Jurnal Syukur: 30 Hari Menulis untuk Pulih (6)

Nah, ini adalah lanjutan dari Jurnal Syukur Menulis Untuk Pulih bagian 5 dan terakhir dari program Menulis Untuk Pulih.

26. Mama Hug…

edisi 14 Juni 2020

Selalu saja gak bosan motretin dia.
Sama seperti dulu waktu kakaknya seumuran dia.
Sampai hari ini, memilikinya rasanya masih seperti mimpi.
Sehingga selalu tak bosan-bosan ingin memeluknya, meyakinkan diri bahwa dia ada.
“Mama, hug..”
Nyesss rasa di dada..
Saat ngedot, tangan kanan pegang dot, tangan kiri dilingkarkan ke leher ibunya.
Romantisnya…
Kehadirannya laksana rencanaNYA untuk membimbing saya menebus masa lalu.
Kehadirannya seperti menjawab kenyataan bahwa kemudian si kakak tidak lagi tinggal serumah dengan kami.
Kehadirannya yang tak kami rencanakan, dibekali rezeki sendiri oleh Allah.
Saat dia lahir melalui sectio caesarean, saat dia opname karena dehidrasi, ayah ibunya tak keluar uang sepeserpun.
Saat butuh beli susu dan lain-lain, selalu ada rezeki menghampiri.
Kehadirannya membuat saya berani mengambil keputusan-keputusan yang anti mainstream.
Banyak dan panjang jika semua berkah dituliskan…
Maturnuwun, ya Allah, atas amanahMU ini. Berkah telah KAU limpahkan bersamanya, izinkan saya menjaganya hingga tiba waktunya mandiri.
Terimakasih ya, nak, telah membuat setiap detik waktu ibu menjadi penuh warna ????

“Mama, hug…”

jurnal syukur menulis untuk pulih

27. Warna Warni

edisi 15 Juni 2020

Thanks, God, this is Monday. Semangat memulai hari dengan rutinitas lagi. Bersyukur atas karunia sehat wal afiat. ūüôā

Bersyukur dapat kesempatan join webinar BI bareng Kompasiana nanti siang. Malamnya siap-siap jadi volunteer liputan YIS graduation.

Harap semua berjalan lancar hingga kelar.

jurnal syukur menulis untuk pulih

Bersyukur…
Hari ini pekerjaan utama kelar sesuai target, padahal saya selingi nyimak webinar BI & Kompasiana.
Bersyukur…
Live report graduation lancar, tinggal besok bikin blogpostnya.
Bersyukur…
Sampai rumah masih punya tenaga cukup untuk bikin sayur (pokcoy), kangen makan sayuran hijau karena tadi siang makan keringan.
Bersyukur…
Pulang kerja disambut Dimas dengan snyum dan mata berbinar-binar.

Sekarang saatnya merebahkan diri. Mengijinkan tubuh ini menerima haknya. Nite..nite..all..

jurnal syukur menulis untuk pulih

28. Art Therapy for Future

edisi 16 Juni 2020

Pagi ini…
Alhamdulillah kelar upload tugas 4 (art therapy for future) bersamaan dengan berkumandangnya pembacaan ayat suci menjelang adzan Subuh.
Semoga keinginanku Engkau ijabah, ya Allah… apa yang saya gambarkan tidak ada keinginan duniawi yang berlebihan. Semua hanya untuk mengharap ridha-Mu.
Terimakasih¬†#IIDN¬†dan¬†#RuangPulih¬†atas pengampingannya selama ini. Gak terasa udah hampir sebulan aja…

jurnal syukur menulis untuk pulih

Gambar ini hanya spoiler saja.

Bersyukur Selasa malam saya bisa tidur cepat, sampai ga tahu Dimas boboknya jam berapa, karena badan meminta haknya untuk istirahat setelah seharian di kantor saya ajak berpacu dengan pekerjaan.

Iya, Selasa saya berangkat kerja sudah siang, jam 10-an, karena pagi-pagi mbah Kung dan mbah Uti-nya anak-anak datang ke rumah. Alhamdulillah dibawain hasil pekarangan yaiti pisang, ikan bawal dan ikan nila. Tadinya saya bilang biar diantar Satria saja, tapi kata ibu nau diantar sendiri saja, mau sekalian refteshing.

Bersyukur bapak di usianya yang 71 di bulan depan dan ibu yang 2 tahun lebih muda hingga hari ini masih dikaruniai kesehatan sehingga masih bisa kesana kemari berboncengan motor. Meskipun pensiunan, bapak masih aktif bergerak, ibu pun masih produktif dengan usahanya menjahit.

Bersyukur tempat tinggal kami tidak jauh, hanya beda kecamatan. Harapan saya bapak-ibu masih diberi panjang yuswa, sehingga masih bisa menyaksikan cucu-cucunya tumbuh besar dan dewasa. Aamiin..

jurnal syukur menulis untuk pulih

Halaman depan rumah simbahnya anak-anak.

29. Dimas dan Ronda

edisi 17 Juni 2020

Saya mengamati bahwa sudah 2-3 bulanan ini Dimas enggak sedih lagi saat saya tinggal pergi kerja. Tiap pagi ia nganter saya sampai di pintu pagar. Dari balik pintu pagar dia akan dadah-dadah ke saya, sambil senyum dan matanya menatap kepergian saya dengan berbinar-binar.

Bersyukur sekali Allah menjaganya, juga dikaruniai kesehatan senantiasa. Terakhir ada gangguan kesehatan itu di bulan Januari saat pindahan rumah, yaitu dua hari mengalami kaligata. Setelah itu alhamdulillah seperti sekarang, selalu ceria, kreatif, makin pinter…

Ahhh… dia memang selalu menjadi alasan saya untuk cepat-cepat meninggalkan kantor dan menemaninya di rumah.

I am your mother
You are my child
I am your quiet place
You are my wild
I am your calm face
You are my giggle
I am your wait
You are my wiggle
I am your dinner
You are my chocolate cake
I am your bedtime
You are my wide awake
I am your lullaby
You are my peek-a-boo
I am your goodnight kiss
You are my I love you

jurnal syukur menulis untuk pulih

Pulang kantor sampai di rumah sudah lepas adzan Maghrib. Kalo dipikir-pikir kelihatannya capek ya…

Tapi saya bersyukur malam ini saya dikasih kekuatan ekstra. Setelah Maghrib nemenin suami belanja perlengkapan buat bikin mie goreng. Ceritanya malam ini blio gabung ronda.

Biasanya bapak-bapak yang ronda itu pada potluck-an. Jadilah tiap Rabu malam suami bikin ekstra makanan untuk dibawa meronda.

Nah setelah belanja tadi, langsung deh berdua kerja bareng di dapur. Saya sih bagian jadi asisten aja. Blio yang eksekusi semuanya. Alhamdulillah kelar sesuai waktu yang ditargetkan.

Bersyukur, selama kami bersibuk ria, Dimas bisa main sendiri. Enggak mengganggu. Hanya sesekali tengok-tengok ke dapur. Hehe.. takut ibunya ilang..

So, alhamdulillah hari ini semua urusan berjalan dengan lancar. Tidak ada halangan dan rintangan apapun. Tiba saatnya sekarang merebahkan diri, menghantarkan tubuh ini mendapatkan haknya untuk beristirahat supaya nanti pagi badan siap diajak berkarya lagi.

jurnal syukur menulis untuk pulih

Makanan kesukaan Dimas, selain pisang, brownies Amanda original, es krim coklat, serta susu coklat.

30. Ulang Tahun

edisi 18 Juni 2020

Ibu saya pernah bilang bahwa saya terlahir pada tanggal 18 Juni, harinya Selasa Pon, jam 2 dini hari di RS Panti Nugroho Pakem. Bersyukur hari ini saya diberi kesempatan untuk memperingatinya.

Bersyukur atas berkah usia hingga hari ini. Sudah 40+ tahun saya ada di dunia ini. Banyak dosa dan alpa yang pernah saya lakukan. Berharap Allah masih beri saya waktu untuk semakin dekat padaNya, karena saya merasa perbaikan yang selama ini saya lakukan masih sangat kurang.

Bersyukur saya dikaruniai keluarga dan orang-orang di sekitar saya yang sangat mencintai dan mengasihi saya dan juga saya cintai dan kasihi. Bersyukur bapak-ibu masih sugeng sehingga bisa melihat anaknya ini menua.

Bersyukur dikaruniaiNya saya suami yang luar biasa. Yang super sabar lahir dan batin. Yang sangat menyayangi serta melindungi saya dan anak-anak kami.

Bersyukur atas amanah 2 jagoan. Yang pertama sudah menginjak usia dewasa. Dan di usia saya yang 40+ Allah mengamanahi saya anak kedua yang sekarang sudah berusia 2 tahun 9 bulan.

Bersyukur saya dipertemukan dengan orang-orang hebat. Dimana ilmu yang saya dapatkan bisa saya terapkan dengan baik sehingga bisa bermanfaat untuk orang lain.

Dan masih banyakkkk sekali yang saya syukuri hingga hari ini, akan sangat panjang sekali bila saya tuliskan.

Terakhir, ini adalah jurnal syukur ke-30 #menulisuntukpulih¬†yang diselenggarakan oleh¬†#IIDN¬†dan¬†#RuangPulih. Sungguh, saya tidak pernah menghitung hari. Ini juga bukan kebetulan. Ini sudah digariskanNya bahwa jurnal syukur yang ke-30 bertepatan dengan hari lahir saya. Terimakasih, mba¬†Widyanti Yuliandari, atas kesempatannya. Terimakasih mba¬†Intan Maria Halim¬†dan dokter¬†Maria Rini Indriarti, atas bimbingan dan kesabarannya. Makasihhhh, my buddy¬†Siti Adiningrum¬†dan my leader¬†Maria Julie Simbolon¬†atas supportnya. Juga makasih buat teman-teman semua di grup antologi Mental Illness, maaf tidak saya sebutkan satu per satu, kalian semua penulis-penulis¬†hebat, sukses selalu untuk teman-teman semua ūüôā

jurnal syukur menulis untuk pulih

Dear my friends in this FB,
Makasih banyak atas perhatian serta doa-doanya. Semoga hal-hal baik juga dilimpahkan kepada Anda semua… aamiin.

Pada tahun-tahun sebelum ini, jika tiba hari lahir saya, saya cenderung memilih ngumpet atau tidak share apa-apa. Di pikiran saya adalah ya sudah ini hari lahir saya, buat apa dirame-ramein, toh jatah usia saya berkurang satu. Jadinya hanya orang-orang tertentu yang japri saya ngucapin selamat sambil mendoakan.

Tapi untuk hari ini saya mencoba berpikir sebaliknya. Saya kabarkan pada dunia bahwa hari ini saya memperingati hari lahir saya. Enggak ada pesta karena memang saya tidak terbiasa dengan pesta. Saya hanya pengin mensyukuri keberadaan saya di dunia ini dengan cara saya.

Alhamdulillah, ternyata yang merasakan bahagia bukan hanya saya saja. Tetapi orang-orang di sekitar saya turut berbahagia. Beruntun ucapan selamat dan doa disampaikan kepada saya.

Ketika saya mewujudkan rasa syukur dengan menyediakan nasi kotakan yang sederhana, teman-teman turut berbahagia. Sembari menikmati makan siang, mereka mengirim doa untuk saya. Sungguh, hal seperti ini dulu tidak saya pikirkan. Berarti dulu saya terlalu egois. Hiks…

Malam ini saya merasa plong. Saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk momong anak, produktif bekerja, mendampingi suami, dan lain-lain. Bersyukur juga teman-teman turut kecipratan aura bahagia saya.

jurnal syukur menulis untuk pulih

Selesai.