singletasking

Multitasking atau Singletasking ?

Setahun yang lalu saya pernah posting di blog ini juga tentang “multitasking”. Nahhh… hari ini dapat artikel menarik tentang multitasking tersebut dari tabloid Nova. Karena saya juga harus belajar untuk mengurangi multitasking, maka poin-poin dari artikel tersebut akan saya kliping disini. Semoga bermanfaat juga buat teman-teman pembaca yang suka multitasking 🙂

Banyak orang menganggap bekerja secara multitasking jauh lebih baik karena menghemat waktu. Tumpukan tugas bisa “dibereskan” pada waktu bersamaan. Tapi, benarkah bekerja multitasking lebih baik ketimbang singletasking?

Tidak semua orang bisa bekerja multitasking, dan sebaliknya. Terlebih lagi, otak manusia pada dasarnya bukan komputer yang bisa mengerjakan banyak hal pada saat yang bersamaan. (Hmmm…jangan-jangan kebiasaan multitasking itu berasal sejak kenal komputer ya..).

Teknologi memang kerap dihubungkan dengan multitasking. Istilah multitasking juga baru muncul sekitar satu dekade belakangan dan ini merunut pada istilah prosesor komputer yang makin canggih serta mampu mengerjakan banyak hal pada waktu bersamaan. Istilah ini kemudian juga dipakai pada manusia. Seolah-olah seorang multitasker mampu menyelesaikan banyak tugas pada waktu yang bersamaan. Padahal, yang terjadi mengerjakan banyak hal satu demi satu juga. Misalnya, browsing materi di laptop, kemudian membaca BBM, membalas SMS, dan seterusnya. Sepertinya melakukan hal banyak, padahal tidak 🙂

Read More »Multitasking atau Singletasking ?

Related Posts: