2 Metode Tes Deteksi Coronavirus, PCR Test Lebih Akurat

pcr test

Tidak terasa ya sudah setengah tahunan kita hidup berdampingan dengan Coronavirus. Sampai-sampai saya sendiri tidak tahu apakah di sekitar saya ada yang positif terkena virus ini atau tidak. Lagipula mau percaya atau tidak, nyatanya hingga hari ini masih ada saja korban-korban Coronavirus ini.

Sebagai orang beriman saya pun yakin dan percaya bahwa semua ini terjadi atas izin Sang Maha Kuasa. Di saat seperti inilah sebenarnya kita diuji bagaimana kita bisa menggunakan akal dan pikiran kita agar tetap bisa bertahan. Dibalik musibah pasti ada hikmah. Dibalik sebuah ujian, Tuhan pasti akan memberikan kunci jawabannya.

Dampak Coronavirus yang beberapa waktu lalu dianggap sudah berkurang, ternyata tidak demikian adanya. Bisa jadi karena kesadaran masyarakat kurang. Bisa jadi juga cara penanganan kurang memadai. Ya, kita harus melihat dari berbagai sisi. Enggak bisa saling menyalahkan.

Saya pribadi tidak bisa berbuat banyak bagi orang lain. Saya hanya berusaha semaksimal mungkin menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan. Yaitu menjaga jarak dengan orang lain, mengenakan masker jika berada di luar rumah, dan mencuci tangan dengan sabun.

Sesekali memang muncul kekhawatiran akan terjadi sesuatu dengan saya atau keluarga saya. Mengingat saya bekerja di luar rumah, demikian pula anak saya yang besar juga sudah mempunyai beberapa kegiatan di luar rumah. Tapi kembali lagi kepada protokol kesehatan. Selagi kami menerapkannya, diharapkan semua akan baik-baik saja.

Saat awal-awal pandemi Coronavirus melanda negeri ini sehingga dimana-mana melakukan lockdown mandiri, saya merasakan sesuatu yang mencekam. Rasanya shock, terus diam di rumah saja. Kemudian setelah Lebaran, kehidupan mulai menggeliat lagi sehingga orang-orang mulai keluar dari rumah.

Namun nyatanya, mulai hari Senin 14 September 2020 kemarin Jakarta kembali menutup daerahnya dengan PSBB. Lebih menyedihkan lagi bahwa ternyata puluhan negara lain menutup dan tertutup untuk Indonesia. Artinya apa? Ya, pandemi ini belum berlalu dari negeri ini. Mungkin langkah Jakarta akan disusul oleh daerah-daerah lain.

pcr test

Si adik (2,5 tahun) juga saya biasakan mengenakan masker. (foto koleksi pribadi)

Mari doakan saja pemimpin negeri ini mampu mengayomi kita semua dengan melakukan langkah-langkah yang tepat dalam menangani pandemi Coronavirus ini.

Tes Deteksi Coronavirus

Sebagai warganegara yang baik, enggak ada salahnya juga kita melakukan tes mandiri untuk mendeteksi Coronavirus. Setidaknya kita melakukan usaha preventif jika kita memang tidak terserang virus ini. Atau kita segera melakukan tindakan kuratif jika ternyata salah satu dari keluarga kita dinyatakan positif.

Ada beberapa macam tes mandiri yang bisa kita lakukan. Yang banyak kita dengar adalah Rapid Test dan PCR Test. Banyak yang bilang bahwa tes yang ini lebih akurat sedangkan yang itu tidak. Padahal sebenarnya kedua tes tersebut pada dasarnya benar semua asalkan tepat dosisnya serta penggunaannya.

Menurut laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rapid Test menjadi salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi terinfeksinya COVID-19 dalam tubuh manusia. Pemeriksaan rapid test sendiri hanya merupakan penapisan awal. Selanjutnya, hasil pemeriksaannya harus tetap dikonfirmasi melalui pemeriksaan PCR.

Dan menurut informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, hasil Rapid Test dapat diperoleh dengan cepat yaitu 2-15 menit. Namun ada 2 hal yang perlu diingat yaitu bahwa:

  • Antibodi baru dihasilkan tubuh antara 8-10 hari setelah timbul gejala sehingga tetap ada kemungkinan hasil negatif yang keliru.
  • Hasil positif bisa terjadi karena infeksi lain, seperti demam berdarah, sehingga tetap ada kemungkinan hasil positif yang keliru.

Oleh karena itu, sebagaimana saya tuliskan diatas tadi maka hasil pemeriksaan melalui Rapid Test harus tetap dikonfirmasi melalui PCR Test. Jadi bisa dikatakan bahwa Rapid Test adalah skrining, sedangkan PCR Test adalah untuk diagnosa pasti.

Lalu apa itu PCR Test?

PCR merupakan kependekan dari Polymerase Chain Reaction. PCR yang kadang disebut sebagai “fotokopi molekuler” adalah teknik yang digunakan untuk memperkuat salinan segmen kecil DNA. Hal ini karena untuk dapat melakukan analisis molekuler dan genetik, diperlukan sejumlah besar sampel DNA.

pcr test

Image by Vesna Harni from Pixabay

Perlu diketahui bahwa Rapid Test menggunakan sampel darah, sedangkan PCR Test menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan. Dua area tersebut dipilih karena menjadi tempat virus menggandakan dirinya.

Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat, sebab coronavirus akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke dalam tubuh. Hasil akhir dari pemeriksaan PCR Test ini nantinya akan benar-benar memperlihatkan keberadaan virus SARS-COV2 di dalam tubuh seseorang.

Namun kita harus sabar karena PCR Test ini sedikit lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan Rapid Test. PCR Test membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasilnya.

Ingat ya, jika Anda mengalami demam hingga 38 derajat Celcius, disertai batuk dan sesak napas, segeralah lakukan Rapid Test atau PCR Test. Atau tidak usah menunggu ada gejala tersebut, jika dirasa perlu segera saja memeriksakan diri, siapa tahu ternyata positif padahal tanpa gejala (OTG).

Di masa pandemi ini, sebaiknya kita tidak banyak keluar rumah jika tidak perlu banget. Karena itu jika ingin melakukan tes deteksi Coronavirus sebaiknya pastikan dulu mau di rumah sakit mana. Juga cari tahu harga tes tersebut karena beda rumah sakit bisa saja beda harga.

Mencari Layanan PCR Test Lewat Halodoc

Karena kita sebaiknya tidak banyak keluar rumah, maka kehadiran website-website kesehatan seperti Halodoc sangat membantu. Secara online kita bisa mencari rumah sakit yang akan kita tuju. Jadi tidak perlu lagi muter-muter kesana kemari untuk mencari rumah sakit atau dokter yang bersedia melakukan PCR Test.

pcr test

O iya sedikit informasi tentang Halodoc nih ya.. Halodoc dikelola oleh PT. Media Dokter Investama yang merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani di bidang telekonsultasi kesehatan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2016 di Jakarta oleh Jonathan Sudharta.

Halodoc ini adalah suatu terobosan yang memanfaatkan teknologi terkini yang menawarkan kemudahan dan mempersingkat waktu untuk mengakses kesehatan pada saat pengguna membutuhkan pertolongan dokter. Aplikasi ini memberikan solusi kesehatan lengkap dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan kita.

Melalui Halodoc kita bisa konsultasi dengan para dokter spesialis, bisa melakukan pembelian obat dan vitamin, bisa juga membuat janji dengan dokter. Bahkan kita bisa mencari dokter atau rumah sakit yang memberikan layanan tes COVID-19.

Lanjut ya, melalui Halodoc kita bisa tahu juga berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga mendapatkan hasil dari PCR Test lho. Kita juga bisa menemukan rumah sakit yang menyediakan layanan PCR Test secara drive-thru. Sangat membantu ‘kan bagi kita-kita yang sibuk ini, yang cenderung menghindari antrian panjang.

Selain itu, harga dari masing-masing PCR Test tersebut juga sudah tertera di aplikasi. Pembayarannya bisa dilakukan melalui Halodoc atau bayar langsung di rumah sakit, ini tergantung pada kebijakan masing-masing penyedia layanan.

Kesimpulannya, Halodoc ini sangat membantu. Hanya saja sebaiknya jangan mendadak ya. Minimal lakukan reservasi 2 hari sebelumnya. Jangan lupa ya jaga jarak, kenakan masker, dan cuci tangan dengan sabun. Stay safe, stay healthy 🙂

 

Referensi:
– Berbagai sumber

 

Tags:

22 thoughts on “2 Metode Tes Deteksi Coronavirus, PCR Test Lebih Akurat”

  1. Kalau rapid test biasa suka hasilnya reaktif ya mbak tapi belum tentu positif. Nah ini temenku juga serelah tau reaktif lamngsung tes PCR baru ketauan hasilnay negatif ternyata.
    Lumayan juga ya biayanya, untungnay skr bisa luhat2 dulu di mana yang lebih terhangkau & lokasinya lewat Halodoc

  2. Halodoc memudahkan ya, bisa cari tempat tes PCR yang engga jauh dari rumah. Trus bisa cek jadwal juga dan janjian. Weh…walaupun demikian, semoga jangan sampai tes-tesan deh…
    Eh…tapi, kalau mau naik pesawat perlu ya…

  3. Kalau pakai PCR lebih akurat ya ternyata daripada rapid test. Sekarang jadi lebih mudah dengan aplikasi Halodoc, terbntu sekali bagi masyarakat yang mau cek mandiri. Semoga saja pandemi ini lekas berakhir….

  4. Ya ampun mahal banget ya kak, harus merogoh kocek senilai dengan gaji 1/2 UMR, bahkan cepat banget hanya dengan 3 hari saja semoga aja bisa murah lagi deh hehe

  5. Benar sekali, Mbak. Saya pun percaya kalau pandemi ini sesuatu yang sudah direncanakan Allah SWT. Dan saya pun tidak bisa berbuat banyak. selain terus menjaga kesehatan bersama keluarga, agar ikut mencegah. Dan Alhamdulillah sekarang info tes covid bisa dilihat lewat Halodoc ya, Mbak. Semoga pandemi ini segera berakhir. Aamin…

  6. Bisa cari tau biayanya lewat Halodoc ya. Info yang beredar tentang biaya pcr ini kan simpang siur. Kadang mikirin biayanya aja udah stres duluan. Semoga kita sehat-sehat semua ya. Nggak ketularan dan menulari orang lain.

  7. Memang sebaiknya masing-masing diri aware dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Agar bisa saling melidungi dan korban tidak berjatuhan lagi. Kasihan nakesnya dan sebaiknya kita memanfaatkan aplikasi seperti halodoc shg meminimalisir ke rumkit kalau tidak terpaksa.

  8. Kemunculan aplikasi kesehatan seperti Halodoc ini sangat membantu masyarakat untuk mengetahui berbagai keluhan tentang kesehatan yang dialaminya tanpa berangkat ke rumah sakit atau klinik sehingga mengurangi resiko kerumunan dan konsentrasi pasien di rumah sakit.

  9. Semoga cepat2 bersih negeri ini dari Corona ya, Mbak. Betul nih kalau PCR emang lebih akurat daripada rapid, krn udah ada beberapa contoh rapidnya negatif malah swabnya positif. Nah dg halodoc jg sudah ada layanan jika ingin PCR scr aman ya

  10. Jakarta PSBB lagi. Sembilan bulan waktu kita dilibas sama Corona. Aku di Bekasi malah ketemu sama yang positif, sempat panik pula. Hampir mau ikutan swab tapi kok ya mahal. Rapid lebih banyak dipakai karena murah tapi ternyata gak akurat ya lebih baik PCR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *