Tumbuh Kembang Dimas: Batuk Pilek Pertama Kali

batuk pilek pertama

Baby Dimas

Sejak lahir, dalam masa tumbuh kembangnya, baru kali ini di usianya yang menjelang 5 bulan Baby Dimas mengalami batuk pilek pertama kali. Tadinya doa ibu dan ayahnya selalu adalah agar dia sehat-sehat senantiasa. Namun apa mau dikata, Baby Dimas memang harus mengalami batuk pilek ini.

Sebelumnya sekitar 2 mingguan yang lalu saya sudah curiga dengan suaranya yang serak. Hanya saja saya tidak tahu kenapa bisa demikian, padahal masih belum makan dan minum yang lain-lain. Lantas seminggu yang lalu, sepertinya batuk-batuk kecil mulai muncul. Saya masih belum ambil tindakan apa-apa. Saya masih mencoba mencari tahu apa penyebabnya. Bisa jadi karena cuaca sedang tidak bersahabat yaitu gerah dan banyak debu. Ditambah lagi, di rumah sedang ada acara bersih-bersih, termasuk memindahkan barang-barang yang sebagian besar berdebu. Juga beberapa hari sebelumnya ada dua orang keponakan yang datang ke rumah saya dalam kondisi sedang batuk pilek. Plusss, dosa ibu nihhh.. yaitu saya pernah memandikan Baby Dimas tanpa  menambahkan air panas ke dalam air mandinya.. hiks.. Nah, bisa jadi hal-hal tersebut menumpuk dan menjadi pemicu batuk pileknya Baby Dimas.

Puncaknya, malam Rabu atau Selasa malam kemarin, Baby Dimas tidak bisa tidur semalaman. Hari Selasa sore begitu saya sampai di rumah sepulang kerja, suami bilang,“Sepertinya besok pagi harus bayar pajak nih ke dokter anak.” Hmmm.. makin curiga deh saya. Ternyata Baby Dimas sudah mulai pilek. Jadi tidak cuma batuk. Komplit, batuk dan pilek. Jadilah semalaman rewel ga mau bobok. Saya dan suami bergantian menggendong dan meninabobokannya.

Besoknya, Rabu pagi, saya memutuskan untuk tidak masuk kerja karena mau mengurus Baby Dimas. Ga mungkin donk ya… saya sebagai ibu yang baik koq tega ninggalin anak pergi ke kantor dalam kondisi demikian 🙁 . Apalagi toh saya bekerja adalah demi anak, jadi ya saya memilih mendampingi anak saya hingga sembuh meskipun di kantor tugas-tugas saya juga sedang berat-beratnya.

Jam 7 pagi saya sempat telepon ke RS Hermina untuk registrasi periksa ke dokter anak, dapat nomor urut 15 dan mendapat informasi dari RS bahwa dokter praktek sampai jam 1 siang. Sambil menunggu Dimas siap dimandikan dan suami bangun tidur, saya browsing di internet mencari informasi mengenai penanganan untuk bayi yang batuk pilek.

Jujur ya.. meskipun pernah punya anak, tapi karena selisihnya 15 tahun, hal-hal yang dialami oleh Baby Dimas sekarang seperti menjadi pengalaman baru lagi buat saya 😀 .

Setelah browsing di internet, mulai ringan rasanya ketika membaca informasi bahwa batuk pilek merupakan penyakit yang lazim pada bayi. Umumnya bayi dapat terkena batuk pilek hingga 2-3 bulan sekali. Hal ini merupakan kondisi yang wajar dikarenakan sistem kekebalan tubuh bayi yang belum berkembang sempurna. Umumnya, batuk pilek disebabkan oleh infeksi atau alergi. Batuk pilek karena infeksi seringkali disertai gejala demam, hidung berair atau tersumbat, batuk, bersin, nyeri otot, nyeri kepala, dan mata berair. Infeksi virus biasanya menyebabkan batuk pilek yang ringan dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 3 hari. Batuk dan pilek sebenarnya merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh dalam melawan kuman penyakit dan mengamankan saluran pernapasan. Karenanya, sebaiknya jangan terburu-buru memberikan obat kepada si bayi, terlebih pada usianya yang belum genap 6 bulan. Hal ini dikarenakan obat-obatan tersebut mungkin memiliki efek samping, yang mungkin membahayakan si bayi, karena organ tubuhnya yang belum sempurna.

Setelah membaca itu, saya kepikiran untuk membatalkan rencana ke dokter anak. Kemudian terlintas tentang Vicks Vaporub di pikiran saya. Tetapi saya ragu apakah Vicks Vaporub bisa digunakan untuk bayi 4 bulanan. Ahaaa… sejenak kemudian terlintas pula Transpulmin. Yes, Transpulmin, saya pernah dengar! Lalu saya browsing di internet, saya mendapat informasi bahwa ada 2 macam Transpulmin dimana salah satunya adalah Transpulmin BB yang digunakan khusus untuk anak usia 0-2 tahun. Segera saya ambil HP dan pesan Transpulmin BB lewat Go-Shop.

Transpulmin BB: balsem untuk anak usia 0-2 tahun

Oiyaa… selama saya mencari informasi tentang batuk pilek, alhamdulillah Baby Dimas bisa tidur meskipun agak gelisah, mungkin kelelahan karena semalaman tidak bisa tidur.

Setelah Transpulmin BB datang dan Baby Dimas sudah bangun, segera Baby Dimas saya mandikan, setelah itu dada dan punggungnya saya gosok dan massage dengan Transpulmin BB tersebut. Mungkin karena merasakan kehangatan dari Eucalyptus dan kandungan Chamomile yang menenangkan, plusss badan sudah segar, akhirnya Baby Dimas bisa bobok lagi dengan nyenyak.

Hari itu saya terpaksa tidak merespon panggilan dari kantor, demi mengobservasi Baby Dimas. Saya pengin Baby Dimas sembuh di tangan saya sendiri. Saya percaya bahwa salah satu obat bagi anak saya adalah dekapan hangat ibunya sendiri 🙂

Nahhh… setelah saya berikan treatment dengan Transpulmin BB, begitu bangun tidur Baby Dimas mulai sering bersin-bersin dan batuk-batuknya juga makin sering. Dan ternyata bersin-bersinnya dibarengi dengan keluarnya banyak ingus hehehe.. Hal  ini tidak membuat saya jadi panik, justru saya lega karena berarti Transpulmin BB sudah bekerja. Berarti  ingus dan batuk tersebut adalah dalam rangka mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh Baby Dimas.

Sampai sore ingusnya masih banjir, batuknya juga masih banyak. Namun saya bersyukur karena malamnya Baby Dimas bisa bobok dengan tenang sampai pagi. Hanya bangun sesekali untuk minta susu seperti biasanya.

Biasanya Baby Dimas bangun pagi, tapi pagi itu tidak bangun-bangun, mungkin keenakan karena badannya sudah merasa nyaman. Terpaksa saya bangunkan sekitar jam 7:30, karena saya juga harus pergi ke kantor, padahal sebelum ke kantor Baby Dimas harus sudah mandi dan rapi. Alhamdulillah tidak rewel, tidak bersin-bersin lagi (sudah tidak ada pilek lagi), hanya tinggal batuk-batuknya. Dan, mandi pagi pun sudah kembali ceria seperti biasanya 🙂 . Setelah Baby Dimas mandi dan rapi serta kenyang, saya bisa tenang pergi ke kantor setelah sehari sebelumnya harus bolos kerja.

Bersyukur saya bisa tenang menghadapi batuk pilek pertamanya Baby Dimas. Informasi mengenai batuk pilek tadi juga saya berikan ke suami. Alhamdulillah beliau setuju tidak perlu ke dokter, beliau setuju saya melakukan home treatment saja untuk Baby Dimas.

Kesimpulan dari pengalaman saya tadi, saya pengin memberikan tips menghadapi batuk pilek pada bayi, tetapi ini tips ala saya yaa.. yaitu berdasarkan pengalaman saya sendiri:

1. Yang paling penting adalah orang tua terutama ibu harus tenang, tidak boleh panik sedikit pun. Bolehlah telepon registrasi pemeriksaan ke rumah sakit atau dokter praktek, tapi itu sifatnya hanya untuk jaga-jaga, misal pun tidak jadi kesana toh juga tidak masalah.

2. Sekarang jaman informasi mudah diperoleh, dengan handphone saja kita sudah bisa mengakses informasi sebanyak-banyaknya, jadi cari tahu dulu informasi mengenai sakit anak berdasarkan hasil observasi yang kita lakukan.

3. Dengan informasi yang didapatkan, temukan cara penanganan yang pas. Tadinya saya mencari tahu cara penanganan secara tradisional, tapi beberapa informasi yang saya dapatkan malah aneh, misalnya bayi koq dikasih minum rebusan air jahe, dsb. Ga jadi deh saya melanjutkan mencari informasi tentang penanganan secara tradisional hehehe..

4. Jika batuk pilek si bayi tidak pakai demam, cukup digosok dada, leher dan punggungnya dengan menggunakan Transpulmin BB tadi secukupnya, sambil dimassage pelan-pelan yaa..  Transpulmin BB itu balsem khusus untuk anak usia 0-2 tahun, mengandung Eucalyptus dan Chamomile, harganya Rp 67 ribuan untuk ukuran 20 gram.

5. Meskipun bayi dalam kondisi sedang tidak enak badan, namun mandi sehari dua kali tetap wajib dan harus. Jangan lupa, mandinya dengan air hangat-hangat kuku yaa.. Dengan mandi, bayi akan merasa lebih nyaman karena badannya jadi segar dan harum.

6. Kenakan pakaian yang hangat namun tidak membuatnya gerah. Kalau Baby Dimas sih tetap saja mengenakan baju tanpa lengan di waktu siang hari hehehe.. karena cuacanya memang sedang panas dan gerah. Namun di malam hari saya berikan dia baju lengan panjang dan celana panjang serta kaus kaki.

7. Dekap bayi dalam hangatnya pelukan ibu. Hal ini akan memberinya kenyamanan dan merangsangnya cepat sembuh.

Demikian para pembaca, semoga pengalaman dan tips dari saya tadi bermanfaat 🙂

 

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner "Pak Boss Catering" & "Kedai Pak Boss"
parenting, tips sehat , , , ,

2 comments


  1. Paling sedih kalo anak batuk pilek karena susah napas, dia juga blm bisa buang ingus. Dulu dokter anakku juga cuma kasih transpulmin krn ga demam katanya. Kadang aku kasih air anget ditetesin minyak kayu putih juga di kamar, biar terhirup anak, pernapasan jadi lega.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *