Skip to content

Perlukah Minum yang Banyak Saat Sahur? Tidak!

minum banyak saat sahur

Serial Puasa Ramadhan: Minum Banyak Saat Sahur? Perlukah? – Saya bersyukur mempunyai akun Facebook namun tidak mengikuti sembarang akun lain. Hanya beberapa akun ‘bagus’ yang saya ikuti (follow). Salah satunya adalah akun Profesor Arie Karimah. Kalau tidak salah, saya mengikuti akunnya sejak pandemi Covid-19 lalu. Dari akun beliau saya mendapatkan banyak informasi tentang kesehatan. Beliau selalu menuliskan secara gamblang tentang suatu kasus dengan bahasa yang sangat mudah dipahami. Orang ilmiah tetapi menjelaskan secara alamiah.

Nah, salah satu ilmu yang saya dapatkan dari beliau adalah tentang puasa Ramadhan. Sebagai blogger saya tergelitik untuk share di sini, karena saya yakin banyak netizen yang tidak mengikuti akun Facebook beliau, tetapi memiliki pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah terjawab di akun Facebook Arie Karimah ini. Satu per satu akan saya share di blog ini, semoga bermanfaat bagi pembaca dan menjadi amal jariyah bagi Ibu Arie Karimah Muhammad (Pharma-Excellent, Alumni ITB). Aamiin 🙂

Satu topik penting yang saya bagikan kali ini adalah Perlukah Minum yang Banyak Saat Sahur? Ternyata jawabannya: Tidak! Penasaran? Yuk, simak penjelasan beliau berikut ini.

Perlukah Minum Banyak Saat Sahur?

Siapa yang waktu kecil pernah mendapat nasehat dari orang tua untuk banyak minum sebelum waktu Imsak? Karena nanti seharian nggak bisa minum. Terus itu dipraktekkan sampai sekarang…. Bahkan diteruskan ke anak-anak…. Akibatnya rasa kebelet pipis itu begitu mendesak dan hebat, dan nggak cuma sekali, setelah shalat Subuh. Pernah melihat antrian di toilet masjid besar ba’da Subuh di bulan puasa?

Dulu nasehat itu mungkin baik-baik saja, ketika:

Orang berangkat kerja agak siang, karena kemacetan di kota-kota (besar) belum menghebat seperti sekarang. Kalau Anda menjalani hidup seperti saya dan para commuters di kota-kota besar, saya yakin Anda mengalami masalah seperti saya. Pada suatu waktu ketika saya harus selalu berangkat ke kantor tidak lama setelah shalat Subuh, dan saya menyopir sendiri selama 2 jam menuju kantor, maka siksaan kebelet pipis itu sungguh sangat menyengsarakan. Toilet tidak mudah ditemukan sepanjang Ciputat, Pondok Indah dan Permata Hijau, dan kalaupun ada, antriannya sangat panjang. Menggunakan sabuk pengaman pun terasa menyiksa perut, padahal saya nggak lagi hamil 😀 😀 . Lantas saya berpikir: sebulan penuh saya harus tersiksa seperti ini? Ramadhan tak semestinya menyiksa seperti ini. Itulah gunanya kita diminta untuk mempelajari ayat-ayat kauniah di alam semesta.

Maka saya pelajari kembali fungsi ginjal dan proses berkemih (urinasi). Dan ketemulah saya solusi untuk masalah di atas:

  • Minumlah SECUKUPNYA ketika sahur. Jangan berlebihan. Apalagi menjelang imsak.
  • Minumlah sebanyak-banyaknya saat berbuka hingga sebelum tidur. Misal: 1-2 gelas setiap jam. Shalat tarawih anda tidak akan terganggu oleh urusan ke toilet.

Kenapa begitu?

Ginjal kita bekerja nonstop 24 jam sesuai kebutuhan. Ginjal tahu kapan harus menahan air dan kapan harus membuangnya.

minum banyak saat sahur
Memahami Fungsi Ginjal (sumber: FB Arie Karimah)

Minum Secukupnya Ketika Sahur

Ginjal bekerja sesuai kebutuhan, dan tidak mengenal prinsip deposit atau penyimpanan di muka.

Tiga fungsi ginjal:

  1. FILTRASI: menyaring darah dan zat-zat yang terlarut di dalamnya.
  2. REABSORPSI: menyerap kembali cairan dan zat-zat terlarut yang masih dibutuhkan.
  3. EKSKRESI: membuang kelebihan cairan dan zat-zat terlarut yang sudah tidak dibutuhkan lagi atau terdapat dalam jumlah berlebih, dalam bentuk air seni.

Untuk menjalankan ketiga fungsi tersebut ginjal tentu membutuhkan energi. Dan energi kita paling banyak adalah sesaat setelah sahur. Jadi ginjal bekerja ekstra keras setelah sahur, dan salah satu efek yang kita rasakan adalah buang air kecil.

Jika Anda banyak minum saat sahur maka ginjal akan membuang kelebihan cairan yang Anda minum dalam volume besar dalam waktu singkat. Itulah yang terjadi dengan kebelet pipis berkali-kali sehabis Subuh.

Selewat jam 10 pagi, seiring dengan sudah tidak adanya lagi pemasukan air minum dalam 5 jam terakhir, dan cadangan energi juga mulai berkurang, umumnya kebutuhan untuk buang air kecil sudah sangat mereda. Ba’da shalat Dzuhur rasanya sudah tidak butuh ke toilet lagi. Aktivitas filtrasi, reabsorpsi dan ekskresi ginjal mencapai titik terendah. Kenapa?

  • Karena sudah lebih dari 6 jam tak ada setetes pun air yang kita minum
  • Kelebihan air dan “sampah-sampah” zat terlarut di dalam darah sudah hampir semuanya dibuang.
  • Cadangan energi tubuh kita sudah sangat jauh berkurang.

Ini artinya di jam-jam tersebut ginjal, saluran kemih dan kantung kemih bisa beristirahat untuk sementara, karena tidak ada urine yang terbentuk dan perlu dikeluarkan.

Itu sebabnya puasa juga sering disebut bermanfaat sebagai salah satu proses detoksifikasi, karena selama setengah hari organ-organ yang berurusan dengan proses perkemihan itu boleh rehat sejenak. Setelah “sampah-sampah” dan kelebihan zat terlarut seperti ureum, creatinine, asam urat, phosphat, natrium, kalium, bikarbonat dan kalsium telah “disapu bersih” di pagi hari.

Hal ini berbeda dengan ketika kita tidak berpuasa, ginjal akan bekerja dengan kecepatan standar, jadi urine dikeluarkan sedikit demi sedikit dalam waktu 24 jam. Kecuali sewaktu kita tidur.

Fungsi Ginjal (sumber: FB Arie Karimah)

Minum yang Banyak Ketika Berbuka

Untuk mengkompensasi kekurangan suplai air minum selama 13,5 jam berpuasa, dan ginjal mati-matian mengurangi produksi dan pengeluaran air seni, minumlah sebanyak-banyaknya sewaktu berbuka hingga waktunya tidur. Agar ginjal bisa kembali bekerja normal melakukan filtrasi, reabsorpsi dan ekskresi. Memproduksi dan mengeluarkan air seni. Dan yang lebih penting: Anda tidak perlu lagi sengsara kebelet pipis setiap berangkat ke kantor pagi-pagi. Shalat tarawih Anda juga tidak terganggu, karena ginjal memiliki banyak energi setelah berbuka, sehingga tidak harus bersegera memproduksi dan mengeluarkan air seni.

Apakah nanti di siang hari tidak akan kehausan atau mengalami dehidrasi? TIDAK. Ketika kita mengucapkan niat berpuasa, kita memberi tahu kelenjar hypothalamus, bahwa: tidak akan ada pemasukan air minum sama sekali selama 13,5 jam ke depan. Dan hypothalamus akan SELALU menjalankan tugasnya dengan baik. Milyaran orang di muka bumi sudah membuktikan itu selama lebih dari 1.400 tahun.

KM. 24 March 2022

Disclaimer: Isi tulisan adalah apa adanya sesuai yang tertulis di akun beliau, tidak ada yang saya kurangi atau tambahi. Hanya pointer-pointer saja saya sesuaikan dengan theme blog ini.

sumber asli: FB Arie Karimah