Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Akhirnya selesai juga saya membaca buku tebal ini hehe.. Buku ini adalah hadiah dari upline saya (Christina Yulianti), sebagai hadiah karena saya berhasil jadi Gold Director di Oktober kemarin. Tadinya Ole (nama panggilannya) sudah membawakan bukunya Merry Riana “Mimpi Sejuta Dollar”, terpaksa saya tolak karena saya sudah punya, malahan dua-duanya saya sudah punya. Akhirnya Ole minta saya menentukan sendiri dan dia yang mencarikan. Karena penasaran dengan buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong, akhirnya saya bilang untuk diganti buku itu saja. Makasih ya, Le…. 🙂

Menurut saya, buku ini tidak membosankan. Malah seru rasanya ketika membaca halaman dengan halaman. Di setiap bab, kisahnya selalu berbeda. Jadi bukan cerita yang sambung menyambung. Bung CT (panggilan akrabnya) merupakan salah satu tokoh muda yang sukses membangun komunitas bisnisnya, bukan berangkat dari sesuatu yang sudah besar. Perjuangannya dalam membangun apa yang telah dicapainya sampai saat ini tidak lepas dari kepemimpinan dan visi yang dimilikinya dalam ikut serta membangun negara ini. Buku ini menceritakan secara rinci perjuangannya itu.

Menurut saya juga, buku ini tidak melulu motivasi yang berisi teori-teori, namun benar-benar kisah perjuangan dari tiada menjadi ada. Banyak hal yang bisa dipelajari dari kisah perjalanan Pak Chairul Tanjung.

Supaya lebih seru, silakan baca sendiri bukunya ya… Beli atau pinjam? Terserah Anda 🙂

Related Post
Chicken Soup for the Women’s Soul

Buku ini saya beli tanggal 3 Agustus 2002. Saya baca sampai halaman 316. Setelah itu masuk kotak bercampur dengan beberapa Read more

Jurnal Syukur: 30 Hari Menulis untuk Pulih (3)

Target 30 hari baru selesai sepertiganya hingga Jurnal Syukur Menulis Untuk Pulih bagian 2, mari lanjutkan 🙂 11. Pernah LDR-an Read more

Belajar Memasak dengan Resep Masakan Rinaresep.com

Belajar Memasak dengan Resep Masakan Rinaresep.com. Bagi saya yang tidak pandai memasak tetapi ingin memasak seperti ibu-ibu yang lain, solusinya Read more

Jurnal Syukur: 30 Hari Menulis untuk Pulih (2)

Ini adalah lanjutan dari Jurnal Syukur Menulis Untuk Pulih bagian 1. 7. I left my biz in the year of Read more