Jagongan Inspiratif bareng Sedekah Rombongan di Yogyakarta

Alhamdulillah akhir pekan kemarin sangat berfaedah buat saya, karena hari Minggu 8 Desember 2019 itu saya berkesempatan menghadiri acara Jagongan Inspiratif yang diselenggarakan oleh Sedekah Rombongan dengan mengusung tema “Bisnis Melejit Dengan Sentuhan Langit”.

Tiket untuk acara ini dibandrol dengan harga Rp 250 ribu (sudah termasuk sedekah untuk dhuafa sakit) dan Rp 450 ribu (sudah termasuk sedekah untuk dhuafa sakit, Rumah Singgah Pasien dan Ambulans gratis). Tentunya semua hasil penjualan tiket diperuntukkan bagi Sedekah Rombongan. Saya bersyukur bisa hadir sehingga hari ini saya bisa berbagi ilmu yang saya dapatkan dari acara tersebut ke dalam tulisan ini.

sedekah rombongan yogyakarta
Jagongan Inspiratif “Bisnis Melejit dengan Sentuhan Langit”. (foto pribadi)

Acara Jagongan Inspiratif diselenggarakan di Zaara Meeting Room hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta selama sehari penuh. Acara ini menghadirkan 5 orang narasumber yang pakar di bidangnya masing-masing. Mereka adalah:
1. Zerina Banu (Praktisi Toko Online, Owner Heavenlight by ZB)
2. Andika Dwijatmiko (CEO Syafaat Marcomm & Branding Syari’ah Consultant)
3. Sumbodo Malik (blogger, founder Kampung Blogger)
4. Ridwan Hanif & Mas Wahid (Youtuber Otomotif & Influencer)

Acara Jagongan Inspiratif ini mengajak peserta untuk belajar berbisnis dengan sentuhan langit. Peserta nggak hanya diajari cara berbisnis dengan baik dan benar. Tetapi juga diberi tips supaya bisnisnya memiliki nilai manfaat dan barokah, sehingga mendapat ridho dari Allah Ta’ala. InsyaAllah.

Sedekah Rombongan

Saya mengenal Sedekah Rombongan sudah sejak beberapa tahun yang lalu, tentu saja lewat website. Tapi baru kali ini benar-benar bisa ikutan dalam acara yang diselenggarakannya.

Dalam acara ini Sedekah Rombongan juga membagikan air mineral satu botol berukuran 600 ml dengan merk Kawasero. Ternyata ini adalah air mineral yang diproduksi oleh Sedekah Rombongan. Jika Anda membelinya, tentu saja hasil penjualan akan diperuntukkan bagi Sedekah Rombongan.

sedekah rombongan yogyakarta
Air mineral produksi Sedekah Rombongan. (foto koleksi pribadi)

Di venue, air mineral tersebut tidak saya buka, sayang sih.. Dan saya pengin menunjukkannya dulu ke suami saya. Toh saya selalu membawa sendiri satu botol berisi 1 liter air minum ke mana pun saya pergi.

Sedekah Rombongan adalah merupakan organisasi sosial kemanusian yang berada dibawah naungan Yayasan Gerakan Sedekah Rombongan yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia  dengan  nomer yayasan AHU 0009592.AH.01.12.Tahun 2018.

sedekah rombongan yogyakarta
Salam Tembus Langit. (foto: Nisya Rifiani)

Sedekah Rombongan mempunyai program pendampingan kepada dhuafa sakit untuk berobat sampai tuntas dan menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan lainnya yang siap disalurkan oleh relawan yang kami sebut kurir Sedekah Rombongan.

Salam Sedekah Rombongan disebut dengan “Salam Tembus Langit” yaitu dengan menunjukkan jari telunjuk dan ibu jari sehingga membentuk huruf L. Ibu jari berarti hablumminannas (hubungan sesama manusia) dan jari telunjuk berarti hablumminallah (hubungan dengan Sang Pencipta).

Info selengkapnya tentang Sedekah Rombongan silakan buka di websitenya yaitu https://sedekahrombongan.com/ 🙂

Hubbud Dunya Gak Ada Artinya

Narasumber pertama yang dihadirkan dalam acara ini adalah Zerina Banu (IG @zerinabanu), seorang Praktisi Toko Online sekaligus Owner Heavenlight by ZB (IG @heaven_lightsbyzb).

Zerina Banu yang sekarang menjabat Koordinator Kurir Sedekah Rombongan untuk wilayah Karawang ini dulunya adalah lulusan cumlaude dari Fisipol UGM, tepatnya dari jurusan Hubungan Internasional. Setelah lulus, beliau bekerja sebagai Sekretaris di sebuah rumah sakit. Karena punya insting bisnis yang bagus, tentu saja mba Banu ini sambil menjalankan bisnis.

sedekah rombongan yogyakarta
Zerina Banu. (foto koleksi pribadi)

Bisnis yang dijalaninya banyak, dalam arti berganti-ganti. Pernah juga menjadi supplier ATK. Nah, selama menjadi supplier ATK ini mba Banu merasakan ada yang tidak ‘sreg’. Akhirnya bisnis ATK dengan keuntungan puluhan juta setiap bulan itu pun ditinggalkannya. Oiya, sebenarnya mba Banu tidak menguasai produk dari bisnis yang dijalankannya. Demikian pula dengan bisnis yang terakhir dijalaninya ini, yaitu bisnis fashion. Ya, bisnisnya lancar karena mba Banu yakin bahwa:

Jika engkau tidak percaya akan kemampuanmu untuk meraih tujuanmu, percayalah pada kemampuan Allah SWT untuk mencapainya.

Titik balik hingga kemudian mba Banu menjalankan bisnis hanya yang membawa berkah serta kemudian turut bergabung dengan Sedekah Rombongan adalah ketika ayahnya hendak meninggal dunia. Beliau selalu ingat akan pesan ayahnya yaitu,“Hubbud dunya gak ada artinya.” Mencintai dunia itu tidak ada artinya. Mba Banu mengilustrasikan bahwa ketika nanti kita selangkah menuju kematian, maka semua yang dimiliki tak satupun yang akan menemani.

Salah satu slide mba Banu. (foto koleksi pribadi)

Sejak itu mba Banu menjadikan bisnisnya sebagai alat untuk mencapai Jannah (surga). Baginya, bukan seberapa besar omset yang ingin dicapai, tetapi berapa besar manfaat yang ingin disebarkan. Karena hidup kita bukan hanya milik kita dan harta kita pun bukan hanya milik kita. Dhuafa sakit (pasien) pertama yang ditolong mba Banu adalah seorang anak yang mengidap Steven-Johnson syndrome.

Hiks… jujur, saat menyimak sharing dari mba Banu ini, saya menahan air mata. Rasanya campur aduk 🙁

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Adz-Dzariyat: 19)

Akankah kita diam saja jika di sekeliling kita masih ada orang yang membutuhkan tetapi mereka tidak berani meminta?

Branding Syariah

Sudah banyak training tentang branding yang pernah saya ikuti. Namun branding yang disampaikan oleh Andika Dwijatmiko ini berbeda. Andika Dwijatmiko (IG @andikakerenlah) adalah CEO Syafaat Marcomm dan sekaligus Branding Syariah Consultant. Jadi, otomatis yang dibicarakan hari itu adalah branding secara syariah. Sesuatu yang baru buat saya. Alhamdulillah rejeki saya dapat ilmu ini secara gratis.

Disini mas Andika menyampaikan bahwa brand itu tidak hanya melekat pada produk, tetapi juga pada personal dan perusahaan (corporate). Brand personal contohnya seorang polwan. Walaupun dirumah hanya mengenakan daster, tetap saja di mata warga sekitarnya dia adalah seorang polwan. Brand produk contohnya Starbuck, Nike. Brand corporate contohnya Garuda Indonesia.

Brand sendiri harus menyatu dengan operation. Brand dibuat setelah melakukan riset marketing (riset kebutuhan konsumen). Dan suatu brand juga harus memberikan value. Contohnya Nike valuenya adalah sepatu sport, sedangkan sepatu untuk jalan-jalan adalah Sketcher.

sedekah rombongan yogyakarta
Branding activity Rasulullah. (foto koleksi pribadi)

Bagaimana Rasullullah melakukan branding activitynya saat menjadi entrepreneur? Pertama, beliau memiliki personal branding yaitu shiddiq, amanah, tabligh dan fathonah. Kedua, dalam melakukan penjualan di pasar Rasulullah menyampaikan harga dasar (tidak menaikkan harga). Ketiga, terjadilah closing penjualan. Karena personal branding Rasulullah sudah jadi, maka pembeli pasti akan membeli produk yang dijual oleh Rasulullah dengan harga diatas harga dasar bahkan jauh diatas harga dasar.

Dengan memiliki branding yang kuat, kita tidak akan khawatir dengan adanya kompetitor. Pemilik Bin Dawood Superstore berkata,”Rezeki itu sudah ditentukan. Mereka tidak akan bisa mengambilnya walaupun hanya satu riyal kalau memang sudah ditakdirkan itu milik kita. Jadi mengapa kita tidak coba cari pahala dengan membantu mereka?” Sedangkan kepada kompetitornya, pemilik Fakieh Poultry berkata,”Bayar hutang-hutangmu sekarang, dan kembalikan kepadaku kapan saja kalau kamu sudah bisa mengembalikannya.” Kisah selengkapnya bisa dibaca disini.

Dan, tahukah Anda bahwa sekarang itu jamannya kolaborasi? Brand-brand besar itu saling berkolaborasi. Mau tau contohnya? Contoh pertama, iPhone 6 itu menggunakan baterai dan prosesor dari Samsung, menggunakan kamera dari Sony, menggunakan memori dari Toshiba, dan menggunakan lcd dari LG dan Sharp. Contoh yang lain, perusahaan besar Blue Bird pun berkolaborasi dengan Go-Jek ke dalam layanan Go BlueBird. Dan masih banyak lagi 🙂

Hidup hanya sekali, jadilah lebih berarti. Jangan mati-matian mengejar sesuatu yang nggak bisa jadi bekal mati.

Penghasilan yang Berkah dari ngeBlog

Di Magelang, ternyata ada satu kampung yang terkenal dengan nama Kampung Blogger. Tepatnya berada di Desa Menowo. Sumbodo Malik yang membuat desa ini terkenal dengan sebutan Kampung Blogger tersebut. Mengapa disebut Kampung Blogger? Hihihi.. saya jadi maluuu… Tadinya saya kira ini adalah nama sebuah komunitas. Ternyata oh ternyata memang benar-benar sebuah kampung yang berisi para blogger.

sedekah rombongan yogyakarta
Sumbodo Malik, founder Kampung Blogger. (foto koleksi pribadi)

Untuk mengenal lebih jauh tentang Sumbodo Malik, silakan baca disini aja yaaa, supaya tulisan ini tidak terlalu panjang 🙂 .

Poin-poin pelajaran yang saya dapatkan dari Sumbodo Malik adalah:

  1. Belajar dan praktik membuat blog untuk mendapatkan penghasilan secara online.
  2. Memilih menyedekahkan uang yang tinggal Rp 50 ribu pada saat Jumatan (daripada membeli makan — padahal belum makan), lalu malamnya mendapat penghasilan US$ 400 dari blog.
  3. Pernah mengalami jatuh, padahal penghasilan sudah ribuan dollar, yaitu karena main forex.
  4. Mengajari istrinya, teman-teman kerjanya, anak-anak muda di kampungnya untuk melakukan hal yang sama.
  5. Juga mengajari banyak ibu-ibu membuat online shop.
  6. Tidak pelit ilmu dan melarang komunitas Kampung Blogger pelit ilmu.

Donasi Ambulans dari YouTuber/Influencer

Di akhir acara, suasana yang begitu mengharukan terjadi saat Ridwan Hanif dan Mas Wahid secara simbolis menyerahkan ambulan untuk Sedekah Rombongan. Keduanya adalah youtuber otomotif sekaligus influencer.

sedekah rombongan yogyakarta
Penyerahan donasi ambulans secara simbolis. (foto: Nisya Rifiani)

Ridwan Hanif dan Mas Wahid mengisahkan bagaimana perjalanan mereka hingga menjadi youtuber otomotif yang hebat. Bagaimana Mas Wahid fokus pada mobil second sehingga seorang Rifat Sungkar pun menyebutnya dengan Om Second. Panggilan itu kemudian ia gunakan sebagai brand bisnisnya (IG @omsecond.id)

Sayangnya pada bagian ini saya sudah tidak bisa menyaksikan karena harus pulang lebih awal.

Belajar Rendah Hati dari Ibu Rohani

Oiya, ada juga special guest yaitu ibu Rohani selalu owner dari Hotel Grand Dafam Rohan. Beliau ini ternyata duduk bareng-bareng  membaur dengan peserta yang lain lhooo.. Gak nyangka bahwa beliau duduk di bagian tengah, sedangkan saya duduk manis di kursi paling depan. (Mmm… tapi saya duduk di depan karena menjalankan tugas siihhh.. #ups.. #maafkan..).

sedekah rombongan yogyakarta
Tugu di depan lobby hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta. (foto koleksi pribadi)

Awalnya Ibu Rohani ini berjualan beras. Uang hasil penjualan beras dikumpulkan untuk kemudian dibelikan tanah. Tanah tersebut sekarang menjadi hotel. Ibu Rohani memberikan dan mengajarkan kesederhanaan serta keseimbangan dalam hidup kepada anak-anaknya.

Dan siapa yang menyangka bahwa Ibu Rohani, pemilik hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta ini, kendaraannya adalah mobil Suzuki Karimun. Selain itu beliau juga memiliki SIM B1. MasyaAllah. Speechless.

Bisnis melejit dengan sentuhan langit. Mari menjalankan bisnis sebagai alat untuk mencapai jannah-NYA. Sebagian dari keuntungan bisnis Anda bisa disalurkan melalui Sedekah Rombongan. Demikian sharing oleh-oleh acara Jagongan Inspiratif bareng Sedekah Rombongan, semoga bermanfaat 🙂

Salam Tembus Langit,
Wiwin Pratiwanggini

 

490 Views

Author: Wiwin Pratiwanggini

Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini. Saya blogger Yogyakarta yang senang menulis untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

9 thoughts on “Jagongan Inspiratif bareng Sedekah Rombongan di Yogyakarta

  1. Ya allah inspiratif mbak. ATK itu apa ya? Terus yang menarik tadi tentang garuda Indonesia dijadiin contoh, kok ya ndilalah sekarang brand corporate nya jadi jatuh ya hiks. Pemilik Grand Dafam inspiratif sekali. Termasuk yg mendirikan kampung blogger

  2. Acaranya keren. Sayang, berbenturan dengan kegiatan komunitas. Semoga next acara pas bisa datang.
    Suka banget sama ceritanya Mbak Banu. Bisnis yang mengantar ke jannah. Semoga suatu saat nanti bisa saya wujudkan juga. Aamiin.

  3. Acaranya inspiratif ya mba, sekali dayung bisa ikut sedekah ke beberapa sektor sekalian. Jadi praktis dan cepat, serta dipertangggungjawabkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *