Review Buku: Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu

 

Tiga tahun yang lalu saya pernah mengundang Indari Mastuti, CEO Indscript, untuk sharing di WA Group jaringan bisnis saya. Yaitu sharing tentang pengalamannya ketika pernah sukses berbisnis jaringan dengan produk natural cosmetics dimana akhirnya Indariย  Mastuti memutuskan untuk menjalankan bisnisnya sendiri di dunia tulis menulis.

Beberapa hari setelah acara sharing itu, salah satu rekan bisnis saya bertanya kepada saya,“Apakah mba Wiwin juga akan terjun ke dunia menulis?”. Saya menjawab,“Untuk menulis buku, saya tidak tahu, namun untuk menulis di blog, iya, karena itu sudah hobby saya dari dulu.”

Waktu berlalu, pertanyaan itu tidak pernah muncul lagi tapi saya selalu mengingatnya. Dan ternyata memang waktu yang berbicara, bahwa berkat ngeblog saya bisa menulis buku. Meskipun masih buku antologi, belum buku single saya sendiri, namun itu menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri saya bahwa ternyata saya bisa menulis untuk sebuah buku.

Antologi “Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu”

Buku antologi perdana saya berjudul “Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu” lahir dalam rangka ulang tahun komunitas IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) yang ke-8. Komunitas ini didirikan oleh Indari Mastuti dan diketuai oleh Widyanti Yuliandari. Saya bergabung di dalamnya sejak tahun 2016. Buku ini berupa antologi yang ditulis oleh 40 penulis, baik penulis pemula seperti saya, maupun penulis yang sudah berpengalaman di bidangnya. Bangga donk yaa.. saya bisa masuk dalam jajaran para penulis senior yang sudah menghasilkan banyak buku ๐Ÿ™‚

Menerbitkan buku, bukan perkara mudah, apalagi untuk sebuah antologi, ada proses-proses yang harus dilalui. Bermula dari ide yang dilempar ke komunitas sekitar bulan Mei 2018. Ada 3 topik yang diajukan, anggota komunitas boleh mengajukan diri untuk ikutan dengan mengirimkan artikel sesuai topik yang dikuasai, kemudian dilakukan audisi.

ngeblog seru ala ibu-ibu

Dari entah berapa ratus artikel yang masuk, akhirnya fix ada 40 judul yang siap dibukukan. Dan terbitlah buku “Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu” melalui Najmu Books Publishing pada bulan Maret 2019 kemarin.

Saya suka desain dan layout sampul bukunya. Gak ‘neka-neka’. Simpel namun elegan. Warnanya juga saya suka banget.ย  Dicetak dengan soft cover. Meskipun terdiri dari 40 artikel, namun buku ini pas banget, tidak tipis dan tidak tebal. Terdiri dari 217 halaman. Manisnya lagi, nama-nama penulis terpampang jelas di sampul depan.

Isi buku ini berisi 3 topik utama yaitu:
Bab 1. Why Blogging (hal. 1-97)
Bab 2. Membangun Konsistensi (hal. 99-143)
Bab 3. Penghasilan dari Blog (hal. 145-207)

Bab 1: Why Blogging

Untuk Bab 1 Why Blogging ini paling banyak artikelnya, yaitu total 19 artikel. Artikel saya salah satunya (ada di artikel nomor 16 halaman 76) hehehe… Sedangkan untuk Bab 2 Membangun Konsistensi terdiri dari 9 artikel, dan untuk Bab 3 Penghasilan dari Blog terdiri dari 12 artikel. Masing-masing artikel gak terlalu panjang koq, rata-rata sekitar 3-5 halaman.

Mewakili bab Why Blogging, saya menggarisbawahi quote dari Novi Ardiani, salah satu penulis (senior) di buku ini, bahwa:

“Blogging itu bukan hanya menulis. Kemampuan konseptual, berpikir sistematis, komunikasi, kreativitas, networking dan kolaborasi adalah paduan di dalamnya. Itu sebabnya blogging bisa dipilih sebagai jalan untuk melejitkan potensi diri yang berujung pada produktivitas dan kemaslahatan.”

Kenapa bab 1 artikelnya yang paling banyak? Karena alasan tiap orang untuk ngeblog itu beraneka ragam, satu orang dengan yang lainnya berbeda-beda. Mungkin ada 1-2 kesamaan, tapi ternyata tiap orang memiliki alasan lebih dari satu. Selain itu, alasan kenapa ngeblog adalah hal yang mendasar banget. Inilah yang mendasari seseorang ngeblog. Disinilah passion seorang blogger itu muncul.

Bab 2: Membangun Konsistensi

Setelah memiliki alasan kuat ngeblog, sudah punya passion di dunia ngeblog, langkah berikutnya adalah membangun konsistensi ngeblog. Apakah kemudian blognya rajin diupdate? Seminggu posting berapa artikel? Pada kenyataannya, seorang blogger itu selalu memiliki ide menulis, alam sekitar yang dilihatnya bisa menjadi ide tulisan. Namun, seringkali terbentur dengan hal-hal lain yang mengakibatkan si blogger ini ga sempat memainkan jemarinya di keyboard komputer. Iya atau iya? Hayooo ngakuuu….

Di bab 2 tentang membangun konsistensi ngeblog ini beberapa penulis memberikan berbagi pengalaman. Satu yang saya garis bawahi dalam bab ini adalah quote dari Cempaka Noviwijayanti:

“Memiliki tabungan ide juga membantuku untuk terus konsisten menulis. Tabungan ini biasanya kusimpan dalam bentuk notes di handphone. Setiap terlintas ide tulisan di otak, aku langsung mengetiknya di notes. Otak kita ‘kan punya kapasitas sangat terbatas (dan aku juga sadar akan kurangnya kemampuan dalam mengingat), itu kenapa aku selalu mengandalkan aplikasi ini untuk mencatat.”

Kalo gak segera dicatat, ide memang cepat sekali menguap. Itu yang sering saya alami. Akibatnya konsistensi ngeblog jadi terganggu.

Bab 3: Penghasilan dari Blog

Kalo sudah punya alasan ngeblog, konsistensi ngeblog juga sudah terbangun, lalu apa donk? Di bab 3, ada beberapa penulis yang berbagi pengalaman gimana caranya mendapatkan penghasilan dari blog. Ini pasti menjadi bagian yang menarik. Karena masih banyak orang yang tidak percaya bahwa blog bisa menghidupi pemiliknya ๐Ÿ˜€

Saya garis bawahi quote dari Dwi Arumantikawati, salah satu penulis (senior) di buku ini yang juga Content Writer:

“Dulu saya berpikir, hanya blogger-blogger lawas, terkenal, dan jago SEO yang akan mendapatkan job semacam ini. Nyatanya tidak, saya yang seorang blogger pemula pernah mendapatkannya juga. Namun sebagai pemula tentu harus sadar diri. Bagi saya ada yang mau menawari saja sudah alhamdulillah karena artinya blog saya juga dilirik oleh suatu perusahaan.”

Pengalaman saya baru-baru ini, baru di bulan ini, ngerasain yang namanya dikontrak secara eksklusif menjadi Freelance Blogger oleh sebuah perusahaan web hosting yang cukup ternama. Itu berawal dari saat saya menghadiri event mini gathering yang mereka adakan. Mereka tertarik dengan gaya tulisan saya seputar dunia hosting. Lesson learned-nya adalah semua berawal dari blog ๐Ÿ™‚ .

Rekomendasi

Beneran, bukan semata-mata jualan lho yaa.. beneran, buku ini berisi kisah inspiratif para blogger. Kisah mulai dari nol membangun blog hingga bisa mendapatkan penghasilan dari blog. Buku ini recommended banget untuk dibaca oleh Anda-Anda yang pengin tahu dunia blog atau Anda-Anda yang pengin ngeblog tapi tidak tahu mulai dari mana.

ngeblog seru ala ibu-ibu

Para penulis buku ini memang semuanya perempuan dengan beragam usia. Mulai dari usia dua puluhan hingga usia lima puluhan ada. Jadi, jangan ragu untuk memulai ngeblog hanya karena usia. Tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang bermanfaat.

By the way, buku ini tidak berisi langkah-langkah membuat blog lho yaa… Dannn, buku ini juga tidak dijual bebas di toko buku. Buku ini dijual secara eksklusif melalui kami para penulisnya. Jadi, untuk mendapatkan buku ini Anda silakan menghubungi saya (email dan nomor WA ada di Author Box di bawah ini).

Selamat membaca….. dannn mari ramaikan dunia blog ๐Ÿ™‚

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
(Pramoedya Ananta Toer)

 

89 Views

Author: Wiwin Pratiwanggini

Ibu dari 2 anak laki-laki (Satria & Dimas). Tinggal di Yogyakarta. Suka jalan-jalan. Suka membaca. Suka menulis. Ngeblog untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

4 thoughts on “Review Buku: Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu

  1. Baca artikel ini bikin saya tambah semangat untuk terus bikin rame blog saya. Kali-kali aja besok-besok saya bisa juga jadi blogger beneran yang diundang ke acara-acara keren dan mendapat penghasilan dari ngeblog. Sekarang sih saya cuman nulis-nulis aja, nggak tau segala istilah seo, da/pa, traffic, backlink dan macem-macem itu. Udah berusaha pelajarin juga sih, tapi tetep aja belim ngerti. Maklum, udah banyak lupa dan lemot juga mikirnya. Yang penting, kita ngeblog terus supaya happy ya, Mbak Wiwin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *