Bed Rest (part 1)

Sebenarnya weekend ini aku ada 2 (dua) acara besar lho… Yg Sabtu ngantarin Satria piknik tutup tahun TK Angkasa ke Candi Prambanan dan Hotel Galuh. Dasar akunya juga pengin naik bisnya Sekbang (Sekolah Penerbang) hehehe… Terus, Minggu ngisi presentasi oleh-oleh Beauty Academy. Hari Rabu malam sempat cetak 16 undangan di GKM, dan 2 hari sebelumnya aku sudah fotokopi makalah untuk peserta. Bahkan aku juga sudah kirim email ke Boss untuk minta ijin cuti sehari di hari Jum’at karena mau prepare acara hari Minggu.

Tapi ternyata Allah SWT menghendaki lain. 🙁

Tiba-tiba aja Kamis pagi aku ngerasa mulai tidak enak perut dan badan. Aku ngerasa “wah mulai diare nih..”. Daripada di kantor gak bisa konsentrasi kerja, akhirnya aku SMS ke Boss bilang bahwa hari tersebut aku tidak bisa masuk kerja dan “see you on Monday”. Tadinya kupikir Jumat udah sembuh jadi bisa gladi resik sama Tutun untuk Beauty Clinic, tapi ternyata kondisiku belum berubah, justru kian parah. Jumat malam aku masih berharap dan berdoa agar Sabtu pagi udah sembuh sehingga bisa ngantarin Satria piknik, sekaligus siangnya janjian sama Tutun. Tapi ternyata bener2 kondisiku kian drop… Semalaman aku gak bisa tidur, mondar mandir melulu ke kamar kecil, sampai2 aku pasrah untuk menguras isi perutku dengan harapan racun2 di dalam perutku habis bis.

Aku semakin gak kuat dan lebih sedih lagi ketika akhirnya Satria tidak jadi ikutan piknik sekolah hanya karena ibunya sakit. Suamiku gak mau ngantarin sementara aku sakit di rumah. Guru Satria tidak bisa dititipi. Ya sudah, aku SMS Bu Mary dan bilang bahwa “Satria tidak bisa ikutan piknik karena mau mengantar ibunya ke RS”. Sementara suamiku sendiri sudah ikutan stress ngelihat aku yang sedang menderita.

Sabtu jam 9.30 pagi aku diantar suami dan Satria ke RS Panti Rapih. Langsung dirujuk untuk opname saja karena aku sudah benar2 dehidrasi. Tadinya mau ambil kelas 2 yang isi 2 bed, tapi jadinya ambil kelas 1 yg isi 1 bed lengkap dengan extra-bed dengan pertimbangan kami sekeluarga pindah tidur sementara waktu. Lumayan lega suamiku karena kemudian aku mendapatkan perawatan dengan baik. Walau masih sering mondar-mandir ke toilet, tapi paling tidak aku sudah berada di tempat perawatan yang tepat. Diagnosis sementara adalah GED (gastroenteritis), yang jelas penyakit dalam deh..

Setelah diobservasi sejak Sabtu siang, akhirnya tadi pagi dokter Asdi yg merawatku bilang bahwa aku kena disentri amuba, jadi bukan sekedar diare. Katanya juga, kemarin ketika dehidrasi aku sempat nyaris kehabisan kalium dalam darah. Walau tadi malam masih mondar mandir ke toilet, tapi alhamdulillah sudah ada rasa lapar dan tidak mual lagi. Serta berangsur-angsur ke toiletnya mulai berkurang frekuensinya. Oleh dokter akhirnya aku dikasih aminofluid sebagai pengganti nutrisi untuk tubuhku (yg katanya suka dipake para binaragawan itu), juga dikasih antibiotik (krn jelas-jelas aku terserang bakteri). Ditambah lagi harus istirahat dulu sampai hari Selasa. Hehehe.. asyik aja sih gak ngantor, yang penting masih bisa online… 😀

Yup.. sementara itu dulu cerita tentang kondisi fisik pribadiku sampai saat ini. Tunggu perkembangan selanjutnya ya… Mohon bantuan doa dari visitor agar saya segera pulih dan bisa malang melintang di dunia online dan offline lagi. Serta bisa nemenin dan njagain anak dengan baik, serta melayani suami dengan baik pula. 🙂
🙂 🙂

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner "Pak Boss Catering" & "Kedai Pak Boss"
just blogging

1 comment


  1. hiks… poor you and poor Satria too
    semoga cepet sembuh ya bundaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *