Imunisasi Polio 2 & DPT+HB+Hib 2

Dimas usia 4 bulan 4 hari, berat 7,2 kg, sudah imunisasi Polio 2 & DPT+HB+HiB 2.

Tepat usia 4 bulan adalah jadwalnya Dimas imunisasi Polio 2 dan DPT+HB+HiB 2. Imunisasi yang sebelumnya di DSA RS Hermina yang biayanya satu jutaan rupiah. Karena pengalaman imunisasi tersebut kemudian saya mencari tahu imunisasi di luar DSA, misalnya di Puskesmas atau di Bidan. Tujuan utama saya adalah jelas yaitu mencari yang budgetnya tidak terlalu tinggi. Hingga kemudian saya bergabung dengan Facebook Group GESAMUN. GESAMUN adalah kependekan dari Gerakan Sadar Imunisasi yang dikelola oleh Yayasan Orangtua Peduli. Kebetulan saya join milis SEHAT, sehingga tidak asing lagi dengan beberapa orang moderator di dalam group tersebut.

Sebagian besar postingan di FB Group tersebut adalah menyampaikan tentang biaya imunisasi yang mahal di DSA, kemudian mereka mencari tahu jika dibandingkan dengan imunisasi di Puskesmas dan Bidan. Dari membaca beberapa thread di grup tersebut, akhirnya saya mantap untuk imunisasi Dimas selanjutnya cukup di Bidan saja.

Kebetulan di dekat sekolah Satria ada Bidan Delima yang praktek yaitu Bidan Dini Melani. Langsung saja jauh-jauh hari saya sudah menghubungi beliau dan menanyakan jadwal imunisasi di awal bulan Februari. Beliau menjawab hari Minggu jam 7 pagi di minggu pertama. Wahhh.. pas banget dengan jadwalnya Dimas yang seharusnya tanggal 2. Jadilah Minggu pagi 4 Februari 2018 adalah pertama kalinya Dimas imunisasi di Bidan Dini Melani. Kali ini imunisasi Polio 2 dan imunisasi combo DPT+HB+Hib 2.

Sebelum disuntik, saya sempat tanya jawab dengan staf-staf bidan Dini:
Staf: “Sebelumnya imunisasi dimana, Bu?”
Saya: “Sejak lahir di RS Hermina.”
Staf: “Tapi imunisasi disini efeknya demam lho, bu..”
Saya: “Tidak apa-apa.” (menjawab dengan mantap)
Kemudian Dimas mulai ditimbang dan diukur tinggi badan dan lingkar kepala. Dua bulan tidak ditimbang, ternyata sekarang berat badan Dimas mencapai 7,2 kg (pantesan berat banget akhir-akhir ini), tinggi badan 64 cm, lingkar kepalanya saya lupa.

Setelah itu dilakukan tindakan imunisasi. Di paha kanan disuntikkan vaksin Polio 2, sedangkan di paha kiri disuntikkan vaksin DPT+HB+HiB 2. Staf Bidan Dini juga berpesan agar jika paha kiri membengkak agar dikompres dengan air hangat dan jika Dimas demam agar segera diberikan penurun panas. Sebelum disuntik, saya sempat bertanya:
Saya: “Kemarin di DSA merknya Hexaxim, kalo disini merknya apa?”
Staf: “Pentabio, dari pemerintah.”
Saat disuntik, Dimas sempat menangis keras, mungkin memang terasa sakit hehehe.. Hingga selesai disuntik, Dimas masih menangis sekitar 5 menit.

Imunisasi Polio 2 & DPT-HB-Hib 2

Bekas suntikan vaksin combo DPT+HB+HiB 2 di paha kanan.

Bekas suntikan vaksin Polio 2 di paha kiri.

Setelah Dimas selesai menangis dan semua sudah beres, saya menanyakan berapa biayanya, dijawab Rp 125.000 (seratus dua puluh lima ribu rupiah)! Alhamdulillah.. padahal saya sudah menyiapkan Rp 500.000 karena di grup GESAMUN ada berbagai versi nominal pembayaran :D. Oiya, bayar Rp 125.000 itu sudah termasuk biaya administrasi dan satu botol Sanmol lhooo..

Alhamdulillah sampai saat menulis ini, Dimas tidak mengalami demam. Meskipun agak rewel, namun bolak-balik saya cek menggunakan termometer digital, suhunya tetap stabil di angka 36,7 derajat Celcius. Jadi kemungkinan besar Dimas rewel karena bekas suntikannya masih ‘njarem’. Tapiiii, jam 1 malam ternyata demam itu datang. Dimas tidak rewel, dia santai saja, tapi saya pegang badannya anget. Kemudian saya cek dengan termometer ternyata suhunya 38,3 derajat Celcius. Langsung deh di sela-sela mimik susu, saya minumin Sanmol Drop 0,7 ml sesuai petunjuk staf Bidan. Alhamdulillah sepanjang malam Dimas tidak rewel meskipun demam, tetap mimik susu secara normal, dan tetap bisa bobok.

Setelah mengalami sendiri adanya perbedaan antara imunisasi di DSA dengan di Bidan, saya bisa menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Vaksin DPT+HB+HiB sama-sama combo tetapi tidak cuma satu merk.
2. DSA menggunakan vaksin bermerk (merk Hexaxim), sedangkan Bidan menggunakan vaksin dari pemerintah (merk Pentabio).
3. Beda merk tetapi manfaatnya sama.
4. Beda merk, beda pula pada efeknya. Vaksin dari DSA tidak memberikan efek demam, sedangkan dari Bidan bisa menimbulkan efek demam.
5. Bayi mengalami demam atau tidak, tergantung pada stamina masing-masing juga.

Jadi sebaiknya imunisasi dimana? Terserah Anda. Di DSA atau di Bidan, sama baiknya. Yang membedakan hanya masalah merk vaksin, efek samping dan harga ­čÖé

 

Facebook Comments

About Wiwin Pratiwanggini

A Mother of Two Boys | A Working Mom | A Books Lover | A Blogger | Independent Oriflame Consultant | Co-Owner "Pak Boss Catering" & "Kedai Pak Boss"
parenting ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *