Lompat ke konten
Home Β» Kisahku Β» Gado-Gado 2023 (2)

Gado-Gado 2023 (2)

Lanjutan Gado-Gado 2023 edisi 8 Januari 2023. Sudah kodratnya setiap hari perempuan punya stok 20 ribu kata yang mau tidak mau harus di tuangkan ke dalam berbagai cara. Bisa secara lisan, bisa secara gerak, bisa pula dalam bentuk tulisan. Buat aku yang cenderung introvert ini akan terasa lebih nyaman ketika melepaskan ribuan kata-kata itu dalam bentuk tulisan.

8 Januari 2023: Dimas Bermain Sendiri

Dimas sudah hafal. Saat weekend dimana dia dan ibunya libur bukan berarti bisa selalu bermain bersama. Karena adaaa saja yang dikerjakan olehku (ibunya). Kelar urusan ini itu biasanya aku trus berasa capek, lanjut rebahan πŸ™‚ . Karena itu mau tidak mau Dimas lebih banyak main sendiri. Mungkin di pikiran Dimas: “Yang penting ibu ada di rumah bersamaku.” Biasanya aku akan datang menghampirinya saat Dimas memanggil karena butuh bantuan.

Searching di internet ternyata ada koq manfaatnya anak bermain sendirian. Kucoba rangkum di sini, semoga bermanfaat:

1. Menumbuhkan sikap mandiri

Kemandirian mengajarkan anak bahwa orang tua atau orang terdekatnya tidak selalu akan membantunya setiap saat. Ini membuat ia harus mengandalkan kemampuan dirinya sendiri. Selain mandiri, anak yang terbiasa bermain sendirian cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi karena puas dengan hasil kerja kerasnya.

2. Meningkatkan imajinasi

Membiarkan anak bermain sendirian memungkinkan ia mengembangkan ide-ide kreatif dan berusaha untuk membuat imajinasinya menjadi nyata

3. Belajar untuk memecahkan masalah

Meningkatkan kemampuan anak dalam memecahkan masalah dapat membantunya untuk mengendalikan diri dan emosi. Anak akan terbiasa untuk berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu, atau tidak ceroboh.

4. Memberikan ketenangan

Membiarkan ia bermain sendiri di rumah memberikan waktu kepada anak untuk mengenal dirinya lebih baik serta memberikan ketenangan bagi anak dengan mainannya.

5. Menemukan minatnya

Sangat penting bagi anak untuk bisa mengetahui apa yang dirasa menarik untuk dirinya. Hal ini bisa membantu anak menentukan apa yang ingin ia lakukan pada masa depan.

Walaupun sendirian, jangan dikira mainnya bisu. Dimas tu heboh lho kalau main. Dia akan bermain role play, bisa jadi apa saja. Memerankan semua tokoh yang dimainkannya πŸ™‚ . Bahkan tak jarang menirukan bunyi benda atau hewan yang dimainkannya.

Dunia baru terasa sepi kala Dimas bobok!

gado-gado 2023
Dimas bermain sendiri

9 Januari 2023: Kasih Ibu

Ibu tak sesempurna, sekokoh dan sehebat gunung Merapi yang menjulang tinggi itu, nak… Bahkan terkadang ibu kelepasan amarah. Ibu masih terus belajar untuk memiliki kesabaran tak berbatas. Tahukah kamu, dalam diam setelah amarah reda ibu pun menyesal dan meneteskan air mata, sambil berusaha merengkuh hatimu? Kasih ibu sepanjang jalan. Doa ibu selalu menyertaimu. Karena umur ibu belum tentu lebih panjang dari waktu sibukmu, berbaktilah sebelum terlambat, sebelum tiba penyesalan tiada guna.

10 Januari 2023: Semangat, Ibu!

Semangat, Ibu! Perut lapar gak bisa bobok πŸ˜€

Jam 22.30.
Dimas: “Ibu, adik masih lapar, mau makan sosis.”
Me: “Itu ‘kan harus nggoreng dulu. Ibu capek. Ibu ngantuk. Makan wafer aja ya.”
Dimas: “Harus semangat, Ibu. Untuk anaknya, Ibu harus semangat!”
Akhirnya ku bangkit dari kasur menuju dapur daripada disemangati terus πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Jam 23.05.
Selesai makan nugget (tidak jadi nggoreng sosis).
Me: “Adik ambil air putih sana. Minum, trus bobok.”
Dimas: “Ibu dongggg yang ambilin.”
Me: “Sana, adik ambil sendiri.”
Dimas: “Kan adik sudah bilang: semangat, Ibu!”
Ku angkat bokong ambil air putih daripada disemangati terus πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Jam 23.15, tidur.

Padahal jam 7-an malam Dimas (5yo) sudah makan. Tapi abis itu mainnnn aja, ga mau diam. Saatnya bobok minta susu sebotol. Abis itu tetap gak bisa bobok karena merasa perutnya lapar πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ . Mau tidak mau ya harus menyediakan dan menemaninya makan.

Begitulah #ceritatadimalam yang terjadi pula di malam-malam sebelumnya walau tidak setiap malam πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ . Lucunya kali ini Dimas punya istilah baru: “Semangat, Ibu!”

11 Januari 2023: Banyak begadang? Kapan boboknya?

Kemarin (beberapa kali juga) saya share tentang Dimas yang suka bobok malam banget (untuk ukuran anak-anak). Pasti menimbulkan pertanyaan: Ini anak koq begadang? Trus berapa jam waktu boboknya?

Jadi, Dimas (5T3B) setiap pagi berangkat sekolah antara jam 8 sampai jam 8.30. Bangun paginya paling lambat jam 7.15 pagi. Sabtu & Minggu libur. Senin, Rabu, Kamis & Jumat, pulang sekolah sampai rumah mendekati jam 1 siang. Selasa jam setengah 3 sore. Setiap hari sudah dapat makan siang di sekolah. Sesampai di rumah, biasanya lanjut bobok siang sampai sore sekitar jam 5. Lumayan panjang ya waktu bocinya.

Waktu malam, jika ayah dan kakaknya masih aktif/sibuk, Dimas belum mau bobok. Ku biasanya akan merem duluan kalau memang sudah sangat ngantuk dan capek. Sementara si bocil ya cari kesibukan sendiri. Nah, antara jam 9-10 diajakin bobok, mau sih naik ke kasur tapi belum bisa bobok. Apalagi kalo perutnya mulai terasa lapar karena makan malamnya terkuras buat “tak bisa diam”, mau tidak mau harus diisi lagi walo malam-malam, karena Dimas tak bisa bobok jika ada rasa lapar.

Itulah kenapa di atas jam 10 malam suka ada drama si bocil ini minta makan. Dengan berbagai cara dilakukannya agar ku mau menyediakannya makan. Yang terbaru ya pakai istilah “Semangat, Ibu!” itu. Nah, setelah perutnya isi (biasanya ku tidak ngasih banyak-banyak – yang penting terisi saja) maka Dimas akan cepat bobok dengan manis sampai pagi. Kadang jam 6 sudah bangun, kadang agak siang sekitar jam 7.15.

Kalau dihitung-hitung kira-kira tidur siang 3-4 jam, ditambah tidur malam 6-7 jam. Dengan demikian kebutuhan waktu tidurnya masih tercukupi. Harapanku sih nanti setelah 6 tahun (TK B) bisa lebih disiplin, yaitu jam bobok malamnya lebih maju plus tanpa drama tengah malam minta makan dan bangunnya bisa lebih pagi.

Kebutuhan tidur anak

11 Januari 2023: 10 Tahun Yang Lalu

Sepuluh tahun yang lalu ini yang terekam di memory-ku:

Mengawali tahun 2013 ini dalam pekerjaan, saya harus siap menerima jabatan baru. Per Januari 2013 ini saya de facto sudah menjadi bagian dari yayasan yang menaungi Yogyakarta Independent School.

Jika selama ini saya hanya mengikuti instruksi Boss untuk mengerjakan yang mana dulu (berdasarkan prioritas), baik itu Triple-A maupun YIS, maka per minggu pertama bulan ini saya dipersilakan menentukan jam kerja sendiri.

Saya menempati posisi di sekretariat yayasan. Jangan tanya jabatan pastinya ya hehehe… karena di sekretariat hanya ada saya sendirian πŸ˜€

Menerima jabatan baru artinya saya memiliki tanggung jawab yang lebih besar lagi. Tentunya ini juga menuntut saya untuk siap-siap memberikan jam kerja lebih, jika diperlukan.

It’s OK, selagi saya masih mampu, saya pasti akan bekerja sebaik-baiknya. Dalam bekerja pun saya selalu belajar hal-hal baru, baik itu hal yang berhubungan dengan pekerjaan itu sendiri, maupun belajar dari lingkungan pekerjaan tersebut.

Bersyukur saya mempunyai beberapa macam pekerjaan dalam ruang lingkup yang sangat berbeda, sehingga tidak pernah menimbulkan konflik pekerjaan. Yang ada cuma konflik manajemen waktu terutama ketika semua minta diprioritaskan πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Terima kasih ya Allah atas segala yang Kau berikan. Terima kasih ayah dan Satria yang selalu mendukung setiap langkah saya. Terima kasih kepada semuanya atas segala dukungannya juga πŸ™‚

(Repost from: Jabatan Baru )

Kisah lain sepuluh tahun lalu:

Selalu semangat mengejar impian. Kostum ini adalah bagian dari itu. Banyak impian yang terwujud. Yang lebih penting lagi, begitu banyak pelajaran berharga kuperoleh, yang kelak kemudian hari membuatku tangguh.

Sepuluh tahun kemudian anakku sudah dua, tapi belum pernah bikin foto keluarga (berempat) secara spesial.

Sepuluh tahun kemudian tempat kerjaku masih sama, mengemban tugas & tanggung jawab yang diberikan. Pun ‘ku mau fokus dulu, belum tertarik untuk bercabang lagi. So, just follow my Instagram to know my activities πŸ™‚

12 Januari 2023: YUDP

Sejenak mengenang masa lalu. Bagian dari sejarah hidup yang membawaku menjadi diriku sekarang ini.

Menjadi saksi sejarah sebuah proyek yang berkelanjutan. Mengenang kembali masa-masa dulu bekerja dalam satu tim. Tak terasa 30-an tahun sudah berlalu.

Rasa kekeluargaan pun masih terjaga, masih kental. Ada grup WhatsApp lho hingga hari ini!

#YUDP. ‘Ku join pada tahun ke-5 YUDP berjalan. Masih unyu-unyu, lulusan SMA. Kemudian ‘nyambi’ kuliah setelah 2 tahun kerja.

YUDP tempatku belajar bekerja, jadi orang kantoran pertama kali. Lebih spesifik lagi, kubelajar bekerja dalam Tim. Belajar berdedikasi. Belajar berintegritas. Belajar bekerja dengan hati. Belajar menjadi perempuan mandiri. Belajar do my best.

Ada 2 nama yang terpatri dalam hati yang menjadi benang merah penghubung antara aku dengan YUDP and the big boss. Dua nama yang tak akan pernah bisa kujumpai lagi:
1. Mr. Collin McLenan
2. Mrs. Pamella Matthew

Rest in peace, Pak Collin, Bu Pam…

Note:
1: Cake saat reuni 4 tahun yang lalu.
2 & 3: YUDP team

Kapan reunian lagi, guys?

13 Januari 2023: Sharing is Caring

Sore tadi saat menjelang pulang kerja tiba-tiba ada WA masuk. Long story short, intinya ‘ku diminta menjadi narasumber untuk suatu tulisan yang akan tayang di sebuah koran di Jogja (grup Kompas). Setelah intronya jelas, permintaan tersebut kuiyakan. Jadilah sore tadi langsung diinterview. Trus kapan tayangnya? ‘Ku juga tak tahu, so ditunggu aja yaa…

Gara-gara itu ‘ku jadi ingat beberapa tahun lalu pernah jadi narasumber untuk berbagai media. Antara lain Intisari, Media Indonesia, The Jakarta Globe, Wanita Indonesia, majalah Success, juga beberapa media online. Kemudian bermunculan pula para mahasiswa menjadikanku responden untuk tugas kuliah mereka. Ada beberapa yang kutemukan terpublikasi secara online.

Koq bisaaaa sih? Iyaaa, mereka menemukanku di rumah mayaku. Baca: Blog. Padahal apa yang kutulis itu sederhana saja, hanya pengalaman pribadiku. Tapi rupanya menarik untuk dibahas di berbagai media bahkan untuk bahan penelitian.

Senang bisa berbagi, ‘ku hanya berharap agar bisa bermanfaat. Yaaa, ‘ku tak mampu berbagi materi, ‘ku hanya bisa berbagi pengalaman hidup.

Jadi aku diinterview tentang apa sih? Penasaran? Tunggu tayang aja deh…

14 Januari 2023: TV

Setahun yang lalu dapat bonus lalu kubeli tivi itu, hanya TV LED Digital (bukan smart TV). Alasan beli tivi baru:
1. Tivi yang lama rusak.
2. Persiapan buat nonton Para Pencari Tuhan.

Setengah tahun yang lalu kuikut promo berlangganan Indihome. Tivi analog masih aman, kuputuskan hubungan dengan MNCVision. Tivi masih bisa ditonton dengan antena indoor.

Saat tivi analog benar-benar dimatikan, pupus sudah harapan nonton tivi sesekali karena antena indoor tak bisa menangkap sinyal digital. Baiklah, lalu kumasukkan antena outdoor ke dalam budget belanja.

Sebulan, dua bulan, kutunda-tunda terus. Padahal harganya juga tak sampai Rp 200k. Rasanya selalu muncul prioritas lain.

Awal minggu ini tiba-tiba Indihome kasih promo USeeTV. Setelah dijelaskan, aku iyakan. Tagihan nambah dikit tak apa, toh masih sangat jauh di bawah langganan tv kabel yang kuputus setengah tahun lalu.

Jadi, antena outdoor yang aku butuhkan, berkah kesabaranku menunda akhirnya Tuhan kasih lebih dari sekedar antena. Tivi yang tadinya sekedar tivi digital, berubah jadi Android TV!

Andai aku jadi beli antena outdoor 1-2 bulan kemarin, kuhanya bisa sebatas nonton tivi. Sekarang, alhamdulillah bisa banyakkkkkk!

Ku bukan mau pamer tivi, ku hanya ingin #bersyukur bahwa Tuhan akan kasih apa yang kita butuhkan, bahkan lebih dari yang kita inginkan, di saat yang tepat.

(KumpulanΒ Instagram post edisi 8-14 Januari 2023)