Indscript Creative Mengajak Perempuan Berdaya Dari Rumah

indscript creative

Di Indonesia, bulan April identik dengan hari lahirnya Raden Ajeng Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April. Tepatnya RA Kartini lahir pada hari Senin tanggal 21 April 1879 di Jepara. Beliau adalah seorang perempuan cerdas nan pemberani. Semua yang dilakukannya memberi arti yang sangat besar bagi perempuan Indonesia sampai saat ini.

Raden Ajeng Kartini memang sudah tidak ada. Beliau wafat pada 17 September 1904 dan dimakamkan di Rembang. Tetapi semangat dan perjuangannya diteruskan oleh banyak perempuan di negeri ini. Sosok Indari Mastuti, owner Indscript Creative, hadir membawa semangat Kartini untuk terus memberdayakan perempuan Indonesia.

Awalnya Saya Mengenal Indari Mastuti

Saya mengenal Indari Mastuti kurang lebih 3-4 tahun yang lalu. Entah bagaimana awal mulanya, maaf belum sempat membongkar memori, hingga kemudian saya mengikuti berbagai training bisnis online yang sedang diampunya. Ya, 3-4 tahun yang lalu saya masih bersemangat sekali menjalankan sebuah bisnis jaringan berbasis online.

Dari Indari Mastuti inilah saya memahami bahwa menjadi pebisnis yang sukses itu dibutuhkan seorang mentor. Ternyata tidak cukup hanya dengan belajar lewat buku atau mengamati dan meniru serta memodifikasi apa yang dilakukan oleh orang lain. Karena itu saya menempatkan nama Indari Mastuti sebagai mentor bisnis saya.

Selama mengikuti training-training tersebut, saya harus bisa mengimbangi semangatnya. Ibarat alat elektronik, Indari Mastuti ini seperti menggunakan baterai Alkaline dobel dengan Energizer (maaf sebut merk) 😀 . Jujur aja, seringkali saya merasa ngos-ngosan mengikuti langkahnya. Semua yang diajarkannya sangat praktis, tidak sekedar teori. Karena itu, sebagai peserta training saya harus disiplin. Disiplin menyimak kemudian langsung mempraktekkan.

indscript creative

Indari Mastuti sedang mengampu kelas online.

Saya sempat kewalahan mengikuti training besar yang pernah saya ikuti. Besar dalam biaya. Besar dalam ilmu yang saya dapatkan. Tiga puluh hari full harus menyimak dan praktek. Dalam training ini saya menemukan satu kata: inovasi. Pebisnis yang sukses adalah yang selalu berinovasi. Sedangkan saya? Huhuhu… miskin kreativitas. Tepatnya kreativitas bisnis saya belum tergali, masih banyak malasnya, masih menikmati zona nyaman, sehingga hasilnya ya segitu-segitu aja.

Sembari mengelola bisnis saya sendiri, saya pun pernah menjadi bagian dari bisnisnya Indari Mastuti. Saya pernah menjadi bagian dari Indscript Creative. Saya pernah merasakan mendapatkan penghasilan dari sana. Mungkin sekitar 2-3 bulan saya bergabung disana. Lalu kenapa berhenti?

Sejujurnya saya tidak ingin berhenti, tetapi karena model pengelolaan bisnisnya mirip dengan bisnis yang sedang saya jalani (baca: mengelola manusia), supaya tidak menimbulkan konflik maka saya harus memilih. Akhirnya saya memilih untuk fokus pada bisnis saya.

Kini saya sudah tidak fokus ke bisnis, tetapi saya masih bergabung dengan komunitas yang dibentuk oleh Indari Mastuti dibawah bendera Indscript Creative. Saya sekarang menekuni dunia menulis (blog dan buku). Saya masih fokus pada menulis di blog. Saya menerima tawaran pekerjaan freelance sebagai blogger.

Lewat komunitas menulis inilah saya juga belajar menulis buku. Saya memulainya lewat pembuatan buku antologi, yaitu buku yang berisi kumpulan tulisan dari beberapa kontributor yang mengusung satu tema yang sudah ditentukan. Saya ‘kan belum berani menulis buku solo, sedangkan lewat antologi saya cukup mengirimkan satu naskah saja minimal 1000 kata. Hehehe…

Sebagai perempuan mandiri dan ingin terus berdaya, saya merasa nyaman bergabung dengan komunitas bisnis dan komunitas menulis yang dibangun oleh Indari Mastuti dibawah bendera Indscript Creative-nya. Pembawaan Indari Mastuti yang humble dan anggota komunitas yang semuanya perempuan, itu poin pertama yang membuat saya nyaman.

indscript creative

Jasa penulisan di Indscript Creative.

Mengenal Lebih Dekat Indscript Creative

Awalnya saya memang hanya mengenal sosok Indari Mastuti, baru kemudian saya mencari tahu lebih banyak tentang perusahaannya, yaitu Indscript Creative.

Jadi, Indscript Creative itu hadir sebagai wadah perempuan, khususnya bagi IRT, yang ingin menjadi penulis dan atau pebisnis. Sejak tahun 2007, hadir dengan menjadi agen naskah yaitu menjadi “jembatan” antara penulis dengan penerbit untuk menerbitkan naskah menjadi buku.

Indscript Creative sangat lekat dengan kata buku, bisnis, dan Indari. Ya, Indscript Creative didirikan oleh Indari Mastuti pada tahun 2007. Indari Mastuti sendiri sudah menjadi penulis sejak tahun 2004, ia rela melepaskan karirnya dari dunia telekomunikasi. Indscript merupakan kependekan dari Indari dan script. 

Pada awal berdirinya, Indscript Creative ini dijalankan sendiri oleh Indari Mastuti. Ia sendiri yang menjadi penulisnya. Hingga kemudian ada beberapa penulis yang gabung, seiring dengan semakin banyaknya penawaran dari penerbit untuk penulisan buku.

indscript creative

Seiring dengan kebutuhan konsumen, maka kini Indscript Creative berkembang menjadi Indscript Copywriting dan Indscript Training Center.

Indscript Copywriting siap membantu para perempuan Indonesia yang :

  1. Ingin menerbitkan buku, karena Indscript Creative sebagai agen naskah yang mempertemukan penulis dengan penerbit.
  2. Ingin belajar dunia penulisan lewat kelas menulis, yaitu Sekolah Perempuan, dengan tugas akhir menuntaskan 1 naskah buku selama 3 bulan.

Indscript Training Center siap membantu para perempuan Indonesia untuk terus berdaya dengan mengadakan pelatihan online seputar bisnis dan menulis. Dengan demikian pelatihan ini bisa menjangkau banyak perempuan, karena dilakukan secara online saja.

Indscript Creative juga memiliki komunitas menulis (Ibu-Ibu Doyan Nulis – IIDN) dan komunitas bisnis (Ibu-Ibu Doyan Bisnis – IIDB), untuk mewadahi para perempuan yang ingin belajar menulis dan bisnis. Komunitas-komunitas ini dikelola melalui Facebook Group. Saat ini sudah memiliki anggota >21K untuk IIDN dan >65.3K yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri.

Untuk mewadahi siapa saja yang ingin mengunggah tulisannya atau melakukan promosi bisnis, Indscript Creative menyediakan media online berupa Facebook Page, yaitu emakpintar.org. Alhamdulillah profil saya pernah ada di media ini juga, edisi 20 Juli 2016.

indscript creative

Bangkit dari Keterpurukan

Sebagaimana perjalanan sukses sebuah perusahaan, pasti ada masa mengalami keterpurukan. Demikian juga dengan Indscript Creative. Bersyukur sekali karena ujian Tuhan itu datangnya di awal-awal membangun perusahaan.

Dari perusahaan yang dijalankan sendiri, berkembang menjadi agensi penulisan, semakin banyak klien berdatangan, hingga akhirnya kewalahan sendiri. Naskah buku yang jumlahnya banyak, menjadikan lost control atau kehilangan quality control alias asal jadi. Akibatnya penerbit kecewa, imbasnya Indscript Creative kehilangan klien dan ini mengakibatkan perusahaan berada di ambang kebangkrutan.

Namun, bukan Indari Mastuti namanya kalau tidak berpikir keras untuk kembali bangkit!

Karena itu maka Indari Mastuti jadi berpikir untuk lebih banyak belajar lagi tentang bisnis. Bisnis bukan hanya sekedar mengambil order yang banyak, tetapi juga bagaimana mendeliver kebutuhan pelanggan dengan maksimal serta menjaga kepuasan mereka sehingga akhirnya menjadi pelanggan yang loyal.

Untuk pelanggan-pelanggan yang masih bisa diselamatkan inilah Indscript Creative memperbaiki kualitas pelayanannya mulai dari permintaan maaf, juga tambahan diskon, hingga akhirnya bisa menemukan kembali kepercayaan dari mereka.

1. Belajar memaknai semua dengan sederhana

Tahun 2007-2009 adalah masa kejayaan Indscript Creative. Ownernya, Indari Mastuti, saat itu masih muda, bisnis meroket, memiliki banyak uang sehingga bisa membeli apa saja, mencicil apa saja. Hingga Sang Maha Kuasa membalikkan kondisi dalam waktu cepat.

Dari sini, Indari justru bersyukur karena merasa diselamatkan oleh Allah SWT untuk kembali ke jalan yang lurus. Ia meyakini bahwa sebesar apapun bisnis yang dimiliki, gaya hidup tak perlu makin meninggi. Gaya hidup sederhana adalah pilihan yang tepat.

indscript creative

Beberapa contoh buku yang diterbitkan lewat Indscript Creative.

2. Membangun branding

Pada masa yang tidak menguntungkan tadi, Penerbit Mizan menawarkan proyek untuk menulis biografi pengusaha Brownies Amanda. Waktu itu, sebenarnya Indari belum berpengalaman untuk menulis buku biografi. Tetapi ia merasa tertantang untuk menerimanya. Kelak menulis biografi ini menjadi salah satu kekuatan Indscript Creative.

Gimana awalnya membangun branding pada buku biografi? Yaitu memajang profil penulis di halaman belakang buku biografi tadi. Selanjutnya hal ini membawa Indari menjadi penulis biografi untuk berbagai tokoh, pengusaha, dan public figure lainnya. Antara lain buku Teh Ninih, Ibu Atalia, Ibu Siti Oded, dan lain-lain.

Pada masa diambang kebangkrutan, Indari mencoba untuk mencari cara bagaimana bisa mendapatkan uang dalam kondisi utang yang begitu banyak. Saat bertanya kepada suaminya apakah tepat jika membuka bisnis baru, suaminya menyarankan agar menggali potensi yang ada untuk menghasilkan uang.

Berbekal kemampuan public speaking serta kemampuan membuat business plan, Indari mengikuti berbagai kompetisi bisnis pada kurun waktu 2010 hingga 2012. Sepuluh penghargaan ia dapatkan dalam kurun waktu tersebut.

Dari situ branding Indscript Creative terangkat dengan sangat baik. Setiap menjadi pemenang kompetisi, Indari akan dicari oleh media cetak dan media elektronik. Nah, setelah diliput oleh media-media itu mulailah ia dan Indscript Creative dikenal. Ia mulai mendapatkan klien yang rata-rata pada tahu dari media yang mereka baca atau tonton.

3. Mencari mentor bisnis

Indari sangat bersyukur karena dari kompetisi-kompetisi yang diikutinya ia mengenal yang namanya mentor bisnis.. Kenapa? Karena di setiap kompetisi itu pasti penyelenggara menyediakan mentor atau coach yang akan membantu para peserta atau finalis untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Disana Indari bisa belajar dari satu coach ke coach lainnya, dari satu mentor ke mentor lainnya. Sehingga kemudian muncullah ide-ide baru untuk melakukan perbaikan serta bagaimana melejitkan Indscript Creative dengan inovasi-inovasi baru.

indscript creative

Beberapa produk Indscript Creative non buku.

4. Menelurkan inovasi

Berkah mendapatkan banyak ilmu dari para mentor atau coach tadi adalah menelurkan banyak inovasi. Mulai dari agensi naskah kemudian menjadi jasa penulisan biografi. Lalu bergerak ke bisnis yang lainnya dengan inovasi-inovasi yang tiada henti sampai sekarang. Itulah Indscript Creative.

Inovasi-inovasi yang pernah dilakukan adalah:

  1. Tahun 2013 mendirikan Sekolah Perempuan.
  2. Tahun 2013 meresmikan Indscript Personal Branding, yaitu jasa membranding diri para pengusaha di berbagai media sehingga mampu meningkatkan bisnisnya. Jasa ini ditutup pada tahun 2015.
  3. Tahun 2014 meluncurkan Indscript Direct Selling. Produknya adalah Metrik dan Dreamboard.
  4. Tahun 2015 mengubah Indscript Direct Selling menjadi Indscript Training Center. Disini Indari menjadi mentor di dunia online dengan lebih banyak sharing bagaimana membangun bisnis dari rumah. Berdasarkan pengalamannya bangkit dari kebangkrutan, ia membuat kelas Reparasi Bisnis.
  5. Tahun 2017 mendirikan Indblack, bisnis yang bergerak di bidang fashion dengan pilihan produk handsock. Bisnis ini sempat memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumah dengan menjadi pengrajin handsock. Bisnis ini akhirnya ditutup per 1 April 2020.
  6. Tahun 2018-2019 menciptakan hasil penulisan dalam banyak versi (bukan hanya buku), antara lain workbook, agenda, minibook, guidance book.
  7. Tahun 2019 meluncurkan program BUKUIN Aja! Ini adalah program penerbitan indie yang dilengkapi dengan training sebelum menerbitkan buku.
  8. Tahun 2019 mengubah nama Indscript Training Center menjadi Indscript Businesswomen University sebagai penguat program 3000% untuk perempuan.
  9. Tahun 2020 membangun ikon-ikon seperti Miss Indscript, Miss Love, Miss Cunik, Miss Writing, dan lain-lain, yang menunjukkan kekhasan dalam pelayanan dengan menghadirkan ikon yang ramah dan sangat friendly. 
  10. Tahun 2020 semakin memperkuat agensi naskah (Indscript Writing) dengan membuka training khusus di bidang kepenulisan untuk menjebol penerbit mayor.
indscript creative

Contoh-contoh kelas training online

5. Kolaborasi

Salah satu peserta kelas Reparasi Bisnis adalah founder Kunikita, yang berlanjut mengikuti kelas-kelas lainnya baik secara grup maupun privat. Begitu Kunikita menunjukkan hasil yaitu terus bergerak cepat, maka Indari didapuk menjadi co-founder. Dari karyawan yang hanya 5 orang kini sudah memiliki tim sebanyak 50-an orang.

O iya, Kunikita adalah bisnis ritel yang menjual berbagai kebutuhan Muslimah. Kunikita sudah memiliki lebih dari 4000 jaringan pemasaran di Indonesia dengan produk unggulannya Ciomy (bakso aci khas Garut).

Di tahun 2018 ini juga Indari mendapatkan penghargaan dari Walikota Bandung sebagai:

  1. Perempuan penggerak perempuan
  2. Penulis perempuan

6. Membangun komunitas

Pada tahun 2010 Indari membangun komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis, lalu pada tahun 2011 membangun komunitas Ibu-Ibu Doyan Bisnis, dan pada tahun 2015 membangun komunitas Emak Pintar.

Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) beranggotakan ibu-ibu yang jelas banget spesifikasinya yaitu ibu-ibu yang berminat di dunia penulisan.

Komunitas Ibu-Ibu Doyan Bisnis (IIDB) beranggotakan ibu-ibu yang berminat membuat bisnis dari rumah.

Emak Pintar yang awalnya akan dijadikan sebagai peleburan antara IIDB dan IIDN ternyata justru berjalan sendiri. Emak Pintar ini menjadi komunitas tersendiri dengan kekhasan yang berbeda dari dua komunitas sebelumnya.

indscript creative

Salah satu penerima hibah modal usaha.

Indscript Creative Menuju 13 Tahun

Memasuki usia Indscript Creative yang ke-13, Indari merasa bahwa ini bukan lagi bisnis yang main-main. Harus benar-benar fokus. Indscript Creative harus bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang seluas-luasnya.

Karena itu mulai di usianya yang ke-10, Indscript Creative membangun CSR (Corporate Social Responsibility) dengan pembebasan riba, pemberian hibah modal usaha, donasi lansia, dan berbagai kegiatan donasi lainnya yang diambil dari 10% dari omzet.

Impian selanjutnya yang ingin dicapai oleh Indscript Creative dan Kunikita adalah berharap semakin banyak peluang bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya baik dalam sisi kepenulisan maupun dalam sisi bisnis.

Semoga di tahun 2024 memiliki 15.000 jaringan pemasaran yang mana mereka itu berasal dari para perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dan mereka bisa menghasilkan dengan sangat produktif hanya dari rumah saja.

Penutup

Saat sekarang ini, di saat hampir seluruh penduduk dunia dihimbau untuk tinggal di rumah saja karena adanya wabah pandemi Covid-19, produktif dari rumah menjadi tantangan tersendiri. Di saat pekerjaan rutin di luar rumah terpaksa dikurangi bahkan dihentikan, hingga gaji pun dipotong, mau tidak mau ibu rumah tangga pasti berpikir keras mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Alih-alih mengeluhkan kapan ini pandemi akan berlalu atau mengeluhkan capek menemani anak sekolah online dari rumah atau mengeluhkan capek di dapur karena di rumah aja bikin pada doyan makan. Alangkah baiknya kalau kita membuka diri, memperkuat jejaring untuk menjalin silaturahmi meskipun itu secara online. Caranya gimana? Bergabung dengan komunitas online.

Dalam masa sulit ini, Anda tidak sendirian, banyak temannya. Dengan berjejaring, kita saling menguatkan. Dengan silaturahmi, siapa tahu pintu rejeki Anda terbuka, ide kreatif Anda muncul lalu menjadikan hobi untuk menjemput rejeki. Hidup itu indah, bukan?

Habis gelap terbitlah terang. Semangat Kartini tidak akan pernah padam. Owner sekaligus CEO Indscript Creative, Indari Mastuti, telah membuktikannya sebagaimana saya tuliskan panjang lebar diatas. Mari sama-sama belajar menjadi perempuan berdaya meskipun dari rumah saja, pintu Indscript Creative selalu terbuka 🙂

Indscript Creative

Website: https://indscriptcreative.com
Media Online: FB Page Emakpintar.org
Gabung komunitas bisnis: FB Group Ibu-Ibu Doyan Bisnis
Gabung komunitas menulis: FB Group Ibu-Ibu Doyan Nulis

42 thoughts on “Indscript Creative Mengajak Perempuan Berdaya Dari Rumah”

  1. Jadi perempuan banyak kepentok, gak bisa ninggalin anak tapi pengen bantu suami cari duit walaupun pendidikan tidak tinggi.

    Ada nya pemberdayaan lewat Indscript creative membuka jalan bagi perempuan punya duit dan karya

  2. berharap banget pandemic ini bisa segera membaik dan segera membaik yaaa, banyak banget hikmah yang bisa dipetik dalam kondisi seperti ini sebenrnya, jadi bisa lebih produktif dirumah

  3. Keren nih Indscript creative , apalagi saat pandemi seperti saat ini. Bisa menjadi inspirasi para perempuan diluar sana untuk bisa menjadi perempuan berdaya meskipun dari rumah saja ya…

  4. Kadang aku mikirnya kenapa ya perempuan seperti mengekang kakinya sendiri, kenapa kita ga bisa santai saat ninggalin anak2 ehm..syukurlah selalu ada perempuan2 yg mengajak kita untuk terus berani meraih impian

  5. keren banget ya Indiscript Creative ini, namun saya baru dengar ternyata udah ulang tahun ke-13 keren, dan sudaha da program CSR-nya juga, semoga semakin bertumbuh dan menciptakan perempuan-perempuan hebat berikutnya ya mba

  6. Ternyata IIDN juga termasuk dalam Indscript Creative ya, mba? Aku beberapa kali lihat kelas training onlinenya, kalo ada lagi pingin ikutan ah!

  7. Ini ni yg ku suka bikin perempuan jadi tangguh n mandiri serta berpikir kritis atas masalah yang dihadapi

  8. Saya suka dengan kalimat yang ini “pebisnis yang sukses harus berinovasi”. saya sangat setuju karena jika tidak maka akan tergilas oleh kompetitor lain. Maka dari itu pebisnis harus punya ide out of the box setiap harinya.

  9. Baru tahu ternyata otak di balik IIDN adalah Bu Indari ini. Sangat menginspirasi perjuangannya dan mengapresiasi karyanya. Perempuan hebat memang patut disanjung

  10. Ibu Indari Mastuti ini layak disematkan gelar salah satu Kartini modern ya. Beliau sudah banyak memotivasi anggota IIDN untuk melahirkan buku-buku berkualitas. Salut atas kontribusi beliau.

  11. Kemarin rame banget banyak iklan bertebaran tentang ini. Tapi aku ngga ngeh ternyata inilah sosok di balik powerfullnya IIDN. Beneran baru tau sih. Keren banget

  12. luar biasa semangatnya mbak indari, sampe banyak inovasi yang dikeluarkan
    dulu aku saking sukanya sama buku, pengen punya perusahaan penerbitan sendiri hahaha

  13. aku ikut grup iidn tapi nggak aktif…
    memang skala prioritas itu perlu ya mba…
    aku terikat dengan kantor, dan lebih banyak menelurkan karya untuk publikasi kantor.
    hobi menulis di blog pribadi juga keteteran, tapi ya sudahlah, legowo…

  14. Semoga semakin berjaya ya Indscript creative, dulu sempat aktif di IIDN dan sekarang fokus ngeblog saja, belum mau sibuk lagi. Barokalah Indscript creative atas karyanya.

  15. Beruntung mbak kenal teh Indari udah lama ya.. Saya baru beberapa bulan ini berkesempatan ketemu langsung beliau di Bandung. Ya Allah energi positifnya berasa banget. Pengen suatu hari nanti bisa ketemu lagi dan berguru lagi.

  16. Meilia Wuryantati

    Bagus banget nih Indscript Creative memiliki komunitas menulis untuk mewadahi para perempuan yang ingin belajar menulis dan bisnis. Kalau mau gabung gimana caranya kak? Pengen ikutan juga belajar ?

  17. Mb Indari pernah datang ke Semarang dan bertemu dengan para anggota IIDN, kebetulan pas aku masih baru gabung itu mba. Auranya memang kuat sebagai penggerak ya mba, mampu meniupkan semangat ke orang lain. Nggak heran, ternyata pengalaman hidupnya sedemikian keras sehingga mengasah menjadi pribadi yang kuat.

  18. Saatnya perempuan Indonesia mulai berkarya meskipun hanya dari rumah. Banyak hal yang bisa dilakukan. Kecanggihan teknologi memudahkan perempuan- perempuan untuk bisa menghasilkan. Terima kasih atas ilmunya Bu. Sangat bermanfaat sekali sebagai motivasi diri.

  19. Hi, Mbak. Aku pun kemarin ikut serta dalam ngobrol bareng Teh Indari di Telegram. Di tengah situasi ekonomi yang lesu saat ini, berbagai kisah beliau betul-betul jadi suntikan semangat untukku agar tetap bertahan dan bangkit. Mungkin perlahan aja, tapi setidaknya itu jauh lebih baik daripada hanya duduk dan merenung.

  20. Teh indari udah keren dari lahir kayaknya. Aku dulu sering sih ikut kelasnya. Mulai dari waktu belum punya buku ampe sekarang udah punya bbrp buku solo. Yang hebat tuh manajemen waktunya ya kak. Gak kayak aku. Huhu..
    Aku Suka dengerin tips2nya teh indari. Implemented

  21. Inspiratif sekali teh Indari ini mbak,
    Mengajak para ibu dan perempuan untuk produktif tanpa harus bekerja di luar rumah,
    Nice artikel

  22. wah mbak pratiwi lengkap dan detail sekali tulisannya. aku jadi baru tau sejarah IIDN dan lebih mengenal sepak terjang mbak indari, luar biasa ya. bisa memberdayakan diri sendiri bahkan orang lain, masya Allah

  23. Keren ya Teh Indari ini, suka banget ama perempuan yang bisa menginspirasi dan membuat kaumnya juga berdaya dari rumah. Mantul Mba Wiwin

  24. MasyaaAllah keren banget Mbak Indari dan teman-teman di Indscript creative. Saya jadi termotivasi. tadi sempat kepoin websitenya juga keren banget!

  25. Betapa menginspirasinya kisah mba indari ini ya k, saya beberapa kali membaca kisahnya terharu dan salut bisa seperti sekarang. Sukses juga untuk Indscript semoga semakin jaya ke depannya

  26. wah lama juga ya, sudah 13 tahun usia indscript creative ini. Banyak juga inovasi yang telah dilakukan. Inovasi adalah salah-satu kunci untuk terus bisa bertahan dalam dunia bisnis.

    Saya dulu sering juga dapat penawaran training menulis dari indscript, tapi belum pernah ikut satupun

  27. Teh Indari itu role model aku. Berkat ikut Sekolah Perempuan, aku punya buku solo dan buku² lain yg menyusul terbit. Idenya engga abis² teh Indari..m

  28. Mantul nih Indscript creative, bisa menginspirasi kaum perempuan. Tidak hanya jadi ibu rumah tangga saja, perempuan juga bisa membantu suami mencari nafkah demi menghidupi keluarganya.

  29. Teh Iin, aku kenal sekitar 4 tahun yang lalu. Dari mulai kenalan sama Teh Indari inilah aku serius nulis Mbak. Biasanya mah, curhat is curhat. Sekarang ya curhat ya cari job, hahahaha. Sukses terus buat Idscript.

Leave a Reply to Jihan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *