Reuni SMA di Kopi Tebu Mbah Rahmi Menandai Tutup Tahun 2019

reuni smapa

Di dalam bulan Desember ini ada beberapa acara yang mengiringi berakhirnya tahun 2019. Salah satu acara besar saya adalah hijrah ke tempat tinggal dan alamat baru. Itu nanti saja ceritanya, kalau sudah usai urusannya ya… Nah, salah satu acara lainnya adalah reuni SMA khusus lulusan tahun 1992 (SMAPA 1992).

Awalnya pada tanggal 2 Desember 2019, Dewi Rahayu mengabari saya lewat WA bahwa akan ada reuni SMA angkatan kami saja, untuk semua jurusan (A1, A2, A3.1 dan A3.2). Kemudian saya diceburkan ke grup WA khusus kelas A1 (jurusan Fisika) yang berisi seharusnya total 42 siswa. Alhamdulillah hari itu saya baru saja menerima fee dari salah satu artikel di blog ini sehingga sebagian bisa langsung saya bayarkan untuk iuran reuni. Bayar makan dan bayar kaos angkatan.

Flashback sejenak ya… Dewi Rahayu adalah teman sebangku saya ketika masih di SD, sejak kelas 1 hingga kelas 6. Saat di bangku SMP kami berpisah karena kami berbeda sekolah. Nah, waktu SMA kami ternyata bersama lagi. Hanya saja sudah tidak sebangku lagi. Kemudian sejak lulus SMA, kami tidak pernah bertemu lagi. Sampai pada suatu hari ada acara reuni kecil-kecilan dan kami bisa bertemu kembali. Sayangnya saat reuni kemarin, dia tidak bisa datang sehingga kami belum bertemu muka lagi untuk kedua kalinya.

reuni smapa

Salah satu space di Kopi Tebu Mbah Rahmi. (foto koleksi Annisa Saputri / travelingyuk.com)

Back to the reuni yaa…

Acara reuni kali ini diselenggarakan di Kopi Tebu Mbah Rahmi. Lokasinya di dusun Tebonan Harjobinangun Pakem Sleman. Tepatnya dari SPBU Mangunan Jalan Turi, ke arah utara kurang lebih 200 meter, berada di kiri jalan. Ternyata tempatnya enak buat acara rame-rame begitu. Ada pendoponya, juga ada ruang makannya. Selain itu di tanah sebelah utaranya ada playground, tempat bermain untuk anak-anak yang cukup luas.

Menghadiri acara reuni ini saya mengajak Satria dan Dimas. Rencananya agar supaya Satria njagain Dimas sementara saya mengikuti acara demi acara. Tapi ternyata faktanya kedua anak saya tidak ada yang betah duduk di tempat. Dimas anak 27 bulan yang super aktif itu tidak bisa diam, jalannnnn terus, muteerrrr aja. Sedangkan Satria pamit pergi ke Indomaret mau jajan. Ya sudahlah, jadilah saya berbagi fokus antara mengikuti acara demi acara dengan mengawasi dan mengikuti Dimas.

reuni smapa

Dimas tidak bisa diam. (foto koleksi pribadi)

Acara reuni cukup seru meskipun yang hadir tidak sebanyak yang diharapkan. Tentunya diharapkan semua bisa hadir ya… Tapi memang ada yang sudah berdomisili di luar Yogyakarta dan tidak liburan ke Yogya. Sedangkan yang tetap tinggal di Yogyakarta, biasanya ada yang waktunya tidak bisa disesuaikan. Acara selain diisi dengan games, ada juga hiburan dari teman-teman sendiri serta dari pengisi acara. Rupanya kali ini panitia mengundang entertainer dari luar.

Menjelang acara makan siang, hujan turun cukup deras. Dimas yang tadinya bermain di playground, terpaksa harus mau duduk manis di pendopo supaya tidak kehujanan. Tapi ya dasar anak super aktif, tetap aja dia mencuri-curi kesempatan untuk bisa bermain hujan. Sampai-sampai setelah selesai makan siang si bocah ini turun ke halaman dan bermain hujan. Padahal hujannya masih cukup deras.

Jujur aja dalam acara ini saya miskin foto, iya dikarenakan engga bisa fokus ke acara. Bersyukur masih sempat ikutan foto bareng per kelas sebelum acara makan siang, sehingga masih ada foto saya, hehehe… Makasih temen-temen SMA khususnya kelas A1 atas colekannya sehingga saya bisa ikutan hadir di acara reuni ini. Maafkan daku datang terlambat, karena salah lihat jam. Kata Sugeng, gapapa datang telat, yang penting sedulur saklawase. Aamiin 🙂 . Betewe meskipun terlambat, alhamdulillah saya dapat rejeki (menang doorprize).

Lalu apa sih manfaat reuni bagi saya? Bukankan biasanya itu hanya membuka kembali kenangan lama yang cenderung mengganggu kehidupan masa kini?

reuni smapa

Foto bersama kelas A1/Fisika. (koleksi Christina Prihatin)

Alhamdulillah hingga saat ini reuni memberi manfaat bagi saya. Saya tetap bisa menjalin silaturahim dengan teman-teman SMA. Hubungan baik di masa lalu masih terjaga hingga hari ini. Dan tidak pernah membuat kehidupan saya sekarang terganggu karena saya tidak pernah memiliki kenangan yang aneh-aneh bersama teman satu angkatan. Kalo boleh jujur, gebetan saya dulu adalah kakak kelas, karena itulah kalau reuni angkatan saya mah aman-aman saja, hahaha…

Jadi, sekali lagi acara reuni bagi saya murni memberikan manfaat tetap terjalinnya tali pertemanan dan persaudaraan dengan rekan-rekan satu angkatan. Semoga kami masih diberi panjang umur sehingga bisa ketemu lagi di reuni-reuni yang akan datang.

O iya, satu lagiiii… satu lagi manfaat reuni yang saya dapatkan. Yaitu tersambungnya hubungan pertemanan dari orang tua ke anak. Ceritanya, anak saya dan anaknya Ahmad Barokah ternyata satu angkatan di sekolah yang sama yaitu di SMA Negeri 1 Cangkringan. Hanya saja beda jurusan. Tetapi keduanya sama-sama pengurus OSIS (anak saya Ketua 1, temannya Ketua 3). Betewe jangan berharap ada cerita tentang perjodohan lho yaaa, karena anak kami sama-sama laki-laki 😀 . Jadi, cukup terjalin pertemanan antar anak.

Demikian cerita reuni SMA yang mewarnai hari-hari menjelang berakhirnya tahun 2019 🙂