Skip to content

Minum Obat Diabetes Saat Puasa Ramadhan

Serial Puasa Ramadhan: Minum Obat Diabetes Saat Puasa Ramadhan – Salah satu akun Facebook yamg saya ikuti adalah akun Profesor Arie Karimah. Kalau tidak salah, saya mengikuti akunnya sejak pandemi Covid-19 lalu. Dari akun beliau saya mendapatkan banyak informasi tentang kesehatan. Beliau selalu menuliskan secara gamblang tentang suatu kasus dengan bahasa yang sangat mudah dipahami. Orang ilmiah tetapi menjelaskan secara alamiah.

Nah, salah satu ilmu yang saya dapatkan dari beliau adalah saya sebut sebagai serial puasa Ramadhan. Sebagai blogger saya tergelitik untuk share di sini, karena saya yakin banyak netizen yang tidak mengikuti akun Facebook beliau, tetapi memiliki pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah terjawab di akun Facebook Arie Karimah ini. Satu per satu akan saya share di blog ini, semoga bermanfaat bagi pembaca dan menjadi amal jariyah bagi Ibu Arie Karimah Muhammad (Pharma-Excellent, Alumni ITB). Aamiin ????

Satu topik penting yang saya bagikan kali ini adalah Minum Obat Diabetes Saat Puasa Ramadhan. Yuk, simak penjelasan beliau berikut ini.

Minum Obat Diabetes Saat Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan selama 13,5 jam sehari selama sebulan penuh itu sebuah perjuangan panjang bagi penderita diabetes, yang tidak pernah dibayangkan atau dipahami oleh para perusahaan penemu obat diabetes di Amerika maupun Eropa. Itu sebabnya diperlukan ijtihad keilmuan untuk memahami bagaimana cara terbaik minum obat diabetes saat bulan Ramadhan.

Gambar 1

Bagi yang belum berteman (dengan Ibu Arie Karimah di Facebook) bisa berkonsultasi secara SPESIFIK via inbox. Syarat:

  1. Sebutkan nama, mg dan aturan minum obat yang diberikan dokter. Atau foto dengan jelas.
  2. Berapa kadar gula darah puasa dan/atau HbA1c terakhir? Sertakan foto dokumen asli dari lab.

Tujuan perubahan aturan minum obat adalah agar:

  1. Mendapat manfaat maksimal dari obat yang diminum, karena pola makan beribah drastis.
  2. Mengurangi risiko efek samping yang muncul pada siang atau sore hari, yang bisa menyebabkan batal puasanya.

Obat-obatan yang selama ini biasa diresepkan dokter untuk diminum pagi hari sebelum sarapan, saat bulan puasa nanti TIDAK BOLEH DIMINUM WAKTU SAHUR. Waktunya digeser menjadi DIMINUM SAAT BERBUKA. Maksudnya berbuka disini adalah saat anda makan dengan porsi penuh, makan makanan utama.

Contoh:
Jika anda berbuka “gelombang pertama” dengan segelas teh dan menunda berbuka “gelombang keduanya” yaitu makan nasi setelah shalat Maghrib, maka obat diminum SESAAT sebelum makan nasi. Artinya minum obat langsung makan nasi.

Obat yang diminum dengan cara tersebut di atas tidak berlaku untuk semua obat diabetes, melainkan semua obat generik dan bermerek di bawah (Gambar 3). Setiap kali anda membaca nama obat, baik di strip (kemasan dalam) atau boks (kemasan luar), jika tulisannya:

  1. Hanya satu baris, maka itu adalah obat generik.
  2. Ada 2 baris, maka baris pertama adalah NAMA DAGANG atau MEREKnya, sedangkan baris kedua adalah NAMA generik atau isinya. Lihat contoh (Gambar 3).

Jadi pada hari PERTAMA puasa, jangan minum obat-obatan tersebut sewaktu sahur. Pindahkan waktunya menjadi saat berbuka. Demikian seterusnya. Tidak ada risiko jika anda tidak minum obat sekali saat sahur pertama, karena ditunda menjadi saat berbuka.

Gambar 2

Manfaat Maksimal Memindahkan Waktu Minum Obat

Mengapa mengubah waktu minum obat akan memberikan MANFAAT MAKSIMAL?

Waktu berbuka orang biasanya akan makan/minum dengan yang mengandung karbohidrat sederhana maupun kompleks dalam kadar yang tinggi: rasanya manis atau bersifat mengenyangkan.

Obat-obatan di atas bekerja merangsang pelepasan hormon insulin dari organ pankreas. Insulin inilah yang akan menurunkan kadar glukosa (gula) di dalam darah yang tinggi saat berbuka. Caranya adalah dengan membagikannya kepada trilyunan sel-sel tubuh yang memerlukannya sebagai sumber energi. Dan setelah 2 jam jika masih ada kelebihan glukosa di dalam darah maka akan disimpan di hati, sel-sel otot, dan sel-sel lemak. Dengan demikian kadar glukosa di dalam darah tidak akan terlalu tinggi. Tanpa obat kadar glukosa (gula) di dalam darah akan tetap tinggi.

Mengurangi Risiko Efek Samping

Mengapa mengubah waktu minum obat akan mengurangi risiko efek samping?

Saat sahur orang cenderung makan karbohidrat lebih sedikit dibandingkan saat berbuka. Setelah itu, selama 13,5 jam berikutnya tidak ada pemasukan karbohidrat SAMA SEKALI, baik dari makanan maupun minuman. Akibatnya kadar glukosa di dalam darah cenderung rendah. Jika obat diabetes diminum saat sahur, maka akan ada risiko HIPOGLIKEMIA, yaitu kadar gula darah turun sangat rendah hingga kurang dari 70 mg/dL. Khususnya pada siang hingga sore hari, setelah berpuasa lebih dari 8 jam.

Hipoglikemia akan dibahas terpisah di status berikutnya.

minum obat diabetes saat puasa
Gambar 3

Obat yang Boleh Diminum Saat Sahur dan Berbuka

Jika dokter juga memberikan obat berikut:

  • Glucophage (metformin)
  • Glucobay (acarbose)

dengan aturan minum 1, 2 atau 3 kali sehari, maka untuk aturan minum:

  • 1 kali: diminum saat berbuka
  • 2 kali: diminum saat sahur dan berbuka
  • 3 kali:
    Untuk Glucophage 500 mg anda bisa meminta dokter atau apotek menggantinya dengan Glucophage XR 500 (eXtended Release, lepas lambat), yang cukup diminum 1 kali sehari SETELAH berbuka.
    Jika anda mendapat obat generik metformin 500 mg, anda bisa meminta mengganti sebagiannya dengan metformin 850 mg, sehingga cukup diminum 2x sehari: 500 mg saat sahur dan 850 mg saat berbuka.

Obat-obatan tersebut TIDAK BEKERJA merangsang pelepasan insulin, sehingga tidak ada risiko hipoglikemia. Obat bekerja mengurangi penyerapan glukosa ke dalam darah.

KM. 2 March 2024

Disclaimer: Isi tulisan adalah apa adanya sesuai yang tertulis di akun beliau, tidak ada yang saya kurangi atau tambahi. Hanya pointer-pointer saja saya sesuaikan dengan theme blog ini.

sumber asli: FB Arie Karimah