Bloger Difabel Berkonten Ria Bersama IndiHome

berkonten ria bersama indihome

Bloger Difabel Berkonten Ria Bersama IndiHome – Sebagai perempuan difabel, aku pernah merasakan ketakutan menghadapi masa depan. Mobilitas yang sangat rendah. Didukung oleh peluang kerja yang sangat terbatas. Di saat orang lain bisa bermanfaat bagi sesamanya, apakah aku juga bisa? Manfaat apa yang bisa aku berikan? Lalu bagaimana caranya?

Aku Difabel

Tidak ada seorang pun manusia di dunia ini yang ingin menjalani kehidupan dengan fisik yang tidak normal. Namun, jika takdir mengharuskan demikian, manusia hanya bisa menjalaninya. Yang aku tahu Tuhan tidak akan memberikan cobaan dan ujian di luar batas kemampuan manusia. Dan sebagai orang yang beriman, aku selalu percaya bahwa di balik kelemahan seseorang, Tuhan pasti memberikan kelebihan.

Aku terlahir sebagai bayi perempuan yang normal, tanpa kekurangan, tanpa kelebihan. Aku terlahir sebagai anak pertama yang pernah membuat orang tuaku sangat bahagia. Namun pada saat aku berusia 8 bulan, nasib berkata lain. Kaki kiriku mengalami kelumpuhan di saat aku sedang senang-senangnya belajar menapakkan kaki.

Aku bersyukur memiliki kedua orang tua yang tidak pernah malu memiliki anak yang cacat. Mereka tidak membatasi ruang gerakku. Aku tetap bisa bermain dengan teman-teman sekampung. Aku tetap bersekolah di sekolah umum. Di rumah, aku tetap diberi hak dan kewajiban yang sama dengan adik-adikku. Di sekolah, guru dan teman-teman memperlakukanku sama, tidak membeda-bedakan. Aku pun tumbuh menjadi anak perempuan yang memiliki kepercayaan diri.

Hobiku Menulis

Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar aku sudah senang dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Dari mata pelajaran tersebut, aku senang dengan pelajaran menulis halus dan mengarang. Berkah dari senang mengarang, aku rajin membuat karangan untuk mengisi majalah dinding sekolah. Berkah yang lain, aku menjadi juara kedua lomba mengarang di tingkat kabupaten untuk siswa sekolah dasar.

Memasuki bangku sekolah menengah pertama aku tetap senang menulis. Bahkan tidak pernah surut menulis hingga duduk di bangku sekolah menengah atas. Seringkali aku mencurahkan tulisan ke dalam buku diari. Saat memiliki cukup uang, aku membeli buku diari yang bagus dan jika sudah waktunya ganti tapi tidak punya uang aku menggunakan buku biasa lalu kuberi hiasan sendiri supaya cantik, hehehe…

Setelah memasuki dunia kerja dan menggunakan komputer dalam kegiatan sehari-hari aku mulai menulis secara digital. Begitu mengenal internet dan blog aku seperti mendapatkan ruang yang sangat luas untuk menulis. Dan itu berlanjut hingga sekarang. Enam belas tahun aku menekuni dunia blog, sudah 1200-an artikel yang aku tuliskan di blog ini.

bloger difabel

(foto koleksi pribadi)

Menjadi Bloger

Blog yang dulunya hanya kujadikan sebagai diari digital, ternyata bisa menghasilkan uang. Tidak sedikit artikel yang terpublikasi di blog ini adalah tulisan-tulisan berbayar. Tidak jarang pula aku sebagai bloger mendapatkan undangan untuk menghadiri suatu event dimana biasanya penyelenggara akan memberikan insentif kepada bloger. Penghasilan dari blog bisa aku gunakan untuk membayar domain name, sewa hosting, serta tentunya bisa menambah uang jajan untuk anak-anak.

Disamping bisa mendapatkan manfaat secara finansial, menulis juga memberiku kekayaan-kekayaan lain yang tak ternilai dengan uang. Yaitu kaya akan pahala, kaya akan sahabat, kaya akan pengetahuan, dan kaya akan nama. Tidak sedikit tulisan-tulisanku di blog ini telah memberikan pencerahan kepada para pengunjung dan pembacanya. Satu contoh paling sederhana adalah ketika pada suatu hari aku mencari informasi tentang biaya pendidikan di sebuah sekolah kejuruan, tak satu pun informasi kudapatkan saat ngubek-ubek mesin pencari Google.

Lalu setelah aku mengalaminya sendiri, aku menceritakan pengalamanku tersebut dan mengunggahnya di blog ini. Sejak saat itu, banyak sekali orang tua calon siswa sekolah kejuruan tersebut yang mendapatkan informasi dari pengalaman yang kuunggah di blog. Tak terhitung lagi mereka-mereka yang menghubungiku secara pribadi melalui WhatsApp, email, Facebook, dan Instagram. Ada pula yang mendapatkan pencerahan tentang pengalaman pertama pap smear, keracunan gadung, toilet training, bells palsy, limbah pospak, dan masih banyak lagi. Jujur aku katakan bahwa ada kepuasan tersendiri saat aku bisa membantu orang lain melalui tulisan.

Aku tipe penulis yang menyukai tantangan. Tidak jarang aku menerima proyek menulis artikel dengan tema yang sama sekali tidak aku kuasai. Bagiku inilah kesempatanku untuk belajar hal baru, yang mungkin tidak akan aku pelajari jika tidak ‘dipaksa’. Untuk menghasilkan suatu tulisan yang bisa dipertanggungjawabkan, mau tidak mau aku harus mengumpulkan banyak referensi (online atau offline), harus membaca buku, harus membuat survei kecil-kecilan melalui media sosial, harus melakukan wawancara, dan lain-lain.

Tak perlu kuragukan lagi untuk menjadikan profesi bloger sebagai personal branding-ku. Tak perlu kutakutkan lagi akan kebermanfaatanku dalam kehidupan. Secara fisik aku memang cacat, tetapi Tuhan memberiku kelebihan di sisi lain. Meskipun mobilitasku sangat rendah, aku bisa menghasilkan karya melalui blog.

(foto koleksi pribadi)

Pengalaman dengan Internet

Dunia blogging tidak bisa lepas dari kebutuhan akan jaringan internet. Aku serius ngeblog sejak membeli domain name pratiwanggini.net ini. Namun demikian, aku mengenal blog sudah lama, tepatnya antara tahun 1995-2000. Saat itu membuat blog belum semudah sekarang, sampai-sampai akupun rela belajar program HTML secara otodidak. Koneksi internet pun masih menggunakan jaringan telepon yang disambungkan ke modem.

Bisa dibilang aku mengalami beberapa tahap perkembangan teknologi internet di Indonesia. Kebetulan di tempatku bekerja, alat komunikasi yang digunakan adalah produk Telkom Indonesia, mulai dari telepon, faximili, hingga internet. Aku masih ingat banget tahun 2000-an itu internetan menggunakan Telkomnet Instan yang menggunakan metode dial-up. Apakah koneksinya lancar? Untuk jaman itu, yaaa harus menerima kalaupun seringkali putus nyambung, hahaha…

Dial-up adalah jenis komunikasi antar komputer dengan menggunakan saluran telepon tetap atau saluran telepon bergerak yang lazim disebut modem. Koneksi menggunakan teknologi dial-up, proses yang terjadi adalah komputer melakukan pemanggilan telepon (dial-up) melalui modem kepada internet provider.

Lalu pada tahun 2006, muncul Speedy. Speedy adalah internet provider yang dimiliki oleh Telkom Indonesia. Speedy berbasis teknologi akses Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL) dan Gigabit Passive Optical Network (GPON) dengan menggunakan jaringan fiber optik sampai ke rumah atau Fiber To The Home (FTTH).

Beralih dari Telkomnet Instan ke Speedy, tentu saja aku merasa senang sekali karena koneksi internet terasa lebih stabil dan tentunya memiliki kecepatan yang jauh lebih baik. Jaman Speedy berjaya adalah jamannya aku sedang getol-getolnya membangun aset yang bernama blog. Setiap hari aku selalu membuat postingan baru di blog. Pada masa itu kumanfaatkan blog untuk menjalankan bisnis online berbasis jaringan. Tepatnya mulai April 2007. (Sejak Mei 2020 aku meninggalkan bisnis online yang pernah kubangun, kemudian aku fokus ke dunia kerja sambil terus ngeblog).

berkonten ria bersama IndiHome

(ilustrasi: freepik.com)

Berkonten Ria Bersama IndiHome

Rupanya Speedy tidak berumur lama, karena pada awal tahun 2015 Telkom Indonesia mengalihkan pelanggan Speedy ke layanan baru bernama IndiHome. Otomatis jaringan internet di tempat kerjaku pun beralih ke layanan IndiHome yang menyediakan tiga layanan telekomunikasi, meliputi telepon rumah, internet, dan televisi berlangganan berbasis Internet Protocol (IPTV). Apakah di rumahku juga menggunakan IndiHome? Oh, tentu! Tepat setahun yang lalu aku pasang IndiHome di rumah, salah satu alasannya adalah karena saat itu ada promo biaya pemasangan 😀

Kehadiran IndiHome yang cukup memanjakan pelanggannya membuatku jadi semangat berkonten ria. Internet, khususnya IndiHome, telah memberi ruang untuk beraktivitas tanpa batas bagi penggunanya bahkan bagi seorang difabel seperti diriku. Tidak hanya ngeblog, aku pun sering mengunggah foto dan video ke media sosial. Foto dan video yang aku ambil menggunakan smartphone Android ditambah dengan caption yang menarik, cukup mewakiliku untuk menyampaikan pesan yang menghibur, informatif, dan inspiratif kepada warganet.

Berkah internet, khususnya IndiHome, aku yang difabel ini tak lagi merasakan ketakutan menghadapi masa depan meskipun mobilitasku sangat rendah dan peluang kerja sangat terbatas. Karena dengan internet aku bisa menyalurkan hobi menulisku melalui blog, aku bisa membangun jejaring sosial secara online, aku bisa mendapatkan penghasilan dari blog, bahkan aku bisa menjadi influencer dengan modal rajin berkonten ria. Jadi, tak perlu takut menghadapi kerasnya kehidupan, karena berkah internet seorang difabel bisa menghidupi dirinya sendiri dan bisa bermanfaat bagi sesama.

Referensi:
– selular.id
– cnnindonesia.com
– wikipedia.com
– kbbi.kemdikbud.go.id

 

16 thoughts on “Bloger Difabel Berkonten Ria Bersama IndiHome”

  1. Dengan kehadiran internet, semua kalangan bisa menggunakan dan memanfaatkannya sebaik mungkin ya. Alhamdulillah, blogging pun bisa jadi salah satu kegiatan yang menyenangkan dan membawa dampak positif bagi penyandang disabilitas. Yang penting mau, senang dan bisa nulis, bisa deh jadi blogger.

  2. Semangat, mba, ????????????
    Emang indihome memudahkan segala urusan buibu yang lebih suka bekerja di rumah ya.

  3. Kak Pratiwi, mashaAllah~
    Allah memberikan kelebihan yang luar biasa untuk kak Pratiwi, yakni tekad yang kuat dan semangat menulis serta kemauan belajar hal-hal baru.
    Semoga tulisan kak Pratiwi senantiasa memberikan inspirasi untuk sahabat pembaca yang sedang mencari informasi terkait tema-tema yang ditulis kak Pratiwi.

    Barakallahu fiik~
    Bersama IndiHome, langkah menjadi lebih luas menjangkau banyak hati.

  4. Tetap semangat Mbak…
    Alhamdulillah dimanapun dan bagaimanapun berkat internet kita masih bisa berkarya ya
    Lomba internet IndiHome kemarin, yang jadi juara umum juga difabel, teman blogger kita juga.

  5. saya juga difabel mba. di era digital ini dengan hadirnya internet dan berbagai media untuk berkarya, para difabel bisa memanfaatkan berbagai media tersebut untuk ikut berkarya seperti yang lain.

  6. Benar saat ini internet sangat banyak manfaatnya tidak saja dirasakan oleh para pekerja kantoran saja tapi juga semua kalangan termasuk ibu rumah tangga

  7. MasyaAllah Mbak. Salut saya dengan semangat menulisnya. Sudah sukses menghasilkan 1200 artikel. Rasanya walau progress saya masih jauh sekali, tapi jadi ikut semangat setelah lihat tulisan Mbak.
    Memang bersyukur ya kita sekarang. Dengan kemudahan yang ada, kita pun bisa semakin produktif.
    Makasi sudah menginspirasi Mbak.

  8. mba you are great menurut saya, salah satu blogger yang sepak terjangnya wajib diperhitungkan, dan dengan adanya IndiHome pastinya makin maksimal ya mba usahanya dalam blogging, semangat selalu untuk menciptakan konten konten yang bermanfaat

  9. Masyaa Allah mba, dengan kekurangan yang mba miliki tak menyurutkan semangat mba untuk tetap berkarya. Sukses selalu dan semoga mba selalu diberikan yang terbaik dari-Nay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *