3 Tips Ngemil Bijak, Hindarkan Mitos Ngemil Bikin Gemuk

Apa itu ngemil? Menurut beberapa sumber yang saya baca, ngemil adalah suatu kegiatan memakan sesuatu di antara waktu makan. Ketika tiba-tiba perut terasa lapar padahal jam makan masih lama, maka kita biasanya akan mengganjal perut dengan cara ngemil. Seringkali ngemil menjadi salah satu tertuduh penyebab kegemukan seseorang. Benarkah demikian? Sebenarnya tidak juga. Asalkan tahu cara ngemil yang benar yang disebut dengan ngemil bijak.

Di dalam keluarga saya, ngemil juga menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Di rumah setiap hari harus tersedia camilan minimal satu macam. Kedua anak saya sedang dalam masa pertumbuhan. Yang besar, saya sebut saja si Kakak, sudah berusia 17 tahun dimana dia sudah bisa mengatur pola makannya sendiri, namun masih suka ngemil sekali-sekali. Sedangkan si Adik yang baru akan memasuki usia 3 tahun ini nih yang suka sering ngemil.

Saya sendiri sebagai ibu bekerja, sepulang kerja sambil selonjoran penginnya juga sambil ngemil. Selama jam kerja di kantor saya sangat jarang ngemil. Lalu bagaimana dengan suami? Jujur aja, beliau memang tidak pernah tidak ngemil. Beliaulah yang tidak pernah lupa untuk selalu menyediakan camilan di rumah.

Berhubung saya bukan tipe ibu yang pandai bikin-bikin makanan, maka untuk ketersediaan camilan di rumah saya mengandalkan camilan yang ada di toko/warung. Baik itu camilan kemasan pabrikan, maupun camilan homemade. Yang penting camilan tersebut masuk kategori makanan sehat, bagi kami sudah cukup.

ngemil bijak

Aneka camilan di rumah. (foto koleksi pribadi)

Kebetulan si Adik suka banget dengan Oreo, salah satu produk dari Mondelez. Setiap masuk toko, selain mengambil es krim, dia pasti juga mengambil Oreo yang rasa coklat. Sedangkan si Kakak bersama ayah dan ibunya melengkapi dengan camilan-camilan yang lain, seperti Cadbury, Toblerone, Belvita, Biskuat, dan lain-lain.

Sejauh ini alhamdulillah kami sekeluarga sehat-sehat saja. Pun tidak mengalami kegemukan akibat ngemil. Mungkin karena kami ngemilnya wajar-wajar saja. Mungkin juga karena camilan kami adalah makanan yang sehat.  Mungkin juga karena kami tetap aktif bergerak. Karena kalo saya perhatikan, orang yang kegiatannya banyak duduk tapi sambil ngemil itulah yang cenderung menjadi gemuk dan tidak sehat.

Tips Ngemil Bijak

Bersyukur banget saya pada hari Sabtu 22 Agustus 2020 yang lalu mendapat kesempatan ikut Virtual Sharing Session tentang Tips & Trik #NgemilBijak Dalam Keluarga. Acara ini diselenggarakan oleh komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis bekerjasama dengan Mondelez Indonesia, yang menghadirkan narasumber seorang Psikolog Klinis yaitu Tara de Thouars, BA, M.Psi, Psi.

Menurut paparan Khrisma Fitriasari, Head of Corporate Communication Mondelez Indonesia, di Indonesia sendiri tren ‘ngemil’ sudah menunjukkan peningkatan. Dibandingkan rata-rata global, orang Indonesia lebih banyak mengkonsumsi camilan daripada makanan berat tiap harinya.

Tiga dari 4 orang Indonesia (77%) bahkan mengatakan bahwa camilan yang praktis jauh lebih cocok dengan gaya hidupnya dibandingkan dengan makanan berat. Sedangkan yang lain (53%) mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai waktu untuk mengkonsumsi makanan berat. Dan 80% dari mereka adalah para milenial. Apakah Anda menjadi bagian dari mereka? Hehehe..

Memangnya apa sih yang menjadikan alasan ngemil? Ternyata banyak sekali. Yaitu antara lain:

  • untuk meningkatkan mood,
  • untuk menemukan momen tenang bagi diri sendiri (me time),
  • untuk mendapatkan rasa nyaman,
  • untuk memanjakan / menghadiahi diri sendiri,
  • untuk beristirahat / menenangkan diri / menghilangkan kegelisahan,
  • untuk merasa terhubung dengan orang lain,
  • untuk tetap merasa berenergi, dan
  • untuk menjaga tubuh / kebutuhan nutrisi.

Kalo saya pribadi biasanya ngemil karena alasan untuk tetap merasa berenergi dan menjaga tubuh atau memenuhi kebutuhan nutrisi. Nah, agar kegiatan ngemil bisa memberikan manfaat kepada tubuh, ada 3 tips ngemil bijak yang harus kita ketahui, yaitu:

  1. Kenali isyarat tubuh mengapa Anda ingin ngemil, misalnya apakah karena lapar ataukah perlu untuk mengembalikan mood.
  2. Kemudian Anda bisa memilih apa camilan yang tepat berdasarkan isyarat tubuh tersebut, tentunya dengan memperhatikan porsi camilan dan waktu ketika Anda ngemil.
  3. Perhatikan bagaimana Anda ngemil dengan memaksimalkan semua indera Anda, karena Anda akan dapat mengenali isyarat tubuh, kapan harus berhenti ngemil.

Mengingat anak-anak itu biasanya mengikuti kebiasaan orang tua dalam hal ngemil, maka kewajiban orang tua menyediakan camilan sehat serta memberi contoh cara ngemil yang baik. Lalu siapa lagi yang bertanggung jawab atas ketersediaan camilan sehat jika bukan ibu? Karena itulah penting juga bagi seorang ibu untuk belajar ngemil bijak yang selanjutnya bisa diterapkan di dalam keluarga.

Selain mendapatkan tips ngemil bijak dari Mondelez Indonesia, saya juga mendapatkan banyak ilmu tentang ngemil bijak dari Tara de Thouars. Sama seperti yang dipaparkan oleh Mondelez, bahwa ibulah yang berperan penting dalam membentuk kebiasaan makan di rumah. Ibu yang menjadi role model bagi anak-anak. Ibu pula yang memegang beban dan tanggung jawab untuk menyediakan makanan yang sehat.

Ngemil bijak memang tidak bisa sembarang ngemil. Kita harus memahami apakah ngemil karena sayang dengan diri kita ataukah karena kasihan. Ngemil karena menyayangi diri sendiri akan memberikan efek positif untuk jangka waktu lama karena kita ngemil berdasarkan kebutuhan. Sedangkan ngemil karena mengasihani diri sendiri akan cenderung memberikan efek negatif karena kita ngemil berdasarkan keinginan semata.

ngemil bijak

Tiga tips berikut ini sangat bermanfaat bagi seorang ibu agar bisa menerapkan kebiasaan ngemil bijak didalam keluarga, yaitu:

  1. Membenahi perilaku makannya sehingga akan menjadi contoh yang baik untuk anaknya. Ini bisa dilakukan dengan membiasakan mindful eating agar tidak kelebihan asupan.
  2. Mengatasi kecemasan dan perasaan bersalah yang membuat ibu malah tidak memberikan yang terbaik untuk anaknya. (Kebutuhan vs Keinginan = Love vs Pity)
  3. Mengutamakan apa yang lebih baik untuk anaknya bukan sebatas apa yang diinginkan oleh anaknya.

ngemil bijak

Lalu ngemil bijak itu bagaimana? Ada 5 langkah yang harus kita terapkan. Kelima langkah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Cek sinyal tubuh. Apakah saya beneran lapar? Seberapa banyak saya membutuhkan ini? Physical or emotional hunger? — Cek isyarat tubuh kita, apakah kita ngemil karena lapar atau karena keinginan.
  2. Relaksasi. Turunkan emosi, naikkan logika. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah ini tepat untuk saya? Apakah ini pilihan terbaik saya? Sesuaikah dengan kebutuhan saya? Action apa yang diperlukan? — Langkah ini untuk memberikan waktu berpikir agar kita mengemil secara rasional, seberapakah kebutuhan makanan yang kita perlukan.
  3. Mindful eating & snacking. Yaitu makan secara sadar dengan mengajak 5 indera kita untuk memberikan sinyal kebutuhan makanan yang kita perlukan. Selengkapnya lihat di paragraf di bawah ini.
  4. Tunggu sebentar. Tunggu 15-20 menit (delay gratification). Ini untuk menunggu sinyal perut sampai ke otak, apakah kita perlu nambah lagi atau tidak.
  5. Bersyukur. Syukuri apapun yang masuk ke dalam tubuh. Lalu buat perencanaan untuk snack dan makan berikutnya.

Yang paling berkesan dan ilmu banget buat saya adalah pada langkah ketiga yaitu Mindful Eating & Snacking. Pada bagian ini, kita menikmati camilan dengan mengerahkan kelima panca indera kita secara berurutan. Caranya sebagai berikut:

ngemil bijak

Ngemil pun musti elegan seperti yang dicontohkan oleh Tara de Thouars ini. (sumber: screenshot dari Zoom meeting)

  1. Langkah pertama, gunakan indera penglihatan yaitu mata. Lihat makanan dengan seksama, perhatikan bentuk, penataan, warna, tekstur makanan. Nikmati bentuk dan keindahan makanan.
  2. Langkah kedua, gunakan indera penciuman yaitu hidung. Cium dan nikmati bau yang keluar dari makanan. Rasakan sensasi aroma yang muncul dari makanan.
  3. Langkah ketiga, gunakan indera peraba yaitu tangan. Sentuh, raba, remas tekstur dari makanan.
  4. Langkah keempat, gunakan indera pengecap yang ada di dalam mulut. Rasakan makanan yang masuk ke dalam mulut dengan menggunakan seluruh permukaan lidah Anda. Nikmati dan perhatikan berbagai rasa yang muncul.
  5. Langkah kelima, gunakan indera pendengaran yaitu telinga. Dengarkan bunyi yang muncul ketika Anda mengunyah makanan. Fokus pada sensasi bunyi, bukan pada suara atau komentar di sekeliling Anda.

Saya sebut ini dengan istilah seni ngemil bijak atau seni ngemil secara sehat. Hehehe.. Nah, dengan mengikuti tips dan trik ngemil secara bijak tadi kita akan terhindar dari mitos ngemil bikin gemuk. Ngemil adalah kegiatan yang sehat selama kita bisa membedakan antara ngemil karena kebutuhan atau ngemil karena keinginan. Semoga sharing saya bermanfaat.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Ngemil Bijak yang diadakan oleh Ibu-Ibu Doyan Nulis. Info selengkapnya klik aja: https://bit.ly/lombablogngemilbijak

ngemil bijak

 

1 thought on “3 Tips Ngemil Bijak, Hindarkan Mitos Ngemil Bikin Gemuk”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *