Perbanyak Inovasi dan Tingkatkan Produktivitas di Era Revolusi Industri 4.0

revolusi industri 4.0

Waktu sekolah dulu ada mata pelajaran sejarah yang membahas tentang revolusi industri. Sayangnya saya ini penghapal yang jelek sehingga saya tidak suka dengan pelajaran sejarah, akibatnya saya lupa apa yang dibahas di dalam revolusi industri. Nah, sekarang saya harus rela meluangkan waktu untuk membuka sejarah lagi tentang revolusi industri karena pekerjaan saya sekarang menjadi bagian dari revolusi industri 4.0.

Kalo sekarang sudah masuk revolusi industri 4.0, berarti ada dong revolusi industri 1.0, 2.0 dan 3.0 ? Iya, benar, memang ada. Berikut ini sekilas tentang sejarah revolusi industri yang saya kutip dari berbagai sumber:

Revolusi industri pertama pada abad ke-18, ditandai dengan penemuan mesin uap sebagai upaya meningkatkan produktivitas yang bernilai tambah tinggi. Misalnya di Inggris, saat itu, perusahaan tenun menggunakan mesin uap untuk menghasilkan produk tekstil.

Revolusi industri kedua pada tahun 1900-an, ditandai dengan ditemukannya tenaga listrik. Pada fase ekonomi ini, beberapa industri di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, seperti sektor agro dan pertambangan. Jadi, revolusi yang kedua ini terkait dengan teknologi di lini produksi.

Revolusi industri ketiga pada tahun 1970 atau 1990-an, ditandai dengan otomatisasi dilakukan hingga saat ini karena sebagian masih berjalan. Jadi pada saat memasuki revolusi industri ketiga, memang penyerapan tenaga kerja masing-masing di industri sudah berbeda. Sehingga, ini kita bedakan ada yang kelompok industri labour intensive, demikian menurut Menteri Perindustrian, Airlangga.

Nah, revolusi industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Menurut Menteri Perindustrian, efisiensi mesin dan manusia sudah mulai terkonektivitas dengan internet of things. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi industri 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

revolusi industri 4.0
Tahapan revolusi industri. (sumber: Wikipedia)

Kabarnya nih, dalam era revolusi industri 4.0 ini, perusahaan teknologi multinasional Apple Inc akan menambah pusat risetnya di Indonesia. Masuknya Apple ke Indonesia merupakan salah satu langkah pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain dalam revolusi industri 4.0. Hal tersebut diharapkan akan mampu membuka lapangan pekerjaan yang terkait revolusi industri 4.0, terutama di sektor teknologi digital. Dan ternyata tidak hanya Apple yang akan membuka pusat inovasinya di Indonesia, tapi juga ada Samsung, Qualcomm, dan lainnya.

Setelah mengetahui dan memahami tentang revolusi industri 4.0 serta melihat dan mengalami sendiri adanya perkembangan teknologi digital yang sangat pesat, apa yang akan kita lakukan sebagai pelaku bisnis online?

Bagaimanapun, menurut saya, kita harus mengikuti tren yang ada kalau kita tidak mau terlibas serta dibilang ketinggalan jaman. Karena kenyataan yang saya lihat di lapangan bahwa banyak bisnis konvensional yang tutup karena mereka tidak mampu (mungkin juga tidak mau) mengikuti tren perkembangan jaman, khususnya di bidang teknologi digital.

Bersyukur banget meskipun usia saya sudah tidak muda lagi, namun saya selalu bisa mengikuti tren yang ada. Dalam artian bahwa saya terlahir di jaman konvensional (bukan kolonial lho ya..), namun saya bisa mengimbangi mereka yang terlahir di era millenial. Sejak muncul internet, saya pun berkenalan dengan internet. Sejak muncul social media, saya pun berkenalan, minimal memiliki akun-akun di beberapa social media. Sejak muncul blog atau website, saya pun belajar untuk bisa membuatnya sendiri. Sejak muncul bisnis online, saya pun belajar mengonlinekan bisnis-bisnis saya.

O iya, saya terlahir pada era revolusi industri ketiga. Hehe… sudah lama sekali ya.. Artinya saya pernah mengalami masa-masa ketika para pelaku bisnis tetap bisa berjaya meskipun sebagian besar usahanya masih dikerjakan secara manual. Belum semua menggunakan komputer apalagi internet. Padahal di masa itu sudah banyak yang mempunyai komputer dan bisa menggunakan internet. Memang kelihatan sekali bedanya yang masih menjalankan bisnis secara konvensional dibandingkan dengan bisnisnya sudah diotomatisasi. Sesederhana cita-cita saya yang pengin kerja di kantor yang sudah menggunakan komputer, karena saya membayangkan banyak hal yang bisa diotomatisasi.

Nah, setelah mengalami masa revolusi industri ketiga dan kemudian masuk ke era revolusi industri 4.0, apa-apa yang pernah saya bayangkan di masa lalu seperti tampak nyata di depan mata. Banyak hal yang saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih efisien dan efektif dengan adanya teknologi informasi dan teknologi digital. Rasanya tak ada lagi penghalang yang berupa ruang, jarak dan waktu. Pertukaran data sudah menembus itu semua.

(sumber: pixabay.com)

Selain itu, saya yang memiliki kendala mobilitas rendah sehingga sering merepotkan orang lain pun menjadi sangat terbantu dengan pesatnya kemajuan di bidang teknologi digital dan informasi. Rasanya semua menjadi mudah dan lancar. 

Nah, dengan latar belakang pengalaman-pengalaman itulah maka seiring dengan keberadaan kita di era revolusi industri 4.0 ini maka saya selalu mengarahkan teman atau keluarga atau siapa pun yang pengin berbisnis agar menjalankan bisnisnya secara online. Tentunya saya mulai dari diri saya sendiri.

Saya mau berbisnis dan menjalankan suatu bisnis dengan syarat bisnis tersebut bisa dikerjakan secara online. Hanya dengan modal website sederhana namun sarat informasi dari support system suatu bisnis online, saya langsung tertarik untuk bergabung. Hal ini ternyata mengajarkan saya untuk membuka bisnis sendiri dan menjalankannya juga secara online. Alhamdulillah sudah saya coba bersama suami dan berhasil. Orderan datang lewat social media serta website sederhana yang saya buat dan menginduk pada provider hosting Indonesia.

Agar bisa sukses berbisnis secara online di era revolusi industri 4.0, kita tidak harus mempelajari semua hal koq.. Tidak harus paham caranya bikin website. Tidak harus tahu tentang coding. Tidak harus tahu sambungan internet dari sini ke sana dan seterusnya. Karena sebenarnya sudah ada para ahli di bidangnya. Saya pribadi memang punya keinginan untuk mempelajari semuanya, tapi toh akhirnya ‘mentok’, sehingga hanya sebagian kecil saja yang saya pahami. Sebagian besar yang lain, serahkan saja kepada ahlinya 🙂

Jadi bisa disimpulkan bahwa revolusi industri 4.0 tidak perlu ditakuti. Justru dengan adanya era ini, saatnya kita melakukan banyak inovasi serta lebih meningkatkan produktivitas. Bikin aja bisnisnya supaya autopilot. Minimal dibuatkan website. Ga bisa bikin sendiri, serahkan saja pada ahlinya. Banyak penyedia hosting Indonesia, contohnya QWORDS hosting, yang siap membantu para pebisnis untuk mengonlinekan bisnisnya. Apalagi didukung dengan fasilitas cloud hosting yang mereka miliki, sehingga dijamin website kita beserta data-data didalamnya akan senantiasa aman terkendali 🙂

Referensi:
– berbagai sumber

 

124 Views

Author: Wiwin Pratiwanggini

Ibu dari 2 anak laki-laki (Satria & Dimas). Tinggal di Yogyakarta. Suka jalan-jalan. Suka membaca. Suka menulis. Ngeblog untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *