dengan mengkonsumsi obat penambah darah dan mengkonsumsi asupan makanan tinggi zat besi. Makanya jangan heran kalo ke dokter kandungan, ibu hamil biasanya dibekali tablet atau sirup penambah darah 😀

Oiya perlu dicatat bahwa selama kehamilan, kebutuhan penyerapan besi akan meningkat secara signifikan, hal ini dikarenakan:
1. Peningkatan kebutuhan terjadi hampir 10x lipat pada kehamilan trimester ketiga. Biasanya makanan dengan kaya zat besi saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan.
2. Defisiensi zat besi terjadi hingga 40% pada ibu hamil di trimester ketiga.
3. Mayoritas wanita hamil dengan anemia dikarenakan kekurangan zat besi.

Hmmm…. dari tadi disebut tentang zat besi, apa sih pentingnya zat besi?

Sebelum saya lanjutkan, saya bersyukur sekali diundang untuk menghadiri acara #MaltoferWomanCommunity bersama teman-teman blogger di ruang Lavender, Hotel Sahid Rich, Jalan Magelang Yogyakarta pada hari Sabtu 30 Maret 2019. Selain kami para blogger, ada juga komunitas lain yang hadir di acara ini. Oiya, acara ini dipersembahkan oleh Maltofer Body Friendly-Iron, suplemen zat besi yang diproduksi oleh #Combiphar. Dalam acara ini saya dan semua peserta mendapat kesempatan cek darah (HB) secara gratis. Alhamdulillah HB saya normal di angka 13,3 g/dL. Jadi saya aman dari anemia alias kurang darah 🙂

kekurangan zat besi
Alhamdulillah HB normal. (foto koleksi pribadi)

Dalam acara ini, selain menghadirkan pembicara dari #Maltofer sendiri, #MaltoferWomanCommunity juga menghadirkan dokter Ristantio Soekarno, SPA, yang memberikan penjelasan tentang Pentingnya Zat Besi di 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Jadi, zat besi (Fe) adalah nutrisi yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Zat besi membantu transportasi oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh melalui sel darah merah dan membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen. Jika asupan makanan anak kekurangan zat besi, mungkin ia akan mengalami kondisi yang disebut defisiensi zat besi.

Kekurangan zat besi pada orang dewasa masih bisa diusahakan untuk mencegahnya. Tapi kekurangan zat besi pada janin dan anak, menjadi tanggung jawab ibu. Jadi sejak masih dalam kandungan, ibu hamil harus tercukupi  kebutuhan zat besinya, jangan sampai mengalami anemia.

Bagi anak, zat besi itu penting sekali. Dan fungsi zat besi itu sendiri berbeda-beda pada setiap tahap perkembangan anak.

Dan sangat penting sekali zat besi pada 1000 HPK karena ini berhubungan erat dengan perkembangan otak. Sejak lahir hingga usia 24 bulan, adalah periode perkembangan neuron secara cepat. Perkembangan otak tersebut meliputi perkembangan metabolik dan struktur otak. Korteks cerebral memainkan peran penting pada: perhatian, memori/ingatan, kesadaran persepsi, daya pikir, dan bahasa. Sedangkan hippocampus merupakan pusat memori untuk: memori pengenalan, pengolahan memori spasial, dan mentransfer memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang.

Harus diperhatikan karena pada usia 6-12 bulan terdapat resiko tinggi defisiensi besi. Nah, jika sampai terjadi defisiensi besi pada awal-awal perkembangan otak, maka efeknya adalah jangka panjang. Konsekuensinya pada bayi atau anak adalah:
1. Kinerja kognitif buruk
2. Gangguan perilaku sosioemosional
3. Fungsi motorik buruk

Sedihnya, efek buruk ini akan bertahan lama sampai remaja 🙁 . Saya tidak bisa membayangkan jika Dimas pernah mengalami kekurangan zat besi, tentunya dia tidak akan seperti sekarang ini. Alhamdulillah sejauh ini, pertumbuhan dan perkembangan Dimas normal seperti pada umumnya anak-anak yang sehat 🙂 .

kekurangan zat besi
dr. Ristantio Soekarno, SPA (foto koleksi pribadi)

Anak-anak disebut mengalami defisiensi besi (kekurangan zat besi) bisa diketahui melalui gejala-gejala berikut:
• Anak kelihatan lesu, lelah, lemas, gelisah, tidak bergairah untuk bermain.
• Kulit pucat, akibat berkurangnya sel darah merah.
• Sulit konsentrasi dalam belajar, gangguan prestasi belajar, pusing/sakit kepala.
• Nafsu makan turun. Pada kasus yang berat anak gemar memakan makanan yang tak biasa (es batu, tanah, kertas, tembok, dll).
• Anak lebih sering terserang infeksi, karena kekurangan zat besi membuat imunitas tubuh menurun.

Anak-anak menderita defisiensi besi itu bisa disebabkan karena:
• Asupan zat besi pada masa kehamilan tidak tercukupi, akibatnya bayi lahir dalam kondisi kekurangan zat besi. Ini merupakan awal yang buruk bagi tumbuh kembang anak.
• Pola makan yang keliru sehingga anak kekurangan asupan zat besi dari makanan sehari-hari. Orang tua cenderung membiarkan anak bebas memilih makanan yang disukainya, yang ternyata minim kandungan zat besi.
• Minum susu formula rendah zat besi. Zat besi pada susu formula memiliki bentuk ikatan non-heme sehingga lebih sulit diserap oleh usus.
• Komposisi makanan kita yang banyak mengandung serat juga dapat menghambat penyerapan zat besi.

Selain faktor di atas, ADB juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi berulang/kronis dari bakteri, virus ataupun parasit, adanya gangguan penyerapan makanan di usus (malabsorsi), dan penyakit yang menyebabkan perdarahan saluran cerna, misalnya infeksi cacing tambang, divertikulum Meckel, dll.

kekurangan zat besi
Sediaan Maltofer. (sumber gambar: website Maltofer)

Agar bayi dan anak tidak sampai mengalami defisiensi besi (kekurangan zat besi), maka di saat kehamilan ibu jangan sampai mengalami anemia yaa.. Konsumsilah makanan yang mengandung zat besi seperti: daging sapi, daging ayam, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Selain itu sebaiknya lengkapi juga dengan suplemen zat besi. Suplemen zat besi pada 1000 HPK akan mempengaruhi kualitas kesehatan, intelektual, dan produktivitas pada masa yang akan datang.

Suplemen zat besi bisa didapatkan pada produk Maltofer yang diproduksi oleh Combiphar. Maltofer dengan kandungan zat besi jenis Iron (III) Polymaltose Complex ini melepaskan kandungan zat besi secara aktif dan terkontrol sesuai kebutuhan ke dalam tubuh sehingga tidak terjadi penumpukan zat besi. Kelebihan zat besi biasanya menyebabkan mual, luka lambung, gangguan jantung, dan susah BAB.

Mungkin selama ini kita pernah mengkonsumsi suplemen penambah darah dengan rasa yang begitu-begitu saja, nahh.. semua sediaan Maltofer hadir dengan rasa coklat yang enak sehingga dapat dikonsumsi dengan mudah. ‘Kan dari anak-anak hingga orang dewasa pada suka tu dengan rasa coklat 😀

Maltofer juga aman dikonsumsi bersama dengan makanan dan minuman. Karena Iron Polymaltose Complex tidak bereaksi secara negatif dengan makanan, minuman, maupun obat-obatan lain dan tidak menimbulkan stress oksidatif.

Karena Maltofer ini suplemen zat besi untuk ibu hamil, serta bayi hingga usia dewasa, maka sediaannya juga disesuaikan dengan masing-masing kelompok usia. Maltofer tersedia dalam 4 sediaan lengkap yaitu:
1. Maltofer Fol: Ini untuk ibu hamil, diperkaya dengan asam folat.
2. Maltofer Chew: Tablet kunyah IPC pertama di Indonesia untuk segala usia
3. Maltofer Syrup: Kemasan sirup isi 150 ml dengan kandungan 1 mL = 10 mg Fe untuk anak dan dewasa
4. Maltofer Drops: Kemasan tetes isi 30 ml untuk bayi dan anak

Maltofer Syrup (foto koleksi pribadi)

Saya pribadi di acara #MaltoferWomanCommunity kemarin membeli Maltofer Syrup dengan pertimbangan agar supaya bisa dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga, mulai dari Dimas (18 bulan), kakaknya (16 tahun), saya dan ayahnya. Siapa tahu juga kakek-neneknya juga pengin nyicipin hehehe.. Tapi kapan-kapan kalo yang sirup sudah habis, saya pengin beli yang Maltofer Chew, karena praktis bisa dibawa kemana-mana dengan aman, toh Dimas juga sudah pinter mengkonsumsi tablet kunyah begini 🙂

Nah, senang sekali akhirnya weekend saya, Sabtu 30 Maret 2019, yang lalu menjadi weekend yang bermanfaat. Terimakasih kepada #maltoferwomancommunity #maltofer #combiphar dan komunitas blogger di Yogyakarta karena saya mendapatkan ilmu kesehatan seputar kebutuhan zat besi yang ternyata memang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita sejak masih dalam kandungan 🙂 .

 

46 Views

Author: Wiwin Pratiwanggini

Ibu dari 2 anak laki-laki (Satria & Dimas). Tinggal di Yogyakarta. Suka jalan-jalan. Suka membaca. Suka menulis. Ngeblog untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

12 thoughts on “Mengatasi Kekurangan Zat Besi di 1000 Hari Pertama Kehidupan (Golden Age)

  1. Waktu saya hamil disarankan makan banyak sayur bayam. Dan rempah lain ala kampung. Sekarang sudah ad yang lebih praktis ya. Tinggal mengonsumsi multivitamin dan suplemen.
    Lebih baik menjaga daripada mengobati memang.
    1000 hari pertama anak jangan sampai kita sia siakan.

  2. 1000 hari pertama pada anak tuh memang penting sekali, selain anak harus cukup asupan lalu ibunya juga jangan sampai tidak tercukupi apalagi kekurangan zat besi ya mbak. Aku baru tau ini Meltofer, boleh juga nih jadi persediaan dirumah kalau pas HB turun.

  3. Maltofer solusi banget ya mba untuk memenuhi kebutuhan Zat besi dalam tubuh, apalagi untuk ibu hamil tentunya membutuhkan banyak asupan Zat besi supaya bisa menyalurkannya ke janin

  4. Belakangan aku baru tahu bahwa 1000HPJ itu dimulai sejak kehamilan ya mba. Kepikiran sejak si bayi lahir aja hehe. Dan zat besi adalah nutrisi yg penting terpenuhi, teringat dlu saat hamil aku sempat anemia 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *