Absolute Writing: Belajar Maraton tentang Kepenulisan

Bulan Desember 2020 kemarin saya seperti mendapatkan durian runtuh. Rejeki bangetttt gituhhh.. Gak sengaja baca status di Facebooknya Maria Julie Simbolon (teman nulis di buku antologi Pulih) tentang kelas Absolute Writing. Tak perlu basa-basi saya langsung wapri Marjul untuk mendaftarkan diri. Absolute Writing adalah kelas kepenulisan yang berjalan maraton sejak 17 Desember 2020 hingga 31 Des 2020. Hanya libur 3 hari untuk menghormati yang merayakan Natal. Jadi total kelas Absolute Writing berjalan selama 11 hari dengan 11 materi yang super duper lengkap.

Benar-benar rejeki yang tak ternilai harganya. Karena selain dikasih ilmu secara gratis tis tis, pematerinya juga hebat-hebat dan memang ahli di bidangnya masing-masing. Kelasnya seruuuu, santai tapi serius. Dilaksanakan setiap jam 19:00 malam hingga selesai melalui grup WhatsApp. Kelas ini merupakan kolaborasi antara Aartnet, duniamasa.com, Elfa Mediatama, dan sarerhea.com.

absolute writing

Penasaran ‘kan apa aja sih materi yang diberikan? Baiklah, saya kasih tahu yaaa… tapi singkat-singkat saja. Untuk isi materi masing-masing selengkapnya nanti saya buat di postingan terpisah.

  1. Day 1: Materinya langsung kelas berat yaitu Menulis Novel untuk Pemula, dibawakan oleh Hanasuri Kenda, membahas tentang premis, penokohan, karakter, plot, dan setting.
  2. Day 2: Materinya adalah Pengenalan duniamasa.com oleh Agus Kurniawan. Portal duniamasa.com adalah sebuah website media yang masih terhitung baru. Website ini memberi ruang kepada para penulis untuk berkontribusi di dalamnya. Jadi duniamasa.com memberi kesempatan kepada para penulis untuk melakukan ‘branding’ melalui tulisan-tulisannya yang tayang di website media ini.
  3. Day 3: Materinya adalah Blog untuk Pemula dan Memanfaatkan Blog untuk Portal Berita dibawakan oleh Talhah Lukman Ahmad (founder sarerhea.com sekaligus editor di duniamasa.com). Di kelas ini yang dibahas adalah: (1) Membuat blog dari nol secara GRATIS, (2) Settingan blog agar makin ciamik, (3) Mempercantik/memoles tampilan blog tanpa ribet, dan (4) Portal berita modal blogger.
  4. Day 4: Materinya adalah Penulisan Opini yang dibawakan oleh Suhunan Madja Situmorang dan Hanasuri Kenda. Output yang diharapkan dari kelas ini adalah agar para peserta di sini mampu menulis opini yang baik, terstruktur, berlogika serta dengan rujukan yang jelas.
  5. Day 5: Materinya adalah TATIKA, dibawakan oleh Bun Siaw Yen dan Yosep Yuniarto. Tatika adalah Cerita Tiga Kalimat yang digagas oleh Profesor Tengsoe Tjahjono.  Bentuk Tatika adalah terdiri dari 3 kalimat yang  ditulis berangkaian dalam satu paragraf, hanya boleh berisi satu kalimat langsung saja. Tentu saja dalam penulisannya harus memperhatikan kaidah ejaan yang terdapat dalam PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).

    kelas menulis novel

  6. Day 6: Materinya adalah Penulisan Artikel SEO, dibawakan oleh Vita Suwarno (content writer, blogger dan writing creator). Menurut Vita Suwarno, seorang content harus memenuhi 3 syarat yaitu rajin membaca, rajin riset, dan rajin menulis.
  7. Day 7: Materinya adalah PENTIGRAF, dibawakan oleh Ken Agnibaya (dosen di Akademi Film Yogyakarta). Pentigraf merupakan akronim dari cerpen tiga paragraf. Karya sastra jenis baru yang pertama kali digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademikus dari Unesa, Dr. Tengsoe Tjahjono. Dinamakan pentigraf sebab syarat utamanya adalah terdiri dari tiga paragraf, tidak kurang dan tidak lebih.
  8. Day 8: Materinya adalah Pengenalan Dunia Penerbitan, dibawakan oleh Fakhriah Ilyas (penulis buku anak, CEO Elfa Mediatama). Saya jadi makin paham bahwa ada 3 macam penerbit yaitu penerbit mayor, penerbit indie, dan penerbit self publishing. Dijelaskan pula apa kelebihan dan kekurangannya, serta gimana caranya nerbitin buku, dan lain-lain
  9. Day 9: Materinya adalah Puisi Gogyoshi, dibawakan oleh Genoveva Dian. Gogyoshi adalah puisi lima baris atau lima kalimat. Pembuatan puisi ini harus memenuhi ketentuan-ketentuan khusus.
  10. Day 10: Materinya adalah Cerpen, dibawakan oleh Hanasuri Kenda. Di kelas ini tidak khusus membahas teori tentang cerpen, tetapi peserta langsung diajak belajar lewat membedah cerpen. Sebenarnya cerpen atau novel itu sama aja unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. Hanya saja cerpen biasanya lebih fokus pada satu konflik pada satu tokoh saja. Tokoh yang lain hanya dituliskan sepintas.
  11. Day 11: Materinya adalah Show Don’t Tell, dibawakan oleh Santi Setya Jayaningsih (freelance writer, editor). Ini adalah tentang teknik penulis memberi nyawa pada tulisannya, membuat tulisannya dinamis, dan mampu mengajak pembacanya berpetualang.

Gimana? Keren-keren banget ‘kan materinya? By the way semua materi dirangkum ke dalam notulen di akhir setiap sesi. Jadi bisa dipelajari sesudahnya, sewaktu-waktu, tanpa repot-repot merangkum sendiri.

pemateri absolute writing

Nah, membuka lembaran 2021, saya pengin mengucapkan terimakasihhh banyak buat para mentor Absolute Writing yaitu Hanasuri Kenda, Agus Kurniawan (duniamasa.com), Talhah Lukman Ahmad (sarerhea.com), Suhunan Madja Situmorang, Bun Siaw Yen, Yosep Yuniarto, Vita Suwarno, Ken Agnibaya, ibu Fakhriah Ilyas (Elfa Mediatama), Genoveva Dian, dan Santi Setya Jayaningsih.

Tak lupa juga makasihhhh banyak buat para moderator dan notulen, yaitu kak Imah Fathi, Naomi Kanaya, dan kawan-kawan. Terakhir, makasihhhh dan selamat Tahun Baru buat Maria Julie Simbolon karena tanpa status FBmu aku gak akan tahu kalo ada kelas yang luar biasa ini.

Semoga di 2021 akan ada lagi kelas menulis serupa karena banyak temen-temen yang penasaran dan pengin ikutan juga 🙂
Related Posts:

2 thoughts on “Absolute Writing: Belajar Maraton tentang Kepenulisan”

Leave a Reply to duniamasak Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *