Pengalaman Pertama dengan Listrik PLN Pra Bayar

listrik pln pra bayar

Januari ini adalah awal mula saya menggunakan listrik PLN Pra Bayar. Sebelumnya, saya terbiasa menggunakan listrik pasca bayar yang dibayar tiap bulan sebelum tanggal 20. Jadi sempat kaget ketika pertama kali mengalami listrik tiba-tiba padam.

Jadi ceritanya per Januari ini saya pindah rumah. Sekarang rumah yang saya tempati lebih kecil, bangunan baru sehingga sudah menggunakan meteran listrik PLN Pra Bayar. Saat saya mulai menempatinya, lampu indikator meteran sudah berwarna merah. Selama 2 hari saya masih bisa menggunakan listrik untuk banyak hal. Lampu-lampu, freezer, kulkas, magicom, kipas angin, tv, pompa air, serta mesin cuci.

Tiba-tiba hari Minggu pagi suami saya melihat listrik tiba-tiba mati semua. Sempat kepikir mungkin kena giliran pemadaman. Apalagi tetangga kanan kiri juga sepi, tak kedengaran suara dari alat elektronik mereka. Nah, saat kami mau meninggalkan rumah, iseng-iseng saya melihat ke meteran. Lampu indikator mati. Tertera tulisan 0.00 kwh. Artinya kuota listrik sudah habis dong… Kami ngakak bareng. Maklumlah ini pengalaman pertama.

Selanjutnya saya tahu langkah yang harus diambil adalah beli token listrik. Karena dulu saya pernah beberapa kali membelikan token listrik rumah guru. Saya coba beli lewat Mandiri Online tapi gagal melulu, lalu saya coba beli lewat KlikBCA baru deh berhasil.

listrik pln pra bayar
Struk pembelian token listrik lewat KlikBCA. (foto koleksi pribadi)

Setelah beli token listrik, langkah berikutnya adalah memasukkan token listrik tersebut melalui meteran yang terpasang. Nah, ini yang saya belum pernah lakukan. Alhamdulillah googling nemu juga langkah-langkahnya. Ternyata memasukkan token listrik itu mudah sekali. Tinggal masukkan saja 20 angka yang terdapat pada struk pembelian token tadi. Lalu tekan tanda Enter. Setelah itu otomatis meteran akan aktif kembali.

Tapi ternyata belum successful, sodara-sodara! Beberapa kali balik mati lagi. Rupanya kalo semua stop kontak aktif (nancap ke saluran listrik), maka angkatan pertama enggak kuat. Jadi harus dicabutin dulu semuanya. Setelah benar-benar menyala, baru deh satu per satu dicolokin lagi.

Setelah pengalaman pertama tersebut, kami sekarang sudah mulai hafal solusinya. Jadi, secara rutin harus memperhatikan warna lampu indikator pada meteran listrik. Jangan sampai mendadak mati, apalagi jika malam-malam, ‘kan repot. Ada 3 warna lampu indikator yang harus dihafalkan:

  1. Warna hijau, artinya kuota listrik masih lebih dari cukup.
  2. Warna kuning, artinya kuota listrik masih cukup.
  3. Warna merah, artinya harus segera bersiap-siap beli token listrik. Karena jika tidak segera diisi, maka tiba-tiba listrik akan mati.
listrik pln pra bayar
Pencet angka-angka ini untuk memasukkan token listrik. (foto koleksi pribadi)

Langkah-langkah isi ulang token listrik PLN Pra Bayar:

  1. Beli token listrik (saya biasanya membeli lewat internet banking).
  2. Masukkan nomor token 20 digit ke dalam meteran listrik.
  3. Tekan tanda Enter jika sudah benar.

Jika meteran terlanjur mati, sebelum mengisi ulang token listrik sebaiknya semua penggunaan listrik di-off-kan dulu atau dicabut dulu dari semua stop kontak. Ini untuk menghindari meteran mati lagi setelah diisi ulang. Bagi saya, menggunakan listrik PLN Pra Bayar awalnya agak ribet, tapi sepertinya kedepannya saya akan merasa lebih nyaman. Karena saya mulai merasakan beberapa manfaatnya, yaitu antara lain:

  1. Enggak akan kebobolan bayar tagihan.
  2. Jadi hemat pemakaian alat elektronik (dulu TV biasa nyala terus, sekarang jarang sekali dinyalakan).
  3. Budget listrik sebagian bisa saya alihkan ke kebutuhan lain.

 

Author: Wiwin Pratiwanggini

Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini. Blog milik Wiwin Pratiwanggini, lifestyle blogger dari Yogyakarta. Bisa dikontak melalui wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA).