13 Tips dan Trik Menang Lomba Blog Versi Rini Novita Sari

tips dan trik menang lomba blog

Dulu saya sering mengikuti lomba blog. Alhamdulillah pernah menang juga meskipun belum masuk ke top 3. Karena modal saya dulu sekedar menulis mengikuti thema. Jujur aja, saya kurang menguasai teknis padahal sebenarnya ada tips dan triknya. Nah, Sabtu malam kemarin saya ikutan menyimak sharing tips dan trik menang lomba blog di grup Berani Ngeblog. Sharing tersebut dibawakan oleh Rini Novita Sari pemilik blog celotehdinihari.com dan feminim.id. Selain mengelola 2 blog tersebut, Rini juga mempunyai usaha kecil-kecilan jasa penulisan artikel Noe Digital Writers bersama dengan 20 penulis freelance di dalamnya.

Sebelum masuk ke materi, Rini menceritakan pengalamannya mengikuti beberapa lomba blog. Rini pertama kali mengikuti lomba blog pada akhir tahun 2019. Tak disangkanya, lomba yang pertama kali diikutinya tersebut membawanya menjadi juara 5. Ya, Rini menjadi juara bersama temen-temen blogger lain yang belum begitu dikenalnya. Rini benar-benar masih anak baru banget di dunia lomba.

Memang jalan orang beda-beda, Rini tidak menyangka event lomba itu membuatnya makin penasaran untuk ikut lomba-lomba selanjutnya. Sampai akhir tahun 2020 ini Rini sudah mengikuti puluhan lomba blog. Penghargaan yang berhasil diperolehnya dirangkum di: https://celotehdinihari.com/achievement/. Bagi Rini sharing tentang pencapaiannya tersebut bukan bagian dari “pamer” karena niatnya membuat halaman tersebut adalah untuk menarik para advertiser atau agency disamping sebagai penyemangat diri sendiri.

Sampai hari ini Rini sudah mengumpulkan 12 achievement dari lomba blog, tapi memang nggak semuanya ada di Top 3. Meskipun begitu Rini tetap mencatatnya sebagai prestasi karena bisa menjadi bahan koreksi dan penyemangat. Nah, dengan latar belakang pengalaman tadi, maka Rini bersedia berbagi seputar tips dan trik menang lomba blog. Tentunya berdasarkan pengalaman sendiri. Karena kalau bertanya ke para langganan jawara lomba lainnya yang prestasinya lebih banyak, bisa beda lagi.

lomba blog

Photo created by kaboompics – www.freepik.com

Tips dan Trik Menang Lomba Blog

Berikut adalah kiat menghadapi lomba blog yang sebenernya sudah banyak diketahui oleh para blogger. Beberapa diantaranya ini based on apa yang Rini terapkan selama ini.

1. Pahami jenis lomba blog

Bagi yang baru terjun ke dunia lomba mungkin masih belum tahu bahwa macam lomba blog itu nggak hanya satu.  Pernah lho di Facebook ada seorang blogger meluapkan emosi karena merasa hasil lomba nggak sesuai seperti yang dia tahu. Padahal ternyata dari status yang dia buat, ketahuan bahwa dia nggak paham konsep lomba blog dan penilaiannya.

Jadi, lomba blog itu ada beberapa kategori yaitu:

  1. Lomba SEO, penilaian berdasarkan ranking artikel di SERP Google, sesuai keyword yang dibidik.
  2. Lomba Blog atau lomba penulisan konten, penilaian berdasarkan kualitas artikel.
  3. Lomba Semi SEO, penilaian berdasarkan kombinasi antara kualitas artikel dan ranking di google. Biasanya ada persentasenya masing-masing di panduan lombanya.

Jadi, sebelum mengeksekusi artikel lomba dan membuat ramuan mujarab untuk artikel tersebut, pertama-tama kita harus paham dulu sebenarnya nanti yang mau dinilai oleh juri itu apa sih.

2. Cari tahu tentang jurinya

Ada beberapa lomba yang pada saat pengumuman mencantumkan informasi siapa-siapa saja yang akan jadi juri. Biasanya para blogger yang sudah biasa terjun di lomba blog bakal kepoin dulu jurinya kayak apa, juga profesinya apa. Kalau juri punya blog atau website, model tulisannya seperti apa. Kalau punya Instagram, konten-kontennya gimana. Intinya mereka ingin menyesuaikan dan mendekatkan diri dengan selera juri-juri tersebut.

3. Lakukan riset dan buat tulisan yang runtut

Buat temen-temen yang udah kenal tulisan-tulisan Rini yang diikutkan lomba, mungkin udah nggak asing dengan gaya tulisannya yang panjang sepanjang jalan kenangan. “Aku juga akuin itu, kadang lebay kalau buat lomba, padahal menang aja belum tentu,” ungkapnya.

Sejujurnya Rini malah bingung kalau dibatasi nulis hanya 500-1000 kata. Apalagi kalau memang idenya sedang pas dan ada story yang bisa kuangkat, bisa-bisa 3000-4000 kata jadi buat satu artikel lomba.

Hasilnya? Memang enggak selalu menang. Tapi alhamdulillah beberapa artikel bisa menyabet juara 1 dan 2 dengan hadiah lomba sekitar 2-4 jutaan rupiah. Sebenarnya, panjang artikel bukan menjadi hal wajib kalau kita mau menang lomba. Yang penting adalah kesesuaian isi dengan tema yang diminta juri, demikian penjelasan Rini.

Panjang tapi kalau isinya muter-muter juga buat apa? Pendek kalau emang bisa mewakili semuanya pasti lebih bagus. Namun mau panjang atau pendek artikelnya, yang penting sebuah artikel lomba punya alur atau skema yang jelas dan runtut, mirip seperti kalau kita bikin skripsi atau makalah.

Riset

Tentu saja dalam sebuah lomba yang mengangkat tema super random, kita harus riset dari berbagai sumber. Ambil sebanyak mungkin sumber yang kiranya bisa menambah wawasan kita tentang tema yang diangkat.

Rini termasuk orang yang capek baca panjang di laptop untuk materi lomba. (Jujur aja, aku juga demikian, Rin… Tosss!!). Triknya, nggak jarang Rini ngeprint materi dari 4-8 web dari printer kantor, lalu dibawanya pulang. Dengan menggunakan stabilo, diambilnya poin-poin penting yang bisa dikembangkan.

Lebay? Ya gapapa namanya juga usaha, Rini yakin bahwa semua teman blogger nggak ada yang tahu kalau ia sering membawa materi lomba dari kantor ke kost untuk diolah. (Gue banget sih, Rin…. 😀 ). Dan temen-temen blogger pasti punya cara risetnya masing-masing. Senyamannya aja.

Runtut dengan alur yang jelas

Hal-hal berikut ini yang biasanya diterapkan oleh Rini:

  • menuliskan paragraf pamungkas di awal, dibuat yang menarik agar juri minat melanjutkan baca
  • menuliskan permasalahan yang ada yang bisa diangkat
  • menuliskan hal yang bisa jadi solusi
  • menuliskan tentang brand atau penyelenggara lomba yang bisa dihadirkan sebagai solusi dari masalah yang ada

See? Hampir nggak pernah Rini menulis artikel lomba tiba-tiba membahas produk di sub heading pertama. Karena toh bukan lomba SEO juga.

4. Lengkap

Buat artikel lomba selengkap mungkin, jangan terbatas dengan jumlah kata kalau emang nggak dibatasi. Ingat, semua peserta pengen menang dan pasti kasih yang terbaik. Emang ga ada jaminan menang mau gimanapun juga, tapi namanya usaha ya tergantung kita mau maksimalkan atau seadanya aja. Dalam hal ini motivasi masing-masing blogger menjadi penting.

5. Beri sentuhan personal

Emang nggak semua sepakat dengan hal ini. Ada yang bilang,“Kita nggak harus telling story di setiap lomba blog kok.” Ya emang nggak selalu, ‘kan selera juri macem-macem, tapi sejauh yang Rini amati dari para jawara lomba yang sering dia intip artikelnya, kebanyakan selalu memberikan sentuhan personal di dalam artikelnya.

Sehingga selalu ada kesan beda dan menarik dari artikel yang dibawakan. Bacanya pun jadi nggak bosan karena beda dengan tulisan lainnya. Apalagi kalau emang story telling-nya bener-bener relate dan nggak melebar jauh dari tema. Insyaallah juri akan suka.

6. Siapkan ilustrasi (foto, video, infografis, dan lain lain)

Media baik gambar maupun video menurut Rini juga penting dalam sebuah lomba. Bisa jadi media-media ini menjadi nilai plus di mata para juri. Akan lebih baik kalau semua diolah sendiri. Foto sendiri, kalaupun diedit ya diedit sendiri. Ketimbang nyomot dari Google atau sumber legal lainnya.

Rini nggak bisa dan nggak pinter edit-edit gambar atau video pakai software-software yang wow wow seperti AI, photoshop dan sebagainya. Tapi modal belajar sendiri dengan cara Rini terus berusaha maksimalin CANVA yang super duper praktis itu. Percayalah, dengan canva, kita bisa bikin apapun yang unik asal dimaksimalkan. Jangan pula melulu pakai template yang udah disediakan oleh Canva. Coba explore lebih.

7. Give the best, kasih effort Lebih

Bagian ini Rini enggak kasih penjelasan. Meskipun demikian poinnya sudah sangat jelas ya, yaitu all out. Bikin yang sebaik-baiknya dan berikan yang terbaik.

8. Pahami masalah teknis lomba

Teknis lomba itu meliputi persyaratan, pendaftaran, cara submit, dan lain-lain. Jadi jangan abaikan tanggal-tanggal penting bahkan jam-jamnya ya. Ada penyelenggara lomba yang closingnya bukan pukul 23.59 juga loh. Perhatikan! Trus, kalau mau jadi deadliner, jangan sembrono dan cuek. Cek dulu form submitnya, jangan-jangan ada ketentuan harus share di sosmed dulu dan kita dimintain link share sosmednya. Nah kalau jadi deadliner, udah mepet deadline jamnya ternyata belum share di sosmed, kacau dong!

9. Manajemen waktu menulis dan posting

“Jangan terbiasa jadi deadliner kayak saya! Banyak nyesel dan deg-degannya,” demikian pesan Rini. Lebih baik maksimalkan waktu yang ada, siapkan jauh-jauh hari supaya artikelnya bisa maksimal. Meski udah selesai, jangan buru-buru posting juga, hahaha…, karena banyak yang takut idenya keambil orang, termasuk Rini. Dan ini dah banyak sih. Solusinya, pake cara posting pada H-1 atau hari H deadline.

Tapi awas…, kadang ada lomba yang kasih nilai plus buat yang submit cepet loh. Hayoooo bingung ‘kan, hehehehe…

10. Periksa ulang tulisan sebelum submit

Cek typo, cek persyaratan apa sudah dipenuhi semua atau belum, keyword yang harus dimasukkan udah ada semua atau belum, backlinknya sudah terpasang dan do follow atau belum.

11. Submit

Bagian ini Rini juga tidak menjelaskan. Nah, maksudnya submit adalah menyerahkan artikel berupa URL link blogpost kepada panitia lomba.

12. Tingkatkan engagement pada artikel lomba

Artikelnya jangan didiemin, paling nggak, ikutkan blogwalking agar ada komentar di artikel tersebut. Komentar sebanyak 10-20 aja udah kelihatan bagus kok.

13. Don’t expect too much!

Tulis. Submit. Doa. Lupakan. Ikuti lomba lain.

Tanya Jawab

Seperti biasanya sharing session tips dan trik menang lomba blog enggak seru kalo tidak ada tanya jawab. Karena di dalam tanya jawab seringkali terungkap trik-triknya. Saya coba rangkum sesi tanya jawab sebagai berikut:

Jika artikel 3000-4000 kata itu normal, berapa banyak infografis atau foto-foto yang dimasukkan?

Untuk berapa fotonya Rini sendiri nggak membatasi. Selama ada info dalam artikel yang dirasa lebih bagus jika diolah ke dalam gambar, maka Rini akan bikin gambarnya. Bisa jadi di setiap subheading ada 1 gambar mewakili, entah ilustrasi aja atau infografis dari data. Jadi kalau ribuah kata, pasti dong subheadingnya nggak cuman satu. Karena poin pembahasannya bisa beberapa tahap.

Sejauh mana kita kasih sentuhan personal? Kepanjangan salah, kependekan ga pas juga. Gimana ngukurnya?

Selama tema tulisannya bisa dibawa ke personal, lebih baik masukin. Tapi kalau enggak bisa ya gak perlu dipaksain. Kepanjangan sih enggak, takutnya melebar kemana mana, sehingga malah bikin bosen. Yang pasti, sentuhan personal itu bisa nggak kita jadikan rumusan masalah di artikelnya. Trus, bisa nggak kita sambungin tema atau produk yang mau kita ulas di artikel lomba sebagai solusi dari masalah tadi. Jadi sentuhan personalnya sebatas itu saja dulu.

Menulis panjang sampai 3000-4000 kata ‘kan butuh riset. Itu dibuat konsep di kertas dulu atau langsung nulis? Maksudnya kudu dialur dulu atau tidak?

Dikonsep dulu, penting ini. Supaya alurnya jelas dan nggak melebar nantinya. Kalaupun langsung nulis di Word atau di dashboard blog, tetep aja tulis poin-poinnya dulu. Kerangka ini membantu banget, nggak cuman untuk lomba, tapi buat nulis artikel SEO blog juga.

konsep artikel lomba blog

Contoh konsep artikel lomba blog

Daftar isi ini adalah wujud jadi dari kerangka yang disusun di awal tadi. Subheading bagian salah kaprah bla bla bla itu dikasih sentuhan personal karena itu keresahan yang dirasakan oleh Rini. Ia ngerasa sebagai anak akuntansi nggak pernah tergerak buat investasi karena selama kuliah dosen pun nggak pernah ngajari kita atau nyadarin kita buat berinvestasi. Jadi anggapannya investasi hanya bisa dilakuin oleh orang-orang kaya dan pengusaha.

Sebaiknya posting artikel jauh sebelum deadine atau gapapa satu menit sebelum deadline?

Jangan satu menit sebelum. Biasanya beberapa jam sebelum aja udah aman, maling mau nyuri ide juga dah panik karena waktunya udah mepet. Abis magrib udah bisa siapin buat posting, buat sosmednya dan lain-lain, lalu submit di atas jam 9 malam. Kalau terlalu mepet takutnya juga pas koneksi jelek, bisa ambyar nanti.

Gimana cara mengenali juri? Misal apa aja yang harus dipelajari dan lain lain.

Bisa dengan mengikuti profesinya. Misal jurinya seorang desaign grafis atau seorang yang punya ketertarikan sama gambar-gambar bisa maksimalin di medianya. Kalau jurinya jurnalis bisa ikuti gaya penulisan atau sudut pandang jurnalis. Begitu juga kalau jurinya blogger atau penulis buku, kepoin karya-karyanya. Memang sedikit ribet, tapi mungkin bagus untuk dicoba.

Gimana caranya cari tema atau POV?

Yang dimaksud adalah sudut pandang pembahasan. Ini memang susah-susah gampang. Rini juga nggak bisa ikut semua lomba yang dirasa nggak klik atau susah nemu POV-nya. Biasanya baca-baca dulu dari banyak sumber terkait tema yang diminta penyelenggara. Trus cari kiranya ada yang bisa dihubungkan, paham atau enggak, menarik atau enggak.

Jika posting beberapa jam sebelum deadline, gimana dengan kolom komentar yang masih kosong. Bagian komentar apa gak masuk ke tahap penilaian juga?

‘Kan penilaiannya dimulai besok harinya. Nah, besokan paginya ikutkan blogwalking supaya ada komentarnya. Lagipula komentar juga hanya sebagian kecil hal yang dinilai. Mungkin lho yaaaa… Masih banyak faktor yang lebih penting lainnya, makanya nggak perlu over juga ngikutkan blogwalking-nya untuk satu artikel tersebut.

Gimana contoh efektif bikin mind map itu?

Bikin aja simple misalnya tema utama di tengah, subheading-subheadingnya di cabang-cabangnya itu. Sebenernya nggak harus kerangka blog dibuat mind map kok. Langsung saja bikin corat-coret judul, subheading, poin-poinnya apa aja di kertas atau langsung di dashboard juga bisa. Mengisi deskripsinya nanti-nanti lagi, yang penting rangkanya udah siap ?

mind mapping

Contoh mind mapping

Apa pencapaian paling besar dari lomba blog?

Ini: https://celotehdinihari.com/software-akuntansi-accurate-untuk-bisnis-ukm/. Hadiahnya Rp 4 juta. Nggak nyangka aja karena masih baru nyoba ikutan lomba, karena paham temanya, langsung nemu ide, langsung riset ke warung UKM-nya.

Gimana cara bagi waktu antara nulis dan kerja? Plus riset-riset untuk lombanya, disela-sela kerjakah?

Ya kudu kerja ekstra. Di kantor ada waktu ‘selo’ sebentar langsung mikir ide, nyicil bikin draft dikit-dikit. Istirahat abis makan dan sholat ada waktu setengah jam kadang untuk riset, ngeprint materi terus distabilo-stabilo dulu. Pulang kerja eksekusi lagi.

Tapi itu kalo persiapannya cukup. Seringkali hari terakhir baru kepikiran pengen ikut lomba, ya udah langsung hajar sekian jam ngadep laptop terus langsung submit.

Siapa blogger yang paling bikin ngeri saat ikutan lomba?

Yang paling bikin ngeri itu mereka-mereka yang pakai page builder. Bukan takut dengan materi lombanya tapi insecure liat tampilannya. Masih sering kepikiran apa juri bakal kasih nilai +++++ ke mereka yang pake page builder ini. Tapi ya sudahlah, tetap mau nyoba lombanya. Kalo emang ga jodoh jadi pemenang ya emang belum jodoh aja kali.

Gimana mengelola mindset atau mengatasi kalo misal menggebu-gebu ikut lomba tahu-tahu ga menang?

Hal ini biasa dihadapi semua peserta lomba. Ini wajar sih apalagi kalo kita ngerasa sudah ngasih yang terbaik eh masih kalah juga. Karena itu tujuan lombanya jangan langsung ke uang dulu, tapi ke pengalaman. Seenggaknya, dengan ikut lomba bisa untuk menguji diri sendiri sekuat apa serius apa bikin konten yang deep. Toh kalau nggak menang, artikel kita yang maksimal tadi bisa jadi portofolio salah satu tulisan terbaik kita. Jadi nggak nyesel-nyesel amat. Trus belajar terus, dan yakin nanti tulisan kita ketemu jodohnya (juri).

Penutup

Yang namanya ikut lomba blog, pasti tujuan akhirnya adalah menang. Untuk itu kita berusaha melakukan yang terbaik. Caranya, tentu saja ikuti aturan mainnya serta pahami dan terapkan tips dan triknya. Sebelum maju ke medan perang kita persiapkan diri dulu sebaik-baiknya.

Setelah membaca rangkuman sharing session tips dan trik menang lomba blog tadi, apa yang teman-teman pikirkan? Jika ada info lomba blog lagi, apakah memilih mundur teratur menjadi penonton saja ataukah jadi semangat dan punya nyali untuk mencoba juga?

 

 

Related Posts:

4 thoughts on “13 Tips dan Trik Menang Lomba Blog Versi Rini Novita Sari”

  1. Tips menang lomba blog lengkap banget ini ya, Mbak. Mbak Rini keren banget ya memanfaatkan waktu di sela-sela kerja untuk ikut lomba blog. Aku selalu kagum dengan para blogger yang tulisannya oke dan infografisnya oke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *