Hari Pertama Masuk Sekolah SMK Penerbangan AAG Adisutjipto

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Kamis 12 Juli 2018 adalah hari pertama Satria masuk sekolah di SMK Penerbangan AAG Adisutjipto.

Beberapa hari sebelum masuk sekolah Satria sudah berulang kali bilang,“Bu, aku sudah bosan libur.” Bosan mungkin karena tidak liburan kemana-mana. Iya, kami di rumah saja, tidak ada liburan ke luar kota apalagi ke luar negeri. Kasihan juga sih, tapi ya mau kemana, lha wong saya juga gak libur kerja.

hari pertama masuk sekolah smk penerbangan

Selain pakaian putih hitam, Satria sudah mempersiapkan diri dengan kepala plontos.

Jauh-jauh hari sebelum masuk sekolah perdana sudah dipublikasikan pengumumannya di website SMK Penerbangan. Antara lain harus memakai baju atasan putih bawahan hitam, pakai sepatu hitam, mengumpulkan SHUN dan ijazah, dan lain-lain.

Karena tidak punya hem putih polos dan celana panjang hitam, maka beberapa hari sebelumnya saya ajak Satria untuk beli. Alhamdulillah semua tersedia di Mirota Kampus. Hanya saja terpaksa terjadi insiden celana kekecilan! Alhamdulillah dapat solusi yaitu tukeran sama celana panjang barunya mbah Kung. Bersyukur punya mbah Uti seorang penjahit 🙂

Hari pertama masuk sekolah harus sudah kumpul di sekolah 30 menit sebelum acara dimulai, yaitu jam 6:30. Jadilah saya dan Satria berangkat jam 6:00 dari rumah menggunakan Go Ride. Koq enggak Go Car? Go Ride sajalah supaya lebih cepat, gak kena macet.

Oiya untuk hari pertama orang tua siswa gelombang 1 diwajibkan mendampingi siswa.

Hampir jam 6:30 sampai di sekolah, wow… ternyata banyak benerrrr siswa dan orang tua yang datang. Jam 6:40 siswa-siswa baru sudah mulai masuk dan berkumpul di lapangan sekolah. Sementara itu, para orang tua mulai melengkapi berkas-berkas pendaftaran.

Upacara dimulai jam 07:00. Jam 06:45 semua siswa dan orang tua antusias memasuki gerbang sekolah.

Khusus orang tua siswa gelombang 1 diminta mengisi dua blanko. Yang pertama blanko isian data, yaitu data pribadi siswa dan orang tua. Dan satunya lagi adalah formulir kesanggupan membayar sejumlah uang. Saya memilih pembayaran secara cicil karena belum tahu berapa bakalan nominal yang harus dibayarkan. Kata panitia sih menunggu pemberitahuan dari komite sekolah.

Setelah urusan administrasi selesai, saya turut menyaksikan kegiatan anak-anak di lapangan sekolah. Lumayan anak-anak berjemur dan dijemur di bawah sinar matahari.

Di lapangan, anak-anak memulai kegiatan persiapan MPLS. Anak-anak juga mulai diajarkan mengenai ketertiban, antara lain rambut dipotong 0001, kaos kaki warna hitam panjang, antar jemput hanya sampai di portal pos jaga provost, dan masih banyak lagi.

Persiapan MPLS hari pertama akhirnya berakhir pada sekitar jam 11 siang. Setelah itu siswa-siswa baru diijinkan pulang.

Dijemur di bawah terik sinar matahari akan menjadi menu sehari-hari. Siapkan fisik dan mental kalian!

Untuk dibawa datang ke sekolah di hari-hari selanjutnya, tidak ada tugas berat yang diberikan. Siswa hanya diminta bikin name tag dengan tali merah putih yang dikepang.

Alhamdulillah Satria sudah mempersiapkan fisik dan mental. Dari awal Satria sudah siap bersekolah di SMK Penerbangan. Beberapa hari setelah diterima di sekolah tersebut, sempat ada famili yang bercerita bahwa anaknya tidak jadi bersekolah disana. Saya tanya kenapa, jawabannya karena penggojlokan yang menurut mereka kurang manusiawi. Mendengar cerita demikian, tidak membuat Satria berubah pikiran. Dia sudah tahu bagaimana perlakuan di dunia militer yang bagi orang awam memang kelihatannya tidak manusiawi.

Selamat berjuang, Anakku! Survival dimulai sekarang. Semoga cita-citamu menjadi tentara tercapai. Ibu dan ayah serta adikmu pasti mendukungmu 100% menjadi abdi negara. Sukses untukmu di dunia dan akhirat ya, Nak !!

 

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner "Pak Boss Catering" & "Kedai Pak Boss"
parenting , ,

3 comments


  1. Hastira

    wah pastinay di sanaa digenjot soal fisik juga ya

  2. Ini salah satu sekolah yang bikin saya penasaran. Dulu adek ipar pengen banget masuk sini tapi nggak jadi, malah lari ke SMK Jetis. Ditunggu cerita lainnya tentang SMK Penerbangan ini, mbak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *