JNE Content Competition 2021 Hadir Dukung UMKM untuk Indonesia Maju

JNE Content Competition 2021 Hadir Dukung UMKM untuk Indonesia Maju – Satu hikmah yang saya rasakan dengan adanya pandemi selama hampir dua tahun ini adalah kembali ke asal, kembali menjejak bumi. Dalam arti kembali menggunakan produk-produk lokal hasil karya saudara-saudara di sekitar saya. Jujur saja, saya pernah bertahun-tahun justru memasarkan dan mengonsumsi produk impor. Ajaibnya, di awal-awal pandemi saya memutuskan untuk tidak lagi memasarkan dan sekaligus banyak mengurangi konsumsi atas produk impor tersebut. Pandemi membawa saya kembali mendukung produk-produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Terlebih lagi, saya dan suami pernah menjadi pelaku UMKM selama beberapa tahun. Tapi begitu anak kedua kami makin bertumbuh dan membutuhkan perhatian khusus, maklumlah kami tidak menggunakan jasa pengasuh anak, maka kami memutuskan untuk istirahat dulu dari urusan bisnis. Untuk sementara waktu, pemasukan cukup dari gaji bulanan saya sebagai ibu bekerja. Nanti kalau si adik ini sudah full sekolah (mungkin Taman Kanak-Kanak), barulah kami akan memulai lagi kegiatan usaha kuliner kami.

UMKM adalah sebuah kegiatan ekonomi masyarakat dalam skala mikro, kecil dan menengah. UMKM memiliki peranan penting bagi perkembangan laju ekonomi di masyarakat. Ia merupakan tulang punggung perekonomian bangsa. Terbukti, saat krisis moneter melanda pada 1998 silam, UMKM menjadi pendorong bangkitnya perekonomian di Indonesia. Hal tersebut terulang lagi di masa pandemi ini. Alhamdulillah para pelaku UMKM bangkit lagi setelah beberapa saat mengalami terpuruk. Saya menyaksikan sendiri pada awal-awal pandemi itu betapa banyak pelaku UMKM yang bahkan lumpuh. Bersyukur kondisi tersebut tidak berlangsung lama, satu per satu mereka bangkit kembali. Bahkan tidak sedikit UMKM baru yang bermunculan. Karena bagaimana pun kehidupan harus jalan terus. Salah satu pintu rezeki yang halal adalah dengan berdagang.

Menurut data dari Kementerian Keuangan RI, usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) telah menyerap hingga 97% dari daya serap tenaga kerja di dunia usaha. Selain itu, UMKM juga telah berkontribusi sebesar 61,1% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, kemudian sisanya sebanyak 38,9% PDB Indonesia merupakan kontribusi dari pelaku jenis usaha besar. (sumber: quipper.com)

Perlu diketahui bahwa kegiatan ekonomi di masyarakat dapat dibagi menjadi tiga, yaitu produksi (menghasilkan barang atau jasa), distribusi (menyalurkan barang atau jasa), dan konsumsi (menghabiskan barang). Saya bersama dengan suami pernah menjalankan ketiganya. Seperti telah saya sebutkan di atas tadi bahwa usaha kami adalah di bidang kuliner. Kami memproduksi sendiri barangnya karena kebetulan memang suami saya pandai memasak. Kami juga mendistribusikan sendiri hasil produksi kami. Dan tentunya sebagian hasil produksi juga dikonsumsi sendiri.

Namun sejak pandemi, kami memilih untuk menjadi konsumen, bukan produsen dan bukan pula distributor. Tentu saja dalam batasan tertentu sehingga jangan sampai kami memiliki sifat konsumtif. Bisa dikatakan bahwa saat ini kami memilih untuk bagi-bagi rezeki. Jika dulu membeli kebutuhan sehari-hari di supermarket, kini kami memilih berbelanja di warung dekat rumah. Jika dulu menggunakan produk kosmetik dan perawatan badan impor dari luar negeri, kini kami memilih menggunakan produk-produk lokal. Dan masih banyak lagi.

Kalau pun saya membutuhkan produk lokal namun sulit didapatkan di sekitar rumah saya, sekarang banyak terbantu secara online. Karena para pelaku UMKM juga memasarkan produknya melalui marketplace dan media sosial. Beberapa kali saya membeli produk yang dipasarkan melalui Facebook dan Instagram. Tak jarang pula saya berbelanja melalui Lazada, Tokopedia, dan lain-lain. Dengan demikian jangkauan distribusinya makin luas. Tak terbatas di satu kota saja, namun tembus hingga ke seluruh wilayah di Indonesia. Sesederhana produk yang ada di pulau Jawa bisa terbeli oleh saudara-saudara kita di Papua sana.

Dengan membeli dan menggunakan produk UMKM, kita juga turut membantu para pelaku UMKM untuk bangkit dan pulih di tengah ketidakpastian seperti sekarang ini.

Tentu saja proses pendistribusian barang ini tidak terlepas dari adanya jasa ekspedisi pengiriman barang. Sehingga barang-barang dari satu wilayah dengan mudah bisa dikirimkan ke wilayah lain baik melalui jalur darat, laut maupun udara. Salah satu penyedia jasa ekspedisi pengiriman barang yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat adalah JNE. Jasa ekspedisi JNE sudah 31 tahun melayani masyarakat Indonesia dalam hal pengiriman dokumen dan barang.

Pasti menyenangkan sekali rasanya menunggu kurir kesayangan datang dan teriak “Paketttttt!” saat tiba di depan rumah. Ya, ‘kan?

JNE Content Competition 2021

Menariknya nih, pengalaman kita dalam mendukung UMKM bisa dibagikan melalui JNE Content Competition 2021. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama JNE dengan Kompasiana. Mengusung tema “JNE Bersama UMKM untuk Indonesia”, kompetisi ini terbuka untuk umum, jurnalis, dan juga karyawan JNE yang terbagi dalam writing competition, photo competition, video competition, dan design competition.

Yuk, berbagi pengalaman sambil mengedukasi masyarakat akan pentingnya mendukung UMKM!

Related Posts:

2 thoughts on “JNE Content Competition 2021 Hadir Dukung UMKM untuk Indonesia Maju”

Leave a Reply

Your email address will not be published.