Content Writer, Yuk Kenali Seluk Beluknya!

content writer

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang perbedaan content writer atau blogger. Nah, untuk mengetahui lebih dalam tentang seluk beluk content writer, pada kesempatan kali ini saya pengin posting oleh-oleh menyimak sharing session di WAG Berani Ngeblog yang materinya disampaikan oleh Bahrul Ilmi. Yes, tentang content writer.

Bahrul Ilmi, atau biasa dipanggil Baim, berasal dari Pontianak. Ia adalah seorang freelance content writer yang mulai belajar blog sejak 2011. Lalu terjun sebagai blogger dan freelance writer sejak 2013. Baim pernah menulis artikel untuk beberapa website perusahaam, seperti tiket.com, cekaja.com, K-Link Indonesia, dan MNC Shop. Untuk mengenalnya lebih dekat, teman-teman bisa follow akun-akun social medianya atau mampir ke blognya berikut ini:

  • https://facebook.com/gbygoober
  • https://instagram.com/bahruladitya
  • https://twitter.com/bahruladitya
  • https://softrickinfo.com
  • https://bahrulilmi.com

Yuk langsung aja kita simak yaa tentang seluk beluk content writer.

Apa itu Content Writer?

Sederhananya, content writer adalah orang yang membuat konten berbentuk artikel untuk kebutuhan tertentu. Umumnya untuk keperluan digital marketing atau digital konten.

Tugas Content Writer

Tugas utama content writer adalah membuat konten/artikel sesuai brief yang diberikan. Selain itu, tugas seorang content writer adalah:

  • mengelola konten (web, sosmed, iklan, dan sejenisnya)
  • melakukan riset (bahan materi/keyword)
  • bekerja sama dengan divisi terkait (digital marketing, grafis atau semacamnya)

Jenis Content Writer

Content writer adalah istilah yang umum. Secara fungsi atau pembagian kerja, content writer dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • SEO writer (penulis artikel yang memiliki pemahaman SEO On Page)
  • Copywriter (menulis untuk keperluan iklan)
  • UX writer (menulis untuk aplikasi/desain)
  • Ghost writer (content writer pada umumnya)

Ya, umumnya content writer bisa disebut sebagai ghost writer alias penulis tanpa nama. Sebab artikel yang sudah dibeli, biasanya akan dipublish menggunakan nama website atau pemilik utama (klien). Kecuali teman-teman menulis sebagai kontributor di sebuah perusahaan atau website semisal Mojok, Hipwee, IDN Times, dan lain-lain.

Content Writer vs Copywriter

Ini adalah dua istilah yang sering diartikan sama. Padahal keduanya berbeda. Content writer adalah istilah umum yang menjelaskan pekerjaan seorang penulis konten. Sedangkan copywriter adalah orang yang menulis konten untuk keperluan iklan, biasanya untuk email marketing atau e-book dan landing page. Jadi, jangan dikira itu diartikan sebagai menulis artikel dengan cara copas lho ya…

Modal Utama Content Writer

Untuk menjadi seorang content writer yang bisa menghasilkan dan bertahan di dunia digital, setidaknya kita harus punya beberapa modal ini:

  • Suka menulis, itu pasti
  • Paham digital marketing
  • Punya dasar blogging (nilai plus)
  • Mengerti SEO (minimal on page)
  • Jujur (ini yang di masa sekarang makin susah dicari)

Persiapan Menulis Artikel

Ada beberapa persiapan yang Baim lakukan sebelum menulis artikel. Biasanya Baim akan melakukan ini lebih dulu:

  • melakukan riset klien (menyesuaikan konten yang sudah ada)
  • memastikan brief yang diberikan
  • melakukan riset keyword
  • membuat outline
  • riset materi tulisan
  • editing

Tips Mendapat Job Content Writer

Seperti yang sempat dibahas sebelumnya bahwa Bahrul Ilmi mendapat job sebagai content writer lebih banyak dari rekomendasi teman dan sosial media. Nah, untuk teman-teman yang baru mulai, bisa coba saran ini:

1. Bangun branding

Boleh gunakan social media atau blog teman-teman yang paling potensial. Tapi usahakan jangan terlalu fokus ke jualan (hard selling).

2. Gunakan strategi soft selling

Selain testimoni, coba upload hal-hal yang berkaitan dengan content writer. Bisa orderan yang sedang dikerjakan atau aktivitas teman-teman sebagai penulis konten. Ingat, usahakan jangan terang-terangan (soft selling saja). Boleh hard selling, tapi jangan terlalu sering.

3. Bangun relasi

Perluas pertemanan di lingkungan yang menjadi target market teman-teman.

4. Kolaborasi

Jangan selalu menganggap orang lain yang satu profesi sebagai kompetitor. Biasanya kita bisa saling kolaborasi mengerjakan project. Contohnya, Baim menulis untuk tiket.com, QNET dan MNC Shop. Itu adalah project kolaborasi dengan beberapa agency dan penulis artikel.

Rangkuman Tanya Jawab

Riset keyword pake apa?

Bahrul Ilmi menjelaskan bahwa ia lebih senang menggunakan google suggest, kemudian dicek menggunakan ubersuggest. Kadang kalau sedang mager, pasang adds on di browser, lalu menggunakan keyword everywhere (sekarang berbayar).

Cara menemukan ide nulis

Pertama, harus tahu dulu mau nulis tentang apa, minimal tahu thema besarnya apa. Bahrul Ilmi biasanya baca-baca dari media online. Kalau menemukan topik yang menarik, ia catat di note. Termasuk hasil riset materinya. Tips lain, yang agak nyeleneh, pikirin aja pas lagi di kamar mandi 😀 .

Tapi bener lho, saya pribadi terkadang mendapatkan ide-ide segar saat sedang di kamar mandi 🙂

Sebaran kata kunci

Tentang hal ini Baim menjawab senyamannya kita sebagai pembaca. Karena kita menulis tujuan utamanya buat manusia, bukan robot. Lagian, Google udah makin pintar. Pada umumnya keyword disebar di:

  • judul
  • paragraf pertama
  • heading, dan
  • gambar

Apakah SEO itu mengulang kata?

Selama ini yang sering kita jumpai kebanyakan memang seperti itu. Nah, menurut Baim, bisa dibilang ini teori sudah lama. Sekarang Google udah makin pintar, bahkan mereka mulai menerapkan teknologi artificial intelligence (kecerdasan buatan) untuk menyusun hasil pencarian. Lagipula mengulang kata kunci terlalu banyak juga tidak disarankan, karena akan berpotensi spam.

Contoh UX Writer

Simpelnya, tulisan UX writer bisa kita temukan di aplikasi-aplikasi, seperti WhatsApp, Instagram, Gojek, dan lain-lain. Masih bingung? Oke wait…

“Wah, saat ini sedang banyak yang mengunjungi Tokopedia, sehingga sistem kami sibuk. Tunggu sebentar ya…”

Itu contohnya. Tapi umumnya diterapkan nama penulisan menu, call to action, dan semacamnya.

Cara membuat artikel kaya kata kunci

Pertama, yang jelas kita musti riset dulu. Terutama riset keyword. Terus disesuaikan dengan kebutuhan pembaca. Kira-kira kalau orang mau cari artikel itu, mereka akan ketik apa di google.

Flow menulis ala Bahrul Ilmi

Biasanya Baim akan riset dulu. Paling lama bisa 2 hari. Paling cepat bisa 10-15 menit. Menulis 600-800 kata masih bisa di 30 menit paling lama. Sehari bisa 10-15 artikel @ 500 kata. Itu kalau ngebut dan gak nyambil yang lain. Oh iya, Baim hanya menulis di waktu pagi dan malam hari.

Portfolio dan tarif content writer

Untuk ghost writer biasanya tak bisa kita jadikan portfolio. Apalagi spesifik. Jadi biasanya diberikan by request saja. Misalnya karena pernah menjadi ghost writer untuk portal berita, maka saat ada klien yang pesan artikel serupa, tinggal liatin secara pribadi saja.

Lalu untuk tarif content writer gimana? Tergantung, apakah main sendiri atau pakai tim. Kalau sendirian, biasanya masih di angka Rp 10-15 ribu per 500 kata. Sedangkan kalau pakai tim, bisa lebih tinggi yaitu di angka Rp 20-35 ribu per 500-1000 kata.

Apakah sebuah artikel bisa page one tanpa backlink?

Yakin nih blognya tanpa backlink? Karena domain yang sudah online dan bisa dicrawl robot dari web lain, pasti sedikit banyak akan dapat backlink.

Menjawab pertanyaan: apa bisa di page one tanpa backlink? Untuk artikel, bisa aja. Asal persaingan rendah dan kompetitornya bukan web dengan power yang lebih besar seperti portal berita, toko online, dan lain-lain. Selama kontennya bagus, biasanya bisa.

Cara menulis cepat

Tentu saja musti banyak latihan. Menulis 300 kata, 500 kata, 600 kata, dan seterusnya. Perkuat dengan riset, minimal 3-5 sumber bacaan. Terus bikin outline. Kalo sudah, tinggal nulis deh. Usahakan jangan ada gangguan. Jauhkan hape dan lain-lain jika perlu.

Apakah topik mempengaruhi tarif?

Menurut Bahrul Ilmi: tidak. Karena yang ia pahami, content writer (terutama yang bekerja sendiri) sudah punya standar mereka sendiri, untuk topik apapun berikut jumlah kata. Kecuali ada permintaan khusus dari klien, misalnya cuma pesan 1 artikel 1500 kata dan harus selesai dalam sehari. Itu bisa lebih mahal.

Teknik promosi untuk introvert

Bahrul Ilmi sendiri jarang promo di sosmed. Tapi itu karena sudah banyak dapat dari rekomendasi teman. Biasanya Baim main halus aja (softselling). Misalnya dengan membahas rutinitas sebagai penulis.

Kalau men-screenshot chat klien gimana? Sebaiknya ijin dulu. Karena nggak semua klien mau orang lain tahu mereka sewa penulis. Terus gimana dong? Selain ijin, bisa dengan menyensor nama atau nomor kontaknya.

Tips untuk full time Content Writer

Menurut Bahrul Ilmi, ini hanya soal gimana kita mengelola waktu dan pekerjaan. Kalau sebagai freelancer, kita bebas mau nyambil kerjaan lain. Kalau full time, kita cuma fokus di satu pekerjaan ini aja. Apalagi kalau punya tim. Kalau sendirian dan tetap pengen full time, coba saja ikut tim penulis lain.

Mencari Tim Penulis

Pada umumnya, mencari di sekitarnya dulu. Bisa teman di sosmed, member WAG, atau mencari di web-web freelancer.

Tips menulis topik baru untuk pemula

Biasanya cek dulu. Niche apa, terus mencari referensi di google. Kalau sekiranya masih oke buat dikerjakan, baru saya kabari ke klien. Butuh berapa lama? Menurut saya tergantung kesulitan tema, riset materi dan jumlah kata. Untuk artikel 1500+ kata dengan tema baru, Baim butuh waktu 2 hari. Itu sudah termasuk riset materi.

Pemilihan topik untuk Content Writer

Ada baiknya kita punya minimal 1 niche yang kita kuasai banget. Misalnya Baim, niche utama yang dikuasainya adalah teknologi. Tapi seiring berjalan waktu, juga belajar tema-tema lain. Terutama yang banyak diminta. Kecuali niche terlarang seperti judi, sex, dan semacamnya.

Dapat job Content Writer pertama kali dari mana?

Awalnya Baim dapat job dari teman sesama blogger. Waktu itu temannya tahu bahwa Baim fokus di niche tekno, terus nawarin. Jobnya adalah menulis 50 artikel masing-masing 300 kata dan mesti beres dalam seminggu.

Cerita dapat job dari perusahaan/agency

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, Bahrul Ilmi lebih banyak mendapat tawaran dari teman ke teman. Termasuk untuk project bareng tiket.com & MNC Shop. Sebelumnya ia menjadi penulis bantuanlah istilahnya untuk sebuah agency. Selesai project bareng mereka, ia ditawari untuk ikutan nulis di project tiket.com. Sebelum deal, ia tanya-tanya dulu alurnya gimana, keyword apa aja, dan lain-lain.

Sedangkan untuk cekaja.com, karena sebelumnya pernah ikut lomba mereka dan beberapa kali kerja sama konten blog, jadi langsung ditawarin. Dan di MNC Shop, Baim dapat rekomendasi dari tim agency yang barengan tiket.com. Tapi di project itu ia hanya menulis meta deskripsi produk.

Cara mengatur waktu sebagai Content Writer

Awalnya dulu lebih pake ingatan aja sih. (Mungkin karena belum sebanyak sekarang ya, mas?)  Tapi untuk sekarang, sudah bikin jadwal. Minimal kita tahu dulu ada berapa banyak artikel yang mesti diselesaikan dan mana yang harus didahulukan. Menggunakan skala prioritas, begitulah bahasa susahnya. Baim biasanya punya jam-jam kerja sendiri. Yaitu jam 5 pagi – 7 pagi dan jam 8 pagi – 12 siang. Kalau malam, ya sampai sengantuknya.

Penutup

Jika ada pertanyaan apakah saya pernah menggunakan jasa Content Writer? Jujur saya jawab, iya pernah. Pertama, saat saya bersama teman-teman mempunyai proyek bikin doorway web untuk sebuah bisnis online. Kedua, saat saya butuh bikin dummy blog untuk beberapa proyek kecil saya.

Menurut saya, jasa Content Writer sampai kapan pun tetap dibutuhkan. Blogger seperti saya ini memiliki keterbatasan ide dan waktu untuk menulis banyak konten. Demikian juga pengelola-pengelola web lain yang lebih profesional. Karena itu, jasa content writer tidak akan pernah mati.

 

Related Posts:

2 thoughts on “Content Writer, Yuk Kenali Seluk Beluknya!”

Leave a Reply to Wiwin Pratiwanggini Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *